Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan

Perbedaan Digital Marketing dan Digital Selling.


 

Dalam era digital seperti saat ini, pemasaran dan penjualan secara online menjadi sangat penting bagi bisnis.

Namun, terdapat perbedaan yang signifikan antara digital marketing dan digital selling. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut dan bagaimana menerapkannya dalam bisnis kamu.

Digital marketing melibatkan berbagai strategi untuk mempromosikan produk atau layanan kamu melalui internet, termasuk iklan online, media sosial, email marketing, dan SEO.

Sedangkan digital selling berfokus pada mengubah prospek menjadi pembeli melalui pemanfaatan teknologi, seperti chatbot, e-commerce, dan platform penjualan online.

Dengan memahami perbedaan antara digital marketing dan digital selling, kamu dapat mengembangkan strategi pemasaran yang tepat untuk bisnis kamu dan meningkatkan konversi penjualan secara signifikan.

Perbedaan dari Segi Pengertian atau Definisi

Digital Marketing

Digital marketing adalah suatu usaha pemasaran secara online dengan menggunakan berbagai aset digital, misalkan situs web, video, gambar, konten tertulis, maupun media sosial.

Digital marketing juga memiliki strategi khusus yang digunakan untuk mendorong engagement dengan konsumen, contohnya iklan pay per click, SEO, iklan media social berbayar dan lainnya. 

Digital Selling

Sedangkan digital selling bekerja untuk mengubah audiens menjadi pembeli. Tools-tools yang sering digunakan untuk digital selling yaitu CRM, platform manajemen konten, platform penghasil prospek (lead-generation), platform media sosial, dan berbagai macam metode komunikasi lainnya. 

Perbedaan dari Segi Aktor Penggunanya

Digital marketing biasanya dirumuskan oleh petinggi pengambilan keputusan pemasaran atau perusahaan.

Sedangkan digital selling ini umumnya ditetapkan oleh pengambil keputusan di bidang penjualan perusahaan.

Perbedaan dari Segi Customer Journey

Digital Marketing ini hanya fokus pada promosi dan brand awareness. Digital marketing adalah bagian yang lebih besar dan merupakan awal dari proses customer journey.

Sementara itu, digital selling difokuskan pada aktivitas penjualan produk atau jasa kamu, dimana digital selling ini menjadi bagian akhir dari customer journey. 

Perbedaan dari Segi Jangka Waktu

Digital marketing umumnya memiliki jangka waktu yang panjang dan berkelanjutan dan perubahan strateginya harus di cek secara berkala.

Sedangkan digital selling berbeda dengan digital marketing karena mempunyai jangka waktu yang lebih pendek, didasarkan oleh perolehan performa penjualan dalam waktu tertentu. 

Perbedaan dari Segi Tools yang Digunakan 

Digital Marketing 

Berikut adalah beberapa macam tools yang sering digunakan dalam digital marketing:

1. Alat manajemen media sosial: Alat ini memungkinkan bisnis untuk mengelola akun media sosial mereka, membuat konten, dan menganalisis performa kampanye media sosial mereka. Contoh alat manajemen media sosial termasuk Hootsuite, Buffer, Sprout Social, dan HubSpot.

2. Alat analisis web: Alat analisis web, seperti Google Analytics, memungkinkan bisnis untuk melacak kinerja situs web mereka, mengukur lalu lintas situs web, menganalisis perilaku pengguna, dan mengoptimalkan kampanye pemasaran digital mereka.

3. Alat pengiriman email: Alat ini membantu bisnis untuk mengirim email marketing, memantau tingkat buka dan klik, dan menganalisis performa kampanye email. Contoh alat pengiriman email termasuk MailChimp, Constant Contact, dan Campaign Monitor.

4. Alat pengoptimalan mesin pencari (SEO): Alat ini membantu bisnis untuk meningkatkan peringkat situs web mereka di mesin pencari dengan melakukan optimasi konten dan memantau performa kata kunci. Contoh alat SEO termasuk SEMrush, Ahrefs, dan Moz.

5. Alat iklan digital: Alat iklan digital, seperti Google Ads dan Facebook Ads, memungkinkan bisnis untuk membuat iklan online dan mengukur performa kampanye iklan mereka.

6. Alat konten marketing: Alat konten marketing, seperti Canva dan Adobe Creative Suite, membantu bisnis untuk membuat konten visual yang menarik dan profesional untuk kampanye pemasaran digital mereka.

7. Alat pengelolaan proyek: Alat pengelolaan proyek, seperti Asana dan Trello, membantu bisnis untuk mengelola proyek pemasaran digital mereka, mengatur tugas dan jadwal, serta melacak kemajuan proyek.

Digital Seller

Berikut adalah beberapa macam tools yang sering digunakan dalam digital selling:

1. Platform e-commerce: Platform e-commerce, seperti Shopify, WooCommerce, dan Magento, memungkinkan bisnis untuk membuat dan mengelola toko online mereka, mengatur pembayaran dan pengiriman, dan memantau performa penjualan.

2. Alat manajemen inventaris: Alat manajemen inventaris, seperti Zoho Inventory, Odoo, dan TradeGecko, membantu bisnis untuk mengelola persediaan mereka, mengelola pemesanan, dan memantau stok produk.

3. Alat analisis penjualan: Alat analisis penjualan, seperti Google Analytics, memungkinkan bisnis untuk memantau performa penjualan mereka, menganalisis data penjualan, dan mengoptimalkan kampanye penjualan.

4. Alat pemasaran email: Alat pemasaran email, seperti MailChimp, memungkinkan bisnis untuk mengirim email promosi, memantau performa kampanye email, dan menganalisis data pelanggan.

5. Alat pengiriman: Alat pengiriman, seperti ShipStation dan Shippo, membantu bisnis untuk mengelola pengiriman produk mereka, membuat label pengiriman, dan melacak status pengiriman.

6. Alat manajemen pelanggan: Alat manajemen pelanggan, seperti Salesforce dan HubSpot, membantu bisnis untuk mengelola informasi pelanggan, mengelola hubungan pelanggan, dan meningkatkan retensi pelanggan.

7. Alat manajemen pesanan: Alat manajemen pesanan, seperti Orderhive dan Skubana, membantu bisnis untuk mengelola pesanan dari berbagai platform penjualan online, seperti Amazon, eBay, dan Walmart.

8. Alat manajemen harga: Alat manajemen harga, seperti PriceSpy dan SellerActive, membantu bisnis untuk memantau harga pesaing mereka, mengatur harga produk mereka, dan meningkatkan keuntungan penjualan.

Kesimpulan

Dalam era digital yang semakin berkembang, penting bagi bisnis untuk memahami perbedaan antara digital marketing dan digital selling.

Digital marketing bertujuan untuk membangun merek dan menarik pelanggan, sedangkan digital selling bertujuan untuk menjual produk atau layanan secara online.

Untuk mencapai tujuan mereka, baik digital marketing maupun digital selling menggunakan berbagai alat dan strategi yang berbeda, seperti alat media sosial, analisis web, pengiriman email, dan alat manajemen inventaris.

Namun, walaupun memiliki perbedaan, digital marketing dan digital selling saling terkait dan saling mempengaruhi.

Digital marketing dapat membantu meningkatkan kesadaran merek dan menarik pelanggan baru, sementara digital selling dapat membantu mengubah pelanggan menjadi pembeli dan meningkatkan penjualan secara keseluruhan.

Dalam kesimpulannya, sebagai bisnis yang ingin sukses di era digital ini, penting untuk memahami perbedaan antara digital marketing dan digital selling dan menggunakan keduanya secara efektif untuk mencapai tujuan bisnis kamu.

 

Sumber Artikel: Kasirpintar.co.id



Kenapa banyak orang sulit mendapatkan pekerjaan di Indonesia?


Pertama, orang Indonesia ugal-ugalan di dunia maya.

Don't just take my word for it. Hal ini juga dibuktikan oleh Microsoft bahwa warganet Indonesia itu primitif dan biadab.
 

Mengapa orang Indonesia bisa sangat primitif di dunia maya?

Karena orang Indonesia terlalu lama menghabiskan waktu mereka di dunia maya (terminally online), sehingga mereka merasa bebas untuk melakukan sesuatu tanpa ada konsekuensi, tidak seperti di dunia nyata, dimana orang yang lebih sering menghabiskan waktu di dunia nyata cenderung lebih arif dan santun dalam ucapan maupun tindakan, karena ada saja konsekuensi dari setiap ucapan atau perbuatan yang dilakukan di dunia nyata.

 

Contoh perilaku primitif?

Pertama, kecurangan intelektual (berkelit, logika sesat/fallacy, debat kusir, menghujat, subyektif tapi mengaku obyektif, dan pernyataan semacam "sudahlah, jangan dibahas lagi" atau "bang jago" atau "sepakat untuk tidak sepakat" alias mengakhiri diskusi saat masalahnya belum selesai)

Kedua, perilaku main hakim sendiri yang dibawa ke dunia maya (doxxing dan cancel culture)

Ketiga, spamming (baca: bawel di dunia maya), misal: posting dengan jarak waktu yang sangat singkat (apalagi posting story sampai titik-titik kecil), melakukan tagging dan mention secara serampangan, posting yang tidak penting

Keempat, norak: untuk apa posting story suhu ambient di negara sub-tropis saat musim dingin? Untuk apa posting kamu sedang dugem atau sedang minum alkohol? Untuk apa foto-foto di restoran fine dining? Apa pula maksudnya "Anak Didikan Mama, Hasil Goyangan Papa", atau display name yang terlalu norak?

Oke, kalian punya SKCK, bukan seorang pecandu, dan kalian meninggalkan kesan yang bagus saat wawancara. Tapi HRD dan user tidak bisa kalian bohongi, mereka bisa mencari namamu di Google lalu mereka akan melihat laman blog dan media so-SIAL mu.

Oh, kalian punya SKCK, meninggalkan kesan bagus saat wawancara, kalian cenderung biasa saja dan tidak membuat onar di dunia maya, serta kalian bukan seorang pecandu, apakah cukup? Tidak.

Zaman sekarang, kekerasan seksual bukanlah hal yang bisa dimaklumi lagi, oleh karena itu, HRD dan user juga memiliki no-recruit list, yaitu daftar orang yang harus dipecat dari pekerjaan dan harus dicekal oleh perusahaan baru saat mencari pekerjaan, dikarenakan karyawan/calon karyawan terjerat kasus kekerasan seksual. Yang kemudian menjadi poin kedua:

Orang Indonesia tidak bisa mengendalikan selangkangan mereka.


 

Ya, alih-alih mengendalikan berahi, orang Indonesia cenderung dikendalikan oleh berahi. Makanya jangan heran kalau ada atasan yang menjadikan sekretaris atau karyawannya sebagai selingkuhan (baca: menyalahgunakan kekuasaan untuk seks), candaan cabul di tempat kerja (atau di grup WA kantor), catcalling, male gaze, dan lain sebagainya. 

Maka dari itu, dibuatlah semacam daftar cekal untuk para penjahat kelamin, dan untuk mengisinya pun tidak bisa sembarang isi, harus ada bukti obyektif alih-alih karena ketidaksukaan pribadi. Jadi kalau dirimu masih sulit dapat kerja meskipun punya banyak koneksi, CV bagus, dan pertimbangan lain yang membuat HRD dan user harusnya menerima kamu, tanyakan dirimu: pernah kirim chat mesum nggak? Pernah menggoda orang yang sedang lewat nggak? Sampai-sampai ada korban yang berani memasukkan kamu ke dalam daftar cekal.

Jadi, kesimpulannya adalah: orang Indonesia sulit dapat kerja karena rekam jejaknya yang sudah busuk dari awal, perusahaan tidak mau ada karyawan yang menjadi noda hitam bagi reputasi perusahaan.

Sumber: https://id.quora.com/

Aturan Gaji dan Upah Pekerja UMKM, Simak Ketentuan dan Cara Hitungnya

 


Aturan Gaji UMKM - Pernah dengar cerita dari sana dan sini, tentang pekerja atau karyawan di perusahaan kecil dan menengah yang kerja lebih dari 8 jam tapi dibayar rendah? Atau mereka yang bekerja lebih dari 8 jam namun tidak diberi upah lembur? Meski kabar-kabar ini kerap simpang siur, namun nyatanya dunia UMKM di Indonesia masih sedikit gagap tentang etika pembayaran gaji dan upah pada para pekerjanya. Hal ini bukan sepenuhnya salah teman-teman pemilik maupun pelaku bisnis. 

Aturan dasar mengenai upah dari pemerintah memang sudah ada, namun kadang belum sempat disosialisasikan dengan baik. Sementara upah lembur, tunjangan, dan insentif lainnya masih belum punya aturan baku. Alhasil, banyak UMKM yang salah kaprah menetapkan bayaran bagi para pekerjanya. Jika dibiarkan, kondisi ini tentu bisa bikin pekerja kita merugi.

Sebenarnya, berapa sih gaji yang layak untuk karyawan kita dalam sebulan? Dan bagaimana perhitungan upah yang tepat bagi pekerja harian atau proyekan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.


Aturan Gaji UMKM Dalam UU Cipta Kerja Terbaru

Akhir tahun lalu, Presiden Joko Widodo mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2 Tahun 2022 atau yang juga umum disebut PerPpu Cipta Kerja Tahun 2022. Di dalamnya, pada Pasal 90, pemerintah menegaskan bahwa upah pekerja industri mikro dan kecil tidak diwajibkan mengikuti aturan yang disebutkan di Pasal 88, yaitu menggaji sesuai Upah Minimum Regional (UMR). Alih-alih, upah untuk pekerja usaha mikro dan kecil didasarkan pada kesepakatan bersama antara pemilik usaha dan karyawan yang bersangkutan.

Meski begitu, kita tidak boleh asal menentukan besarannya. Pemerintah juga mengeluarkan beberapa ketentuan yang harus digunakan pelaku UMKM dalam menentukan besaran gaji karyawan. Selain di Perppu Cipta Kerja Tahun 2022, ketentuan ini dipertegas lewat Peraturan Pemerintah (PP) No 36 Tahun 2021. Setidaknya, ada dua metode penentuan besaran gaji yang bisa kita gunakan sebagai acuan, yaitu:


1. 50% dari Rata-Rata Konsumsi Masyarakat Provinsi

Upah yang disepakati sekurang-kurangnya berjumlah sebesar 50 persen dari rata-rata konsumsi masyarakat di tingkat provinsi yang bersangkutan. Persentase dan nilai rata-rata konsumsi masyarakat mengacu pada data yang dikeluarkan oleh lembaga statistik yang berwenang, yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia.

Misalnya, Pak Heru memiliki usaha di sektor pakaian jadi di DKI Jakarta dan ingin menggaji karyawan. Berdasarkan data BPS Tahun 2022, rata-rata pengeluaran konsumsi masyarakat di DKI Jakarta adalah 2,53 juta rupiah/kapita/bulannya. Maka perhitungan upah karyawan Pak Heru sesuai ketentuan nomor 1 adalah :

Upah Minimum Pekerja UMKM = 50% X Rata-rata konsumsi provinsi/kapita/bulan

Upah Minimum Pekerja UMKM = 50% X Rp 2.530.000,00 (DKI Jakarta)

Upah Minimum Pekerja Pak Heru = Rp 1.265.000,00


2. 25% di atas Garis Kemiskinan Provinsi

Nilai upah yang disepakati sekurang-kurangnya adalah 25 persen di atas garis kemiskinan tingkat provinsi. Karena bisnis Pak Heru berada di Jakarta, maka perhitungannya menggunakan garis kemiskinan penduduk DKI Jakarta sebagai acuan, yaitu di angka 738 ribu rupiah.

Upah Minimum : Angka garis kemiskinan provinsi + (25% X Angka Garis Kemiskinan Provinsi)

Upah Minimum : Rp 738.955 + (25% X Rp 738.955)

Upah Minimum : Rp 738.955 + Rp 184.739

Upah Minimum : Rp 923.694,00


Berdasarkan gabungan perhitungan dari dua ketentuan di atas, maka Pak Heru minimal harus mengupah pekerjanya sebesar Rp 1.265.000,00 atau Rp 923.694,00 setiap bulan. Haram hukumnya bagi usaha mikro dan kecil untuk menggaji karyawan mereka dengan besaran di bawah nominal tersebut di DKI Jakarta. Namun, tentu akan lebih baik lagi jika kita bisa menggaji karyawan setara dengan rata-rata konsumsi harian provinsi, yaitu Rp 2.530.000,00.


Aturan Gaji UMKM Berdasarkan Upah Minimum Regional

Selain membayar dengan perhitungan dan ketentuan yang diatur undang-undang, pemilik bisnis juga bisa memilih untuk membayar karyawannya sesuai ketentuan Upah Minimum Regional masing-masing provinsi. Hal ini terutama berlaku untuk bisnis skala menengah dengan omzet tahunan di atas 15 miliar rupiah. Misalnya saja, untuk Provinsi DKI Jakarta, UMR yang ditentukan pemerintahnya adalah 4,9 juta rupiah. Maka, sebesar itulah upah minimal yang harus dibayarkan untuk karyawan kita setiap bulannya.

Meski aturan ini tidak wajib untuk usaha skala kecil, namun mengupah pekerja kita sesuai UMR bisa berpengaruh besar terhadap kinerja dan kelancaran produksi usaha. Hal ini terutama berlaku pada UMKM yang tengah mencanangkan program ekspor. Pasalnya, mengupah karyawan di bawah standar yang ditentukan negara juga bisa membuat bisnis kita terlihat jelek di mata International Labour Organization yang mengawasi pemenuhan hak-hak karyawan dan buruh dalam kegiatan perdagangan global.


Aturan Upah UMKM untuk Pekerja Paruh Waktu

Selain karyawan tetap, pemilik bisnis kecil dan menengah juga umum menyewa tenaga pekerja paruh waktu atau disesuaikan dengan proyek yang tengah digarap. Untuk pekerja paruh waktu yang artinya termasuk pada golongan karyawan tidak tetap, kita harus membayar sesuai dengan kebijakan gaji perusahaan atau UMR daerah atau provinsi masing-masing. Apalagi jika bisnis kita termasuk skala menengah dengan omzet di atas 15 miliar per tahun yang memang wajib membayar pekerja sesuai UMR masing-masing.

Namun, karena tidak penuh waktu, kita bisa mengupah mereka sesuai dengan jumlah jam kerja atau hari kerja. Karenanya, ada dua jenis metode menghitung upah pekerja paruh waktu yang bisa kita gunakan, yaitu:

1. Upah Sesuai Hari Kerja

Misalnya, Pak Heru tengah menggarap proyek pembuatan seragam SDN 34 Jakarta. Untuk mengerjakannya, ia membutuhkan tambahan beberapa pekerja paruh waktu hingga proyeknya selesai dalam 10 hari. Maka, Pak Heru harus menggaji sesuai dengan besaran gaji per bulan yang telah ditentukan perusahaan dan dibagi 10 hari. Perhitungannya adalah:


2. Upah Sesuai Jam Kerja

Rumus perhitungannya lebih didasarkan pada UMR masing-masing daerah atau provinsi. Masih dalam kasus Pak Heru, jika masing-masing karyawan bekerja selama 6 jam per hari selama 10 hari, maka perhitungannya adalah:


Upah Lembur dan Pemenuhan Insentif Lainnya

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum memiliki pengaturan resmi tentang pemberian upah lembur, tunjangan hari raya, serta insentif lainnya bagi pekerja di industri kecil dan menengah. Sangat disayangkan mengingat beberapa tahun belakangan UMKM kerap digadang-gadang sebagai “tulang punggung perekonomian” di negara kita.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah bahkan mengklaim bahwa pada tahun 2019, penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM mencapai hampir 97 persen dari keseluruhan jumlah tenaga kerja di Indonesia. Namun, pencapaian yang besar ini akan terlihat kecil jika pemenuhan hak-hak dan kesejahteraan pekerjanya terus-menerus diabaikan.


Salah satu permasalahan yang harus dihindari adalah kecilnya pemberian upah lembur pada pekerja UMKM. Kendati belum ada aturan baku tentang hal ini, Perppu Cipta Kerja 2022 turut mengatur jumlah upah lembur untuk karyawan perusahaan besar, yaitu dengan menambah upah sesuai jam kerja tambahan yang mereka lakoni. Hal yang sama juga bisa diterapkan oleh UMKM jika karyawannya bekerja lebih dari 8 jam dalam sehari. Jumlah upah per jamnya didasarkan pada besaran gaji per bulan (bagi usaha mikro dan kecil) atau besaran UMR provinsi (bagi usaha skala menengah). Dengan begitu, karyawan terhindar dari eksploitasi dan merasa dipenuhi haknya dengan pembayaran yang layak.

Selain itu, meski tidak diwajibkan, pelaku UMKM juga bisa memenuhi hak karyawan dengan memberikan THR setiap tahunnya. Besaran THR bisa mengacu pada Perppu yang sama, yaitu sekurang-kurangnya 75 persen dari total penghasilan bulanan karyawan kita.

Selain dua hal di atas, ada pula bentuk kompensasi tidak langsung untuk karyawan yang belakangan wajib dimiliki di Indonesia, yaitu asuransi. Sahabat Wirausaha bisa mendaftarkan masing-masing karyawan tetap ke dalam program asuransi nasional, yaitu BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini telah diatur dalam UU No 24 Tahun 2011 mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Walaupun kita harus menyediakan budget khusus setiap bulannya, namun program ini nantinya bisa digunakan karyawan untuk berobat saat sakit atau jika mengalami kecelakaan kerja.

Pemenuhan hak-hak pekerja di industri kecil dan menengah Indonesia memang masih jauh dari kata sempurna. Meski begitu, pelaku UMKM pada prinsipnya selalu bisa mempertimbangkan kepatutan dalam menentukan upah karyawannya masing-masing. Karyawan yang sejahtera terbukti bisa lebih dedikatif dan loyal terhadap bisnis kita. Hasilnya, jalan untuk UMKM Naik Kelas pun akan semakin mudah dilalui.

Jadi, sudahkah kita memberikan upah yang layak hari ini?


Sumber Artikel: UKM Indonesia

Pekerjaan Tidak Sesuai Kontrak, Bagaimana Mengatasinya?


Pekerjaan tidak sesuai kontrak mungkin sering kita jumpai di lapangan. Ada banyak karyawan atau tenaga kerja yang bekerja dan proses dalam melakukan pekerjaannya itu ternyata tidak sesuai dengan kontrak kerja. Tentu saja hal ini akan merugikan karyawan karena karyawan tersebut akan bekerja tanpa adanya ketentuan yang jelas.

Kontrak yang terjalin antara tenaga kerja dengan perusahaan sebenarnya merupakan suatu hal yang penting dan tidak dapat dipandang remeh. Kontrak ini sering kali disebut dengan istilah kontrak kerja dimana di dalamnya terdapat berbagai ketentuan kerja dan lainnya. Apa yang sudah tertuang dalam kontrak ini tentunya tidak dapat dilanggar dan harus dijalankan. Sebab kontrak kerja ini merupakan kesepakatan antar dua belah pihak yaitu antara tenaga kerja dan pihak perusahaan tempatnya bekerja.

Jika kontrak kerja ini telah ditandatangani oleh karyawan maka berarti karyawan telah menyetujui berbagai ketentuan kerja yang diberikan oleh pihak perusahaan. Oleh karena itu karyawan sudah seharusnya bekerja sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. Begitu pula sebaliknya bahwa pihak perusahaan sudah seharusnya memberikan apa yang menjadi hak karyawan sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat dan tertuang di dalam kontrak kerja. Keberadaan kontrak kerja memang penting dan hal ini bahkan menjadi acuan bagi karyawan dalam melakukan pekerjaannya.

Sumber Artikel: Jojonomic.com




10 Alasan Mengapa Digital Marketing Penting untuk Bisnis UKM


 

Kegiatan promosi menjadi penentu dalam meningkatkan angka penjualan bagi seluruh jenis usaha, baik itu berskala kecil maupun besar. Kegiatan promosi berupaya untuk menawarkan produk atau jasa dengan tujuan agar membeli atau mengkonsumsinya. 

Jika didukung dengan cara promosi yang tepat, bisnis Anda akan mampu mendatangkan hasil penjualan yang maksimal. Banyak perusahaan yang merubah cara promosinya menggunakan digital marketing, dimana promosi tersebut tentunya dilakukan secara digital. 

Hal tersebut akan sangat berguna untuk UKM agar bisnis yang dijalankan terus bertahan dan berkembang.


Pentingnya Digital Marketing untuk Bisnis UKM

Menerapkan digital marketing untuk bisnis UKM dapat memberikan dampak positif yang dapat menjangkau target pasar yang lebih luas dan tidak berpatok dengan letak geografis. 

Sehingga bisnis UKM perlu untuk bertransformasi menjadi go digital agar bisnis terus berkembang mencapai target penjualan. Berikut ini manfaat dari pentingnya menerapkan digital marketing untuk bisnis UKM.

1. Memperluas Jangkauan Pasar

Alasan pertama mengapa digital marketing penting untuk bisnis UKM adalah karena perlunya transformasi menuju go digital dalam memperluas jangkauan pasar. 

Dengan kata lain, bisnis UKM perlu memperluas usahanya agar memperoleh hasil penjualan yang maksimal. Manfaatkan seluruh platform media online untuk kegiatan pemasaran serta optimalkan seluruh media agar target pasar semakin meningkat.

2. Meningkatkan Angka Penjualan

Ketika Anda ingin memulai sebuah usaha, banyak hal yang harus dipikirkan dan juga dipertimbangkan. Tujuan usaha yang utama adalah mendapatkan keuntungan selain memberikan solusi kepada masyarakat dengan produk yang ditawarkan.

Dengan kehadiran digital marketing dalam bisnis UKM, akan membuat banyak orang mengenal bisnis Anda dengan cepat. Hal tersebut berpeluang meningkatkan angka penjualan dan mempengaruhi permintaan produk yang akan diproduksi.

3. Menghemat Biaya Promosi

Strategi pemasaran dengan menerapkan media online memang jauh lebih murah dibandingkan dengan menerapkan cara-cara konvensional dengan membuat brosur atau sebuah baliho. 

Oleh karena itu, bagi Anda pebisnis selaku bisnis UKM yang berkeinginan bisnis Anda dapat dengan cepat dikenal oleh banyak orang, strategi pemasaran dengan digital marketing adalah solusinya.

4. Menciptakan Customer Experience yang Luar Biasa

Pengalaman konsumen adalah totalitas tanggapan konsumen dalam mengkonsumsi sebuah produk. Baik itu layanan maupun strategi pemasaran yang diberikan. 

Semua hal diatas harus bisa memberikan pengalaman dan kesan yang baik. Sehingga akan menjadikan perjalanan pelanggan Anda atau customer journey menjadi lebih menyenangkan dan berkesan.

5. Mudah dalam Menganalisis Bisnis

Penerapan digital marketing untuk bisnis UKM akan memudahkan Anda untuk mendapatkan data yang akurat. Dari data yang Anda dapatkan tersebut, Anda bisa melakukan analisis yang lebih cepat dan tepat.

Sehingga Anda dapat melakukan perbaikan atau mengembangkan bisnis Anda menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen.

6. Melayani Customer dengan Cepat

Terkadang, konsumen mengeluh dengan pelayanan yang kurang maksimal atau lambat. Bisnis UKM dapat memanfaatkan chatbot sebagai pesan otomatis untuk membalas pesan konsumen yang masuk. 

Sehingga dengan adanya chatbot pelanggan tidak perlu mengantri lagi ketika ingin berkonsultasi atau bertanya mengenai sebuah produk yang ditawarkan. 

Chatbot dapat melayani dengan cepat sehingga sangat menghemat waktu dan tentunya akan memberikan kepuasan yang lebih bagi konsumen. 

Hal ini jelas menjadi kelebihan di mata konsumen untuk meneruskan transaksi atau tetap setia terhadap suatu bisnis. 

7. Mudah Mengenali Tren dan Pasar

Bagi Anda yang merasa kesulitan untuk mengenali tren dan pasar, menggunakan strategi digital marketing akan memudahkan Anda untuk mengenalinya. 

Semakin berkembangnya kemajuan teknologi, tren di dunia bisnis juga menjadi semakin bervariasi. Penggunaan media online dalam strategi digital marketing untuk bisnis UKM akan mudah serta cepat dalam memperoleh sebuah informasi dari beragam penjuru dunia.

8. Menjangkau Pengguna Perangkat Khususnya Smartphone

Smartphone bisa dibilang merupakan sebuah perangkat yang memungkinkan untuk melakukan komunikasi seperti menelpon atau berkirim pesan singkat.

Tidak hanya kalangan orang tertentu saja yang dapat menggunakan teknologi canggih ini, semua kalangan dapat menikmatinya dengan kelebihan yang dimiliki smartphone. 

Oleh karena itu, bagi Anda yang baru memulai bisnis, digital marketing adalah solusi yang tepat untuk bisnis Anda dapat dikenal oleh banyak orang.

9. Meminimalisir Hilangnya Target Pasar

Kehilangan target pasar adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh semua para pelaku bisnis, hal ini adalah kecenderungan pengguna yang mulai nyaman dengan menggunakan semua kegiatan dengan digital. Mulai dari bisnis pesan makanan, transaksi sampai kebutuhan dalam berbelanja pun dilakukan secara online. 

Bila bisnis Anda tidak mampu menyesuaikan dengan kebiasaan tersebut, maka Anda harus bersiap untuk kehilangan potensi pendapatan dari para konsumen yang semakin dimanjakan dengan adanya kemudahan akses online.

10. Bisnis Berkembang Lebih Cepat

Bisnis yang sudah go digital akan mampu berkembang lebih cepat. Hal tersebut dibantu dengan cepatnya penyebaran informasi saat ini yang menjadi poin utama dalam bisnis digital. 

Dengan menggunakan berbagai platform digital secara lebih maksimal, maka jumlah audiens yang mampu mengenali produk Anda pasti akan lebih banyak. Sehingga, potensi penjualan pun akan semakin besar.


Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Digital Marketing?


Strategi Digital Marketing untuk Bisnis UKM

1. Promosi Lewat Social Media

Bagi pelaku bisnis, Anda akan diuntungkan ketika Anda menggunakan strategi pemasaran digital untuk bisnis. Karena, media sosial bisa dengan mudah untuk menarik minat masyarakat terhadap produk atau jasa yang Anda jual. 

Hampir seluruh orang di dunia ini menggunakan media sosial untuk menemukan sebuah informasi atau berbagi informasi kepada sesama. Hal tersebut jika diterapkan pada dunia bisnis adalah pilihan yang tepat, karena kemampuan media sosial dapat membangun dan menarik minat masyarakat.


2. Bekerjasama dengan Influencer

Strategi pemasaran dengan menyewa jasa influencer adalah salah satu tren paling populer di era digital. Influencer memiliki pengaruh kuat dalam pemasaran, tentu juga didukung kreativitas mempromosikan suatu produk/jasa.

Influencer adalah seseorang yang memiliki pendapat atau suara yang merupakan kekuatan mereka untuk menyampaikan sesuatu. Influencer dinilai dari jumlah pengaruh yang diciptakan untuk pengikut.

3. Memanfaatkan Marketplace

Marketplace merupakan sebuah platform dimana Anda akan mendapatkan fasilitas jual beli dengan berbagai macam toko. 

Umumnya, jika dilihat dari kasat mata marketplace sendiri memiliki konsep yang sama dengan pasar tradisional secara nyata. Hanya saja, keberadaan marketplace ini sendiri dilakukan secara online.

4. Menggunakan Google MyBusiness

Google MyBusiness adalah tools yang dikeluarkan oleh google untuk memudahkan konsumen menemukan informasi sebuah bisnis. 

Beberapa informasi yang akan ditampilkan tools ini mencakup, nama bisnis, alamat/lokasi usaha, alamat email, jam operasional, nomor telepon perusahaan, website, maupun foto.

5. Beriklan di Platform Digital

Strategi iklan adalah sebuah pendekatan untuk memberikan informasi untuk mendapatkan jangkauan luas pada suatu target audiens terhadap suatu produk.


Strategi iklan pada suatu platform digital memainkan peran penting bagi keberhasilan aktivitas pemasaran. Cara beriklan di platform digital harus sesuai dengan strategi agar mendapatkan hasil yang optimal.

Tips Memanfaatkan Digital Marketing untuk Bisnis UKM

1. Kenali Pelanggan Anda dengan Baik

Konsumen merupakan salah satu aset paling berharga bagi pelaku usaha karena merupakan faktor pendukung berkembangnya suatu usaha. 


Sehingga Anda perlu mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen, ketahui perilakunya serta data konsumen seperti email dan nomor handphone yang akan memudahkan Anda untuk memberikan informasi terkait bisnis dengan lebih mudah.


Konsumen juga berperan dalam menumbuhkan usaha dengan merekomendasikan bisnis kepada teman atau lingkungan mereka, sehingga jaringan dan jangkauannya akan semakin luas lagi.


2. Membangun Brand

Branding menjadi hal terpenting dalam kegiatan pemasaran. Ini merupakan kemampuan konsumen dalam mengenali dan mengingat suatu merek, produk atau jasa. Karena, konsumen cenderung membeli produk yang berasal dari merek yang dikenalnya.


3. Lakukan Promosi Secara Rutin

Promosi merupakan salah satu dari strategi pemasaran. Promosi penjualan proses memberikan informasi, memberi pengaruh, dan mengingatkan target pasar akan jasa atau produk agar bisa diterima dan dibeli oleh pasar. 


Lakukanlah promosi secara rutin karena dengan promosilah penjualan akan terjadi dengan cara-cara yang kreatif sehingga para konsumen tidak merasa bosan.


4. Peka Terhadap Perubahan Tren

Jika Anda baru memulai suatu bisnis, Anda tentu ingin mengetahui dan mempelajari tren yang selalu dinamis untuk menemukan produk yang tepat. Kehadiran tren sering menarik perhatian masyarakat. 


Karena itu, para pelaku bisnis perlu mengikuti tren yang berkembang agar produknya tidak ketinggalan zaman.


5. Memaksimalkan Berbagai Platform Digital

Media sosial tempat yang tepat memasarkan melalui aktivitas online. Pengguna berlomba-lomba melakukan promosi, memperkenalkan produk, membangun jaringan dengan pelanggan demi tercapainya brand yang lebih baik. Kegiatan inilah yang meningkatkan brand pada pengguna media sosial.

Penutup

Menerapkan digital marketing pada bisnis UKM membantu cepatnya penyebaran informasi yang menjadi poin utama sehingga bisnis UKM akan mampu berkembang lebih cepat.

Dengan menggunakan berbagai platform digital secara lebih maksimal, maka jumlah audiens yang mampu mengenali produk Anda pasti akan lebih banyak. Sehingga, potensi penjualan pun akan semakin besar.

Sumber Artikel: https://sasanadigital.com/alasan-pentingnya-digital-marketing-untuk-bisnis-ukm/