Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Pilih Pekerjaan Atau Orangtua?

Work or Family

Semua orangtua pasti berharap anak-anaknya sukses. Selalu dapat nilai yang bagus saat sekolah, bisa diterima di PTN-PTS ternama, lulus kuliah dengan IPK tinggi, langsung dapat pekerjaan mapan di perusahaan yang bonafid dengan gaji besar, ketemu jodoh yang berasal dari keluarga terpandang kemudian menikah dan hidup bahagia. Siapa sih yang ga mau?? But life isn't that perfect. Dan itu yang gue alami.

Selesai kuliah gue ngerasain banget yang namanya susahnya cari kerja. Banyak perusahaan dan orang2 yang pernah mewawancarai gue bilang kalo background pendidikan gue ga sesuai dengan minat dan bakat gue, dan itu yang bikin gue selalu gagal cari pekerjaan yang sesuai dengan background pendidikan gue. Gue berakhir dengan ambil beberapa pekerjaan yang sama sekali jauh dari pendidikan gue di bidang hukum, itupun ga berlangsung lama karena idealisme gue terlalu tinggi untuk bertahan di tempat kerja yang suasana dan orang2nya ga bikin gue nyaman. Gue pernah menolak pekerjaan di salah 1 perusahaan walaupun gajinya lumayan dan kantornya dekat dengan rumah gue hanya karena gue mendengar si calon atasan mengeluarkan dirty jokes saat ngomong dengan karyawan lainnya, yang menurut gue hal itu sangat ga pantas diucapkan di kantor sekalipun suasananya akrab.

Sampai detik ini, sudah hampir 3 taun gue berstatus sebagai pengangguran. Dengan status jobless itu sudah banyak hal2 ga enak yang gue alamin. Mulai dari pihak keluarga sampai orang2 yang ga gue kenal banyak yang memandang gue sebelah mata karena status jobless itu. Sampai akhirnya gue berhasil bertahan dan ga malu dengan status jobless tersebut karena 1 alasan. Kondisi kesehatan bokap. Semenjak bokap sakit2an dan sering keluar masuk RS, gue akhirnya memutuskan untuk berhenti apply lamaran dan stay dirumah untuk jagain bokap. Dengan pilihan itu ternyata justru lebih banyak omongan miring yang masuk. Kok bisa2nya ya orangtua sakit tapi malah enak2an dirumah ga cari kerja?? Ga malu apa udah umur segitu tapi masih nganggur, apalagi bapaknya sakit2an gitu, kerja kek daripada dirumah doang!! 

Pernah ada beberapa orang yang menawari gue pekerjaan dengan berbagai macam alasan. Mulai dari yang cuma kasian sama gue, sampe yang motifnya terselubung untuk menaikkan jabatannya dengan merekrut orang baru. Semua tawaran itu berakhir dengan penolakan gue. Mereka kemudian menyebut gue sebagai orang yang sombong dan ga tau diri karena menolak tawaran mereka. Silahkan cap gue sesukanya, tapi gue punya idealisme sendiri yang harus anda hormati.

Ada saat dimana nyokap malu sama keadaan gue yang jobless. Jujur gue pun pernah merasa minder dengan status jobless itu. Gimana engga, hampir semua orang yang bertanya soal pekerjaan gue berakhir dengan mencibir ataupun mengasihani keadaan gue. Sudah banyak perkataan dan perbuatan ga enak dari mereka yang gue terima karena status jobless gue.

Sampai akhirnya gue meyakinkan nyokap agar tutup kuping sama semua omongan ga enak orang2. Gue buktiin ke nyokap kalo tanpa pekerjaan kantoran pun gue masih bisa dapet rezeki. Dan nyokap sekarang jadi bisa sama cueknya seperti gue menghadapi orang2 itu karena beliau tau gimana perjuangan gue merintis bisnis kecil2an gue ini dengan modal nol hingga mulai berkembang seperti sekarang.

Sekarang nyokap bisa dengan bangganya bilang kalo gue punya usaha sendiri ke orang2 yang (masih aja kepo) nanya soal pekerjaan gue. Saat orang2 itu nanya berapa uang yang nyokap keluarin untuk modalin gue usaha, nyokap juga dengan santai akan bilang kalo beliau sama sekali ga pernah keluar uang sepeserpun untuk modalin gue usaha. Yah, walau banyak orang yang ga percaya tapi emang itu kenyataannya.

Gue ga pernah menyesal dengan keputusan gue untuk tinggal dirumah menjadi pengangguran dan merawat bokap. Gue memang ga bisa dapat uang/gaji tapi gue punya banyak waktu yang ga banyak dipunyai orang2 yang bekerja. Gue percaya ini memang jalan dari Tuhan untuk gue supaya gue bisa berbakti sama orangtua gue, terutama bokap.

Gue adalah anak kesayangan bokap, namun gue akui selama ini gue jarang meluangkan waktu untuk beliau. Semasa SMP-SMA saat bokap sudah pensiun, gue sedang asyik2nya dengan dunia remaja dan teman2. Setelah itu gue kuliah di luar kota selama 4 tahun. Begitu lulus kuliah pun gue sempat tinggal di kota lain yang juga jauh dari keluarga. Saat inilah mungkin Tuhan sedang memberikan gue kesempatan untuk mengganti banyak waktu gue yang hilang sama bokap dulu.

Walau banyak orang yang sebenarnya tahu bagaimana keadaan keluarga gue dengan kondisi bokap yang mulai sakit2an, tapi kadang mereka tutup mata. Mungkin buat mereka uang lebih penting dibanding orangtua. Bagaimana gue bisa kerja dengan tenang saat tahu bokap sakit dan sendirian dirumah?? Sekalipun keluarga gue bisa menyewa seseorang untuk merawat bokap, tapi tetap aja hati ga bakalan tenang dan pasti bokap sendiri lebih pengen diurus sama keluarga dibanding orang sewaan.

Coba deh inget2, dulu waktu kita kecil aja orangtua kita selalu panik tiap kita jatuh sakit dan selalu berusaha meluangkan waktu dengan ambil cuti di tengah2 hectic-nya pekerjaan mereka hanya untuk menemani kita yang sedang sakit. Sekarang, saat keadaannya terbalik, saat orangtua kita yang sakit, apakah kita tega lebih mementingkan karir dibanding mereka?? For me, it's absolutely NO. Sangat ga enak harus selalu merasa ketakutan kehilangan orangtua yang mulai sakit2an dan buat gue gaji berapapun ga akan bisa membayar itu semua.

Setelah bokap ga ada, gue akhirnya sadar dengan status jobless gue selama ini gue sudah belajar banyak hal. Pilihan gue untuk menjaga bokap di masa2 sakitnya ternyata ga salah. Gue bisa belajar untuk sabar ngadepin omongan dan perlakuan ga enak orang2. Belajar untuk ngeliat siapa2 aja orang2 di sekitar gue yang bener2 tulus atau cuma pura2 baik di depan gue. Belajar nerima keadaan dan ga ngeluh sesusah apapun keadaan yang gue hadapin, dan banyak hal lainnya. Karena status jobless gue itu, sekarang gue jadi punya usaha dirumah dan bisa ngasih makan oranglain dari usaha kecil gue ini. Gue bisa berubah dari anak manja yang selalu ngumpet diketek orangtua jadi orang yang mandiri juga karena status jobless gue itu dan gue ga pernah menyesal sudah mengambil keputusan itu.

Semoga aja bokap juga bisa bangga sama gue walaupun gue belum bisa ngasih apa2 sampai akhir hayat beliau. Bisa ngebanggain orangtua dengan cara gue sendiri udah lebih dari cukup untuk ngebayar semua rasa lelah dan sakit hati atas hinaan orang2 selama ini. Dan buat orang2 yang secara langsung ataupun tidak sudah memandang remeh gue selama ini, gue cuma pengen bilang, try to put yourself in my shoes and let's see, can you survive with that?

Sumber Artikel: cha2enwe.blogspot.com


Menelusuri Jejak E30, BMW Seri 3 yang Ngetop Karena Film "Catatan Si Boy"




Bagi Anda yang pernah melewati era tahun 80-an, Anda mungkin pernah merasakan zaman di mana  E30 BMW Seri 3 begitu digandrungi. Di Indonesia, fenomena demam otomotif buatan Jerman tersebut terjadi bukan tanpa alasan. Generasi yang pernah tumbuh dan besar di tahun 80-an pastinya tahu dengan film Catatan Si Boy yang sempat hits di masanya.

Berkisah tentang anak orang kaya, Boy yang dibintangi oleh Onky Alexander kerap berkendara dengan mobil kesayangannya yang berasal dari tipe ini. Sejak saat itu, E30 BMW Seri 3 tersebut bak sebuah identitas baru bagi anak muda gedongan terutama di kota-kota besar. Pesonanya saat melewati jalanan mampu menyita perhatian banyak orang yang begitu mengidamkannya.

Terlepas dari film yang membesarkan namanya di Indonesia, E30 BMW Seri 3 boleh dibilang sebagai salah satu sedan paling sukses yang pernah diluncurkan oleh produsen asal Negeri Bavarian tersebut. Kemunculannya bahkan disebut-sebut sebagai pesaing dari Mercedes Benz 190E atau yang akrab dikenal dengan “Baby Benz”. Diproduksi pada tahun 1982 hingga 1984, sedan kelas entry-level ini begitu meledak di pasaran dengan penjualan lebih dari 2,3 juta unit di seluruh dunia.

Pada awal kemunculannya mobil ini memiliki wujud bodi yang berbeda-beda. Sebelumnya, model dua pintu (coupe) merupakan wujud dari bodi pertamanya. Model coupe disadur karena E30 BMW Seri 3 pada mulanya memang dimaksudkan sebagai penerus dari E21 yang diproduksi pada tahun 1975 hingga 1983.

Selang satu tahun kemudian, BMW mulai memperkenalkan jenis sedan dengan empat pintu. Setelahnya, E30 muncul dengan versi atap yang bisa dilipat atau convertible pada tahun 1985. Menyusul versi estate (touring) pada tahun 1987 yang khas karena bagian ekor atapnya terlihat menyatu dengan bagasi.

Pada tahun 1987, BMW mengeluarkan sentuhan pembaharuan jenis ini melaui Major Facelift E30. Penyegaran ini membuatnya disebut sebagai Seri 2. Tak terlalu berbeda dengan model sebelumnya, meski begitu beberapa bagian terlihat mengalami perubahan. Salah satunya adalah mesin M10 4-silinder yang diganti menjadi M40. Penipisan pada bumper depan, serta peniadaan aksen chrome membuatnya memiliki eksterior yang tampak anyar.

Selain itu, Major Facelift E30 BMW Seri 3 sudah menganut model proyektor pada bagian lampu utamanya sehingga membuat pantulan cahaya dari lampu bohlam dapat menyorot dengan lebih fokus. Terdapat pula fitur fog lamp untuk membantu pengendara menyusuri jalanan berkabut. Fog lamp tidak hanya sebatas berfungsi sebagai penerang kabut saja, tetapi juga dapat menambah ketajaman visibilitas bila dipakai berkendara malam hari.

Mengulas kembali keterkaitannya dengan film Catatan si Boy. Euforianya boleh dibilang hampir bersamaan saat mobil tersebut masuk ke Indonesia. Mempergunakan BMW 318i E30 hijau miliknya, Boy kerap memperagakan sejumlah adegan aksi maneuver seperti menukik.

Tak bisa dipungkiri, melalui peran film inilah penjualannya begitu meroket di Indonesia. Tak hanya itu, sedan ini juga berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai kendaraan yang memiliki kemampun khusus sport.

Performanya yang mengesankan tidaklah mengherankan mengingat mobil rancangan Claus Luthe ini memang diciptakan dengan konsep ultimate driving machine. Kalimat tersebut mengacu pada mesinnya yang memang dibuat sedemikian rupa agar begitu bertenaga saat dipacu. Akrab dikenal sebagai M40, hingga saat ini keberadaannya masih menggoda banyak orang untuk meminangnya.

Dengan kapasitas mesin 1.800 cc, mesin 4 silinder dan 8 katup, M40 memang dikenal memiliki mesin yang sangat bandel di zamannya. Kendaraan roda empat ini mampu melaju dengan tenaga maksimal 150Hp @5.800 RPM dan torsi 145 Nm @4,500 RPM. Mobil ini bahkan dilengkapi dengan bahan bakar jenis injeksi yang membuatnya lebih irit.

Tampilannya juga terbilang sangat sporty jika dilihat dari dimensinya yang cocok untuk melesat di jalanan. Mobil ini juga khas dengan 4 buah mata lampu dan grille khas BMW pada bagian depannya.

Saking tinggi peminatnya, untuk mendapatkan mobil ini dalam kondisi bagus bukanlah perkara mudah. Bukan hanya orang biasa yang sulit mendapatkannya, bahkan sekelas rumah produksi juga sulit untuk mendapatkannya. Pada tahun 2011 lalu, nostalgia Catatan si Boy kembali dibangkitkan dengan judul Catatan (Harian) si Boy. Demi memenuhi tuntutan kesempurnaan jalan cerita, pihak produksi mengupayakan berbagai cara untuk menemukan mobil legendaris tersebut.

Namun disebabkan sulit untuk menemukannya dalam kondisi prima, tercetus ide untuk mengakalinya dengan modifikasi tumpang tindih. Hal tersebut dilakukan dengan menggabungkan beberapa bagian dari tiga jenis BMW 318i, sehingga lahirlah mobil baru yang sangat mirip dengan milik Boy di tahun 1987.

Namun dibalik kelebihannya, E30 BMW Seri 3 ini juga memiliki sejumlah kekurangan, seperti rendahnya ground clearance sehingga rawan berbenturan saat menemui jalan berlubang. Akan tetapi, kekurangan tersebut tidaklah fatal karena masih dapat disiasati dengan sejumlah pembenahan di beberapa bagian. Selain itu, ukuran kabin yang kurang leluasa adalah salah satu hal yang paling disayangkan oleh para peminat mobil ini.

Tak hanya Catatan si Boy, jejak kesuksesan BMW E30 bahkan bisa terlihat dari film-film yang diproduksi sudahannya, seperti film Cradle of Fear (2001), Acid Factory (2009), dan Death Hunter (2010). Andre Taulany merupakan salah satu ARTIS Tanah Air yang pernah ikut memburu mobil ini sebagai koleksi.

Sumber Artikel: mobilretroklasik.com


Jenis-jenis Sol Sepatu

1. Sol Karet (Rubber Sole)

Dilansir dari laman mainbasker.id, jenis sol sepatu pertama adalah jenis sol sepatu karet yang paling dikenal manusia dalam sejarah pengembangan sepatu. Istilah “sneaker” pun muncul dari sini. Sol sepatu di pilihan pertama ini menggunakan karet yang sudah dicetak sedemikian rupa sehingga mengikuti dimensi bagian atas. Jenis sol karet juga terbilang tradisional, namun tak lekang oleh waktu karena biaya produksi yang lebih terjangkau. Terdapat beragam merek sepatu saat ini yang menggunakan jenis sol ini. Sepatu-sepatu bersol karet biasanya diproduksi sebelum tahun 1970-an karena sol karet jadi yang terdepan di zaman itu.




2. TPU (Thermoplastic Polyurethane)

Jenis sol sepatu yang berikutnya dinamakan dengan TPU atau Thermoplastic Poly Utherane. Sol jenis ini merupakan bantalan berbahan dasar plastik polimer yang telah melewati proses cetak menggunakan suhu panas tertentu. Sepatu berbahan TPU atau PU biasanya adalah sepatu lari lintas medan (cross-training) dan sepatu lari jarak jauh. Bahan plastik ini bisa dicairkan lalu dipadatkan ulang sehingga bisa lebih mudah melakukan perubahan bentuk untuk edisi-edisi sepatu lain. Meski begitu, biaya pengembangan teknologi pada sol TPU masih terbilang mahal.

3. Ethyl Vinyl-Acetate (EVA) atau Phylon

Jenis sol sepatu yang ketiga dinamakan EVA atau Ethyl Vinyl-Acetate atau juga disebut dengan phylon. Bahan ini dianggap sebagai yang paling memberikan kenyamanan sekaligus mudah diatur ketebalannya mengikuti kebutuhan pabrikan. EVA biasanya diproduksi sebagai bahan bantalan sol dan bagian luar sepatu lainnnya. Salah satu jenis plastik ini jadi yang paling ringan di antara jenis bantalan lainnya. Sol Phylon merupakan pengembangan dari sol EVA yang telah dilumerkan menggunakan pemanas lalu didinginkan menggunakan mesin cetakan sol dengan siraman suhu dingin. Lewat proses ini, EVA yang sudah menjadi Phylon menjadi lebih padat namun tetap bisa memberikan kenyamanan yang dicari. Kebanyakan sepatu basket modern menggunakan sol Phylon.



4. Thermo Plastic Rubber (TRP)

Jenis sol sepatu yang terakhir dinamakan dengan TRP atau Thermo Plastic Rubber yaitu jenis sol yang dibuat dari karet mentah yang dicairkan lalu dicetak ke dalam cetakan sol sepatu. Keunggulan dari bahan ini adalah traksi yang baik, tahan lama, serta awet menghadapi terjangan permukaan yang kasar. Sepatu-sepatu outdoor seperti Timberland dan Red Wing menggunakan sol berjenis TRP. Meski demikian, proses tersebut berdampak pada kenyamanan, Sepatu bersol TRP tidak seempuk sol sepatu berbahan EVA dan TPU. Biasanya sepatu-sepatu bersol TRP menambahkan sol dalam (insole) yang empuk demi meningkatkan kenyamanan. Penambahan fitur itu pun berdampak pada biaya produksi sehingga mempengaruhi harga jual sepatu di pasaran.

Jika Kamu Sedang Mengalami 8 Hal Ini, Tandanya Kamu Orang yang Egois


Dalam diri manusia terkadang ada sifat ingin menang sendiri. Sifat egois manusia sudah bawaan dari lahir, tinggal bagaimana cara kamu untuk mengontrol sifat tersebut agar tidak merugikan dirimu maupun orang lain.

Seseorang tidak akan pernah menyadari bahwa dirinya telah melakukan tindakan yang egois sampai ada orang lain yang menegurnya. Apakah kamu salah satu orang yang egois? Sudahkah menyadarinya? Yuk kenali tanda-tandanya!

KAMU MERUPAKAN ORANG YANG TIDAK MAU DISALAHKAN PADAHAL KESALAHAN ITU KAMU YANG LAKUKAN
Pernahkah kamu berbuat salah tapi kamu tidak mau mengakuinya? Ciri-ciri pertama orang yang egois adalah tidak pernah ingin menjadi orang yang disalahkan. Kamu selalu menyalahkan orang lain padahal kesalahan tersebut berasal darimu. Dirimu tidak bersikap jujur dan tidak bertanggung jawab atas semua hal yang kamu lakukan. Kamu menganggap dirimu paling benar, dan orang lain yang salah.

TIDAK PERNAH PUAS, KAMU SELALU INGIN SEMUANYA SERBA SEMPURNA
Tidak pernah merasa puas dengan apa yang didapatkan, selalu saja masih merasa kurang dan ingin segala sesuatunya berjalan sempurna sesuai keinginan. Kamu tidak pandai bersyukur atas segala hal yang kamu miliki. Ciri-ciri seperti ini menandakan kamu termasuk orang yang egois. Sebagai manusia, wajar memang jika kita tidak pernah merasa puas, tetapi jangan lupa untuk bersyukur agar kita tidak menjadi orang yang sombong.

KAMU MEMANDANG SEGALA HAL DARI SUDUT PANDANGMU, TIDAK MEMENTINGKAN PENDAPAT ORANG LAIN
Ciri-ciri lainnya dari seseorang yang bersifat egois adalah tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Memang bagus berpegang teguh pada pendapat diri sendiri, tetapi ada kalanya pendapat orang lain dibutuhkan untuk mencapai hasil yang maksimal. Bisa jadi sudut pandangmu itu salah, dan bantuan orang lain pasti bisa meluruskan pandanganmu yang keliru tersebut. Jangan pernah malu untuk meminta bantuan dari orang-orang yang ada di sekelilingmu.

KAMU SELALU MENGELUH TIADA HABISNYA, SEAKAN DUNIA SERBA SALAH
Tiada hari tanpa mengeluh, seakan dunia ini yang bersalah padamu. Semua hal tidak berjalan sesuai dengan rencanamu, maka dari itu kamu terus mengeluh. Coba introspeksi diri, bukan dunia yang harus beradaptasi padamu, tetapi kamu yang harus menyesuaikan diri pada dunia. Dunia ini terlalu luas, jika kamu memaksakan dunia berjalan sesuai dengan kehendakmu. Orang sukses tidak pernah menggunakan waktunya hanya untuk mengeluh. Mengeluh tidak memberikan hasil dan mengubah apapun. Jangan buang waktumu dengan percuma untuk mengeluh jika tidak mau dianggap orang yang egois.

UNTUK BERKUMPUL DENGAN TEMAN PUN KAMU TIDAK PUNYA WAKTU
Bagi kamu, waktu untuk sendirian lebih penting daripada berkumpul bersama teman-teman. Kamu selalu tidak ada saat teman-temanmu membutuhkanmu. Bahkan saat diajak bertemu untuk mengobrol pun kamu punya sejuta alasan untuk menolak. Jangan heran, jika pada akhirnya kamu akan dijauhi teman-temanmu.

SULIT SEKALI BAGI KAMU BEREMPATI PADA ORANG LAIN, BAHKAN PADA TEMANMU SENDIRI
Kamu tidak pernah mau mempedulikan nasib orang lain. Susah sekali bagimu untuk berempati. Ketika temanmu sedang menceritakan masalahnya, kamu tidak bisa merasakan kesedihannya atau bersikap untuk menenangkannya. Hatimu seperti telah tertutup oleh lapisan es yang tebal. Bagimu, urusan orang lain tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu.

KAMU TIDAK PERNAH MAU BERUBAH KE ARAH YANG LEBIH BAIK
Ciri lainnya dari orang yang egois adalah tidak pernah mau introspeksi diri sendiri. Tidak ada keinginan untuk berubah kea rah yang lebih baik, karena dia selalu menganggap dirinya adalah yang paling benar. Dia merasa tidak perlu merubah dirinya karena dia menanggap tidak ada yang salah pada dirinya, dia yang sekarang sudah merasa sempurna.

Tidak ada orang yang pernah berani menegurnya ataupun melawannya, itulah yang membuat sifat egois dalam dirinya memuncak. Dia merasa bisa melakukan apapun, kesombongannya telah membawanya menjadi manusia yang egois dan serakah. Dia tidak akan pernah mau mendengarkan kata-kata orang lain untuk berubaheskipun itu untuk kebaikannya.

KARENA KAMU HANYA MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI, MAKANNYA KAMU TIDAK SABARAN SETIAP KALI DISURUH MENUNGGU
Orang yang egois biasanya akan enggan disuruh menunggu dalam hal apapun. Bahkan menunggu saat mengantri di kasir pun ia tidak sabaran. Pikirannya hanya bertumpu pada dunianya, tidak menghargai atau mementingkan orang lain. Ia selalu ingin didahulukan ketika mengantri. Saat disuruh menunggu pasangan yang datang telat hanya 5 menit pun ia tidak mau menunggunya.

Kamu perlu tahu, kesabaran diperlukan dalam berbagai hal bahkan yang tidak terduga sekalipun, seperti menunggu jadwal terbang pesawat yang delay, menunggu kereta datang karena terganggu, menunggu datangnya pizza yang dipesan dari layanan delivery, menunggu datangnya jodoh, dan sebagainya. Jika kamu tidak mau bersabar dengan menunggu, kamu tidak akan pernah mendapat apa yang kamu inginkan.

Sumber: tatajiwa.com



Perilaku suka berbelanja dan hidup boros disebut perilaku konsumtif



"Perilaku konsumtif merupakan kecenderungan manusia untuk melakukan konsumsi tiada batas, membeli sesuatu yang berlebihan atau secara tidak terencana. Pada banyak kasus, perilaku konsumtif ini tidak berdasarkan pada kebutuhan, tetapi didorong oleh hasrat dan keinginan" 

Sikap / perilaku suka berbelanja dan hidup boros disebut perilaku konsumtif. Kata konsumtif berasal dari kata konsumsi, dimana kata konsumsi berasal dari bahasa Belanda yaitu ‘consumptie’, yang berarti suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumsi adalah suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen.

Pengertian konsumtif adalah bersifat konsumsi (hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri). Konsumtif biasanya digunakan untuk menunjuk pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Sedangkan paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok yang menjalankan perilaku konsumtif / proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan boros atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan disebut konsumerisme. Perilaku suka berbelanja dan budaya hidup boros sebagai salah satu contoh sikap konsumtif tersebut akan menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan.

Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya.
Berikut ini adalah contoh - contoh perilaku konsumtif:
1. Membeli produk karena iming-iming hadiah.
2. Membeli produk karena kemasannya menarik.
 3. Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi.
4. Membeli produk atas pertimbangan harga (bukan atas dasar manfaat ataukegunaannya).
5. Membeli produk hanya sekedar menjaga simbol status.
6. Memakai produk karena unsur konformitas terhadap model yang mengiklankan.
7. Munculnya penilaian bahwa membeli produk dengan harga mahal akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi.
8. Mencoba lebih dari dua produk sejenis (merek berbeda).  

Penyebab Perilaku Konsumerisme Perilaku konsumtif adalah perilaku yang mencerminkan hidup “serba instan”  atau tidak mau menempuh proses. Perilaku konsumtif  juga  sering dilawankan dengan perilaku produktif. Bahkan, konsumtif cenderung mengarah pada gaya hidup glamor, boros, dan lain sebagainya. Perilaku konsumtif lazim dialami pada masa-masa remaja. Remaja sangat senang dengan perilaku yang mengarah ke arah konsumtif dan hedonis (kesenangan / kenikmatan).
Mereka senang mengeluarkan uang demi membeli barang-barang yang mereka sukai.
Faktor – faktor penyebab perilaku konsumtif:
1.    Keluarga Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu faktor penyebab perilaku konsumtif bisa berasal dari keluarga. Sebagai contoh adalah seorang ibu yang sering memakai barang - barang mahal. Hal ini bisa berdampak pada sang anak sebagai seorang manusia yang mempunyai perilaku yang tidak mungkin bisa lepas, yaitu mengimitasi (meniru). Jadi, jika seorang anak melihat ibunya memakai perhiasan, mobil pribadi, telepon genggam, atau barang mahal lainnya, anak biasanya juga ingin memilikinya. Maka dari itu, jika orang tua menuruti permintaan anak, maka secara tidak sengaja orang tua telah membangun sikap konsumtif kepada si anak. Akan tetapi, jika orang tua menjelaskan mengapa dia membeli perlengkapan tersebut, maka kemungkinan anak menjadi konsumtif lebih kecil, tapi tidak dipungkiri juga bahwa faktor lingkungan juga sangat berpengaruh kepada si anak.
2.    Faktor Lingkungan Kadang kala, walaupun orang tua sudah mengajarkan kepada si anak bahwa perilaku konsumtif yang berlebihan itu tidak baik, tapi bisa saja faktor lingkungan membuat dia akhirnya memiliki perilaku konsumtif. Misalnya, menipu orang tua untuk mendapatkan uang jajan lebih agar bisa membeli baju yang serupa dengan teman-teman yang lain atau bisa juga menipu dengan mengatakan bahwa harus membeli perlengkapan sekolah agar bisa membeli barang yang diinginkan.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/2106268#readmore