Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label Web Development. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Web Development. Tampilkan semua postingan

Berapa Biaya untuk Membuat Website di Tahun 2024?



Jika Anda ingin tahu berapa biaya yang diperlukan untuk membuat website, maka jawabannya adalah tergantung.

Anda bisa mengeluarkan uang ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah per tahunnya, tergantung dari kebutuhan dan metode pembuatan website tersebut.

Artikel ini akan memberikan kisaran harga yang dapat menjadi acuan sederhana.

#1 Biaya membuat website secara mandiri

Berapa biaya yang perlu dikeluarkan jika ingin membuat website sendiri (tanpa menggunakan jasa vendor)?

Asumsi website yang ingin dibuat masih tergolong standar (bukan aplikasi rumit), Anda dapat mengeluarkan biaya di kisaran Rp.500.000 – Rp.10.000.000 / tahun

Untuk membuat website, Anda membutuhkan:

Domain. Kisaran biaya Rp.24.000 – Rp.800.000

Hosting. Kisaran biaya Rp.250.000 – Rp.6.000.000

Plugin dan theme premium, jika menggunakan WordPress dan sifatnya opsional. Kisaran biaya Rp.300.000 – Rp.1.500.000.

Jika Anda membuat website dengan menggunakan platform website builder, seperti Wix atau Shopify, maka Anda perlu membayar biaya subscription dari platform tersebut.

Membuat website secara mandiri artinya si pembuat harus memiliki berbagai skill yang mumpuni, misalnya: coding, konfigurasi domain dan hosting, desain, konsep, planning, dsb.

Biaya di atas tidak memperhitungkan waktu dan effort untuk proses pembuatan website. Jika Anda merasa waktu adalah uang, maka biaya yang perlu dikeluarkan akan jauh melebihi angka di atas.

#2 Biaya membuat website dengan memakai jasa vendor

Jika Anda merasa:

- Tidak punya skill yang cukup untuk membuat website,

- Tidak punya waktu,

- Tidak mau ribet dan pusing,

Maka, sebaiknya Anda menggunakan jasa vendor.

Berapa biaya yang perlu dikeluarkan jika ingin membuat website memakai jasa vendor?

Sebagai estimasi kasar, Anda dapat mengeluarkan biaya di kisaran Rp.5.000.000 – Rp.250.000.000 / tahun

Kok rentang harganya semakin jauh?

Karena jika menggunakan jasa vendor, waktu dan effort pengerjaan akan memengaruhi biaya pembuatan, misalnya:

Kompleksitas. Apakah kebutuhan website berupa landing page, company profile statis, ecommerce, atau custom app?

Jumlah halaman dan konten. Berapa banyak halaman yang perlu didesain?

Spesifikasi dan requirement. Apa saja fitur yang diperlukan? Tools apa yang digunakan untuk merancang website? Apa jenis hosting yang dipakai?

Selain itu, setiap vendor juga memasang tarif yang berbeda-beda, tergantung dari: pengalaman, expertise, biaya operasional, dsb. Hal ini dibahas lebih lanjut pada artikel Mengapa Setiap Vendor Website Harganya Berbeda-beda?

Untuk mudahnya, apabila Anda ingin tahu berapa biaya yang dibutuhkan secara akurat, sebaiknya Anda segera mencari jasa pembuatan website, menghubunginya, kemudian berkonsultasi, dan meminta estimasi harga.

Penutup

Harap diingat, semua kisaran biaya yang tertera di artikel ini tidak bersifat baku, melainkan lebih berupa estimasi biaya pada umumnya. Tidak perlu bingung jika menemukan domain, hosting, atau jasa vendor dengan harga yang lebih murah atau mahal dari informasi yang tertera.

Bagaimana menurut Anda mengenai harga pembuatan website? Apakah murah, mahal, atau wajar?

Silakan bagikan pendapat Anda pada kolom komentar.

Sumber Artikel: https://imajiner.id/blog/berapa-biaya-membuat-website/


Apa itu A/B Testing




Seorang marketer perlu mengetahui bagaimana produk marketingnya diterima oleh pelanggan. Nah, A/B testing adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya.

Ingin tahu lebih lanjut tentang A/B testing?

Dalam menentukan sebuah produk dan strategi marketing, kamu tidak bisa sepenuhnya menggantungkan diri pada timmu saja.
Bisa saja kalian merasa strategi itu sudah sesuai. Padahal, pelanggan melihat banyak kekurangan dari strategi tersebut.
Oleh karena itu, kamu perlu melihat dari sudut pandang pelanggan juga. Nah, di situlah peran A/B testing.
Apa itu A/B testing?
Dilansir dari Neil Patel, A/B testing adalah metode terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui strategi promosi dan pemasaran online terbaik dari bisnismu.
Adapun menurut Harvard Business Review, A/B testing adalah cara untuk membandingkan dua versi dari suatu hal demi mengetahui mana yang bekerja lebih baik.
Biasanya, eksperimen yang satu ini dilakukan dengan menguji dua hal berbeda pada dua kelompok. Jadi, kamu bisa melihat strategi seperti apa yang lebih disukai oleh pelanggan.
Apa saja yang bisa dibandingkan dalam A/B testing? Banyak. Semua hal yang terkait dengan strategi promosi dan pemasaran online bisa dilakukan menggunakan eksperimen yang satu ini.

Sebagai contoh, kamu sedang membuat landing page untuk situs perusahaan. Kemudian, kamu ingin membandingkan dua warna button yang berbeda.
Kamu bisa membuat satu landing page dengan button “Subscribe now!” berwarna biru dan satunya berwarna putih. Kemudian, kamu bandingkan landing page mana yang lebih banyak mendorong orang untuk men-subscribe newsletter situsmu.

Umumnya A/B testing hanya dilakukan dengan membandingkan satu hingga dua hal minor dalam sebuah strategi pemasaran online.

Jika membandingkan dua hal yang terlalu berbeda, kamu justru tidak bisa melihat mana bagian yang paling berpengaruh bagi keputusan pelanggan.
Setelah mengetahui hasil A/B testing, kamu bisa mengumpulkan data tersebut dan menjadikannya sebagai landasanmu membuat landing page yang sesuai.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa A/B testing adalah sesuatu yang berhubungan erat dengan data, seperti dikutip dari Unbounce.

Apa Itu CMS? Yuk Kenali Lebih Dekat!

Bagi Anda yang ingin membuat website tanpa coding, menggunakan CMS adalah solusi yang tepat. Dalam beberapa langkah mudah, website Anda sudah jadi dan bisa diakses online.

Eits, fungsi CMS bukan hanya untuk membantu Anda membangun website lho, tapi juga mengelola dan memposting konten dengan praktis.

Nah, makin penasaran apa itu CMS sebenarnya? 

Tenang, di artikel ini, kami akan menjelaskannya secara lengkap, termasuk manfaat CMS dan contoh CMS yang banyak digunakan untuk website di seluruh dunia. 

Sekarang, mari mulai dulu dengan memahami pengertian CMS.

Apa Itu CMS?

CMS adalah singkatan dari content management system, yaitu software yang memungkinkan Anda untuk membuat dan mengelola website dengan mudah.

Umumnya, sebuah CMS akan memberikan Anda sebuah antarmuka (user interface) di mana Anda bisa mengatur tampilan, fitur dan isi website dengan praktis. 

Antarmuka ini berisi berbagai menu yang diperlukan untuk mengutak-atik website sesuai dengan yang Anda inginkan. Singkatnya, Anda tidak perlu memiliki keahlian coding untuk mengelola website dengan CMS. 

Nah, supaya Anda punya gambaran, inilah tampilan halaman Dashboard (menu) WordPress, sebuah CMS yang cukup populer:

Apa Itu CMS?

CMS adalah singkatan dari content management system, yaitu software yang memungkinkan Anda untuk membuat dan mengelola website dengan mudah.

Umumnya, sebuah CMS akan memberikan Anda sebuah antarmuka (user interface) di mana Anda bisa mengatur tampilan, fitur dan isi website dengan praktis. 

Antarmuka ini berisi berbagai menu yang diperlukan untuk mengutak-atik website sesuai dengan yang Anda inginkan. Singkatnya, Anda tidak perlu memiliki keahlian coding untuk mengelola website dengan CMS. 

Nah, supaya Anda punya gambaran, inilah tampilan halaman Dashboard (menu) WordPress, sebuah CMS yang cukup populer:


2. Memudahkan Menata Tampilan Website dengan Tema

Mendesain website agar tampak menarik tentu bukan hal yang mudah. Namun, tidak demikian jika Anda menggunakan content management system.

CMS menyediakan banyak tema yang bisa Anda pilih untuk mengganti tampilan website secara instan. Beberapa CMS hanya menyediakan sedikit tema bawaan yang bisa digunakan. Akan tetapi, ada juga yang pilihan temanya sampai ribuan.

Menariknya, sebagian besar tema CMS mudah dikustomisasi. Misalnya, Anda bisa mengubah background, warna teks, dan urutan menunya dengan beberapa klik saja.

Yang tak kalah penting, banyak tema CMS yang bisa digunakan gratis. Namun, Anda juga masih bisa membeli tema berbayar dari marketplace pihak ketiga. 

3. Menambah Berbagai Fungsi dengan Plugin

Umumnya, content management system itu siap pakai. Maksudnya, sudah memiliki fitur yang lengkap untuk membuat website sederhana. Jadi, Anda langsung dapat membuat halaman dan menentukan tampilannya.

Akan tetapi, ketika ingin menambahkan fungsi khusus untuk website yang lebih kompleks, seperti website bisnis dan kursus online, Anda memerlukan plugin.

Untungnya, langkah untuk menginstal plugin CMS itu mudah kok.  Umumnya, cukup dengan dua langkah, yaitu instalasi dan aktivasi.

Ragam plugin dari sebuah CMS juga banyak, mulai dari plugin untuk keamanan hingga kecepatan. Beberapa plugin juga memudahkan Anda menambahkan elemen tertentu ke website, misalnya formulir kontak, pop-up, dan social share.

4. Membuat Website Lebih Aman

Kalau Anda membuat website dengan cara coding, maka bisa saja terjadi error kalau codingnya tidak benar. Nah, dengan CMS, kendala tersebut tidak terjadi karena setiap kode sudah diuji agar dapat berjalan baik. 

Bahkan, kalau terjadi error yang membuat website jadi tidak bisa diakses atau mudah diretas, pihak pengembang CMS akan cepat memberikan update. Anda cukup melakukan update melalui menu yang disediakan. 

Bahkan penyedia layanan hosting, seperti Niagahoster, menyediakan fitur update otomatis sehingga Anda tidak perlu repot melakukan update sendiri berulang kali. 

Apabila masih ingin meningkatkan keamanan, Anda tinggal menginstal plugin yang diperlukan. Mudah, ya?

5. Memudahkan Pengelolaan Bersama

Layaknya sebuah bisnis, pengelolaan website bisa saja dilakukan oleh banyak orang. Di website toko online, misalnya, bisa saja ada yang bertugas mengurus halaman produk, menulis konten blog, dan lain-lain.

Kalau hak akses ke website tidak diatur dengan baik, bisa saja terjadi kendala yang mengganggu operasional website. Misalnya, ada yang tanpa sengaja mengutak-atik pengaturan website hingga terjadi error.

Mengelola akses website tentu bukan hal yang mudah. Untungnya, content management system menyediakan pengaturan hak akses yang efektif. Saat membuatkan akun untuk anggota tim, Anda tinggal menentukan role atau perannya. Misalnya editor, author, atua contributor.

Dengan begitu, masing-masing orang hanya bisa mengakses website sesuai kewenangannya sehingga lebih teratur. 

6. Membuat Website Ramah Mesin Pencarian

Tanpa muncul di mesin pencarian, website Anda tidak akan dikenal publik. Hal ini tentunya sebuah kerugian besar, apalagi jika website Anda digunakan untuk berbisnis.

Nah, agar bisa muncul di Google dan mesin pencarian lainnya, website Anda harus SEO-friendly, baik secara teknis maupun dalam kaitannya dengan pengalaman pengunjung saat mengaksesnya. 

Kabar baiknya, hampir semua CMS dirancang agar ramah mesin pencarian. Hal ini bisa dilihat dari kode yang rapi, kemudahan untuk menerapkan search engine optimization (SEO), hingga tersedianya berbagai  plugin untuk mendukung SEO.

7. Memudahkan Pengelolaan Konten

Sesuai namanya, salah satu daya tarik CMS adalah manajemen konten yang baik. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya kategori dan tag untuk memilah-milah halaman dan postingan di website.

Jika membuat website dengan coding, kemudahan manajemen seperti itu tidak Anda dapatkan. Anda jadi harus membuat database halaman dan posting sendiri.

Pengelolaan media di CMS juga tidak kalah baik. Ada fitur media library untuk menyimpan dan mengelola gambar-gambar yang Anda upload.

Selain itu, ada juga fitur embed untuk menampilkan media dari media sosial atau platform video di website Anda. Dengan demikian, membuat konten multimedia di CMS sangatlah mudah.

6 Contoh CMS Terbaik yang Bisa Anda Gunakan

Setelah tahu apa itu CMS dan manfaatnya, Anda pasti bertanya, apa saja contoh CMS yang sebaiknya digunakan? Nah, di bawah ini adalah enam content management system gratis yang populer:

1. WordPress

Jika bicara soal CMS, Anda tidak akan melewatkan pembahasan tentang WordPress. Sebab, ini adalah content management system paling terkenal yang sudah digunakan lebih dari 40 persen website di seluruh dunia, termasuk situs terkenal seperti TechCrunch, TED blog, dan BBC America.

Website TechCrunch

Dengan banyaknya pengguna WordPress, tidak heran jika Anda bisa menemukan tutorial CMS tersebut dengan sangat mudah. Oleh karena itu, Anda akan dengan cepat belajar membuat dan mengelola website WordPress.

Namun, kemudahan mendapatkan bantuan bukan satu-satunya keunggulan WordPress. Content management system ini terkenal dengan ribuan tema dan plugin gratisnya. Berkat itu, WordPress bisa Anda gunakan untuk berbagai jenis website.

Apa itu CMS - Repositori tema WordPress

Di samping itu, editor konten WordPress mengusung prinsip what you see is what you get (WYSIWYG). Artinya, Anda bisa melihat langsung tampilan halaman website sebelum mempublikasikannya.

2. Drupal

Drupal tak kalah dari WordPress. Dengan 47.000 modul (plugin) yang ditawarkan, Drupal memungkinkan Anda untuk mengelola website dan menambahkan fitur dengan mudah. Belum lagi, ada ribuan tema di repositorinya.

Selain itu, Drupal dirancang untuk mampu mengatasi jumlah pengunjung yang banyak. Dengan demikian, website yang menggunakan CMS ini akan lebih stabil ketika ramai pengunjung. Inilah salah satu alasan NASA dan Tesla memilih Drupal sebagai platform websitenya.

Website NASA

Menariknya lagi, Drupal jarang menjadi target serangan cyber karena jumlah penggunanya yang tidak sebanyak WordPress.

3. Joomla

Hal yang membuat Joomla patut Anda gunakan adalah fitur-fitur bawaan yang tidak ada di CMS lainnya. Misalnya, dukungan multi bahasa. Dengan fitur ini, website bisa memiliki berbagai bahasa sekaligus tanpa perlu instalasi plugin.

Berkat fitur bawaan tersebut, tidak heran jika Joomla digunakan oleh organisasi dan bisnis internasional. IKEA, ritel kebutuhan rumah tangga global, merupakan salah satunya.

Website IKEA

Fitur bawaan lainnya yang menonjol dari Joomla adalah Gzip compression. Dengannya, Joomla mengecilkan ukuran file-file website secara otomatis, sehingga kecepatan loading lebih optimal.

Oh ya, yang tidak kalah menarik dari Joomla adalah kemampuan menentukan template berbeda untuk masing-masing halaman. Oleh karena itu, Anda bisa membuat website dengan layout yang unik.

4. Magento

Berbeda dengan ketiga CMS di atas, Magento diutamakan untuk membuat website ecommerce. Oleh karena itu, Anda akan mendapatkan fitur-fitur bawaan yang cocok untuk toko online, seperti manajemen produk, pengelolaan harga, dan berbagai tampilan ecommerce yang menarik.

Sistem reporting Magento juga sudah tersedia secara built-in. Di fitur ini, Anda bisa melihat jumlah order, akun yang terdaftar, pembayaran, dan insight lainnya.

Selain itu, Magento menawarkan fitur multilingual dan multi-currency. Jadi, Anda bisa menyesuaikan toko online untuk konsumen dari berbagai negara dengan mata uang yang berbeda-beda.

Nah, untuk mendukung akses dari berbagai penjuru dunia, Magento juga memungkinkan optimasi performa website. Karena itu, loading lambat bisa diminimalkan.

Fitur-fitur di atas membuat Magento dilirik banyak brand ternama, termasuk Liverpool FC yang menggunakan CMS tersebut untuk website merchandise-nya.

Toko merchandise online Liverpool

5. PrestaShop

PrestaShop adalah salah satu alternatif Magento jika Anda ingin membuat website ecommerce. Bedanya, CMS ini memiliki performa dan fleksibilitas fitur yang lebih rendah.

Namun, bukan berarti PrestaShop tidak layak dicoba Sebab, content management system ini lebih unggul dari segi kemudahan penggunaan. Antarmuka dashboard-nya sangat mudah dipahami dan menampilkan semua insight yang perlu Anda ketahui.

Selain itu, ada ribuan tema menarik yang bisa Anda pilih di PrestaShop. Dengan demikian, Anda bisa membangun website ecommerce keren seperti milik Papier Tigre di tangkap layar berikut ini:

Website Papier Tigre
Sumber Artikel: https://www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-cms/#Apa_Itu_CMS

Mana yang lebih baik? Website dengan WordPress atau Bootstrap HTML?

Sekarang kita tahu pro dan kontra dari kedua WordPress dan website dengan Bootstrap HTML. Mari kita bicara tentang mana yang lebih baik untuk website bisnis Anda.

Jika Anda yakin bahwa Anda tidak akan pernah ingin memperbarui, mengubah, atau menambahkan sesuatu yang baru ke website Anda, maka dengan segala cara pergi untuk situs Web HTML. Ini akan menjadi lebih cepat dan akan melayani tujuan Anda.

Jika Anda ingin memiliki kebebasan dan kontrol dari situs Anda dan tidak membuang-buang uang pada pengikut bulanan membayar pengembang untuk menambahkan gambar, ketika WordPress jelas pilihan yang lebih baik.

Bagi mereka yang ingin mengembangkan website bisnis mereka untuk membuat Anda lebih banyak uang, maka WordPress adalah cara untuk maju.

Menggunakan WordPress Anda dapat menambahkan konten ke situs web Anda tanpa menyewa orang. Anda dapat menciptakan halaman yang Anda butuhkan setiap saat.

Anda dapat menambahkan bagian blog untuk mempertahankan pelanggan Anda diperbarui, atau bahkan membangun daftar email Anda sendiri dan tetap membawa lebih banyak pelanggan untuk bisnis Anda.

Anda akan menjadi bagian dari komunitas global bisnis yang menggunakan WordPress untuk mengelola kehadiran online mereka. Anda akan menemukan banyak bantuan, sumber daya, peralatan dan plugin gratis untuk mengembangkan bisnis Anda setiap hari.

Alih-alih membayar pengembang banyak uang untuk hal-hal terkecil, Anda akan dapat menghabiskan uang yang pada pertumbuhan bisnis Anda dengan WordPress.

 

Apa itu WordPress?

WordPress adalah CMS atau Content Management System. Content Management System memungkinkan Anda untuk mengelola website Anda dari interface / antarmuka yang ramah pengguna. Anda dapat membuat semua perubahan pada website Anda dari daerah admin yang cukup mudah dimengerti, bahkan untuk pemula.

Meskipun ada banyak CMS beredar di luar sana, WordPress adalah salah satu yang paling populer karena kekuatan hampir 26% dari semua situs web di internet. Hal ini penting untuk tidak membingungkan WordPress.org dengan WordPress.com. WordPress, open source CMS tersedia di WordPress.org. Di sisi lain, WordPress.com adalah layanan blog hosting.

Sekarang, mari kita lihat pro dan kontra dari menggunakan WordPress.

 

Keuntungan Menggunakan WordPress

Mudah untuk Perbarui (easy to update) – Anda hanya dapat login ke situs WordPress Anda dan menambahkan halaman baru tanpa membayar pengembang Anda. WordPress mudah digunakan dan memiliki antarmuka pengguna yang natural, yang membuatnya mudah bagi Anda untuk membuat atau memperbarui halaman di situs Anda.

Tersedia Theme / Template Profesional – Ada ribuan theme atau template siap pakai yang dapat Anda gunakan di situs Anda. Template atau thema ini dikembangkan oleh para profesional dari seluruh dunia.

Sangat Kuat / Powerfull – situs WordPress dapat dengan mudah dimodifikasi dan dikembangkan dengan adanya plugin. Dengan menginstal plugin, Anda dapat menambahkan fungsionalitas untuk situs web yang ada seperti menambahkan formulir kontak, menambahkan sistem reservasi, menambahkan galeri foto, dan banyak lagi.

Kontrol penuh dan Kepemilikan – Anda mendapatkan kontrol penuh dari situs Anda, nama domain, dan semua isinya. Anda dapat membuat perubahan yang Anda inginkan, dan tidak ada batasan pada seberapa banyak situs Anda dapat tumbuh dalam popularitas, lalu lintas, penjualan, dan pengguna.

 

Kerugian Menggunakan WordPress

Kurva Belajar – Sementara WordPress mudah digunakan namun butuh beberapa saat untuk kebanyakan pemula untuk menjadi akrab dengan software ini. Ada banyak bantuan yang tersedia untuk mendapatkan lebih dari kurva belajar ini dengan cepat, tapi itu akan mengambil sedikit usaha.

Pemeliharaan – Anda akan bertanggung jawab untuk menjaga WordPress, plugin diinstal, dan tema terkini. Anda juga dapat menggunakan hosting WordPress dikelola yang dapat melakukan hal ini untuk Anda.

 



Apa itu Website Bootstrap / HTML Statis?

HTML adalah bahasa markup yang digunakan untuk menampilkan halaman web. Kebanyakan website pada penggunaan internet HTML dengan berbagai markup dan scripting bahasa untuk membuat halaman web.

Biasanya Anda akan perlu menyewa seorang developer web untuk membuat sebuah website HTML untuk bisnis Anda. Mereka akan menggunakan HTML, CSS, JavaScript dan beberapa teknologi lainnya untuk membangun website Anda.

Software CMS seperti database menggunakan WordPress untuk menyimpan dan mengambil konten. Di sisi lain, website HTML memiliki semua konten Anda di file statis.

Sekarang, mari kita lihat keuntungan dan kerugian dari sebuah website HTML untuk bisnis Anda.

 

Keuntungan dari Website HTML

Sedikit sampai Tidak ada Pemeliharaan – Setelah website Anda hidup, Anda tidak perlu menginstal pembaruan atau mem-backup secara teratur. Jika tidak ada yang berubah, Anda hanya dapat backup website Anda sekali dan melupakannya.

Persyaratan Rendah – Situs HTML tidak perlu server dengan PHP atau MySQL diinstal di dalamnya. Mereka bisa berjalan di server yang lebih murah dengan sumber daya yang rendah. Meskipun sebagian besar baik web hosting perusahaan menawarkan PHP dan dukungan MySQL.

 

Kekurangan dari Website HTML

Tidak ada Pembaruan – Kecuali Anda mengenal HTML/CSS, website HTML statis bisa sangat sulit untuk memperbarui bagi pemula. Anda akan perlu untuk menyewa developer bahkan untuk tugas yang lebih kecil seperti menambahkan halaman baru, memperbarui konten lama, atau meng-upload video atau gambar.

Tidak ada Fitur Tambahan – Jika bisnis Anda berkembang dan Anda ingin menambahkan fitur ke situs web Anda seperti toko, survei atau jajak pendapat, galeri, dll. Semua ini akan mengharuskan Anda untuk menyewa pengembang dan dalam kebanyakan kasus mereka akan merekomendasikan Anda untuk pindah ke WordPress.

Biaya – Menimbang bahwa Anda akan harus menyewa orang bahkan untuk tugas-tugas terkecil, biaya website Boostrap atau HTML bisa lebih tinggi dari website WordPress.

 

 

Mengapa Statistik Google Analytics dan Histats Berbeda ?



GOOGLE ANALYTICS

Google analytics adalah sebuah perangkat lunak yang banyak dimanfaatkan oleh para pengguna blog atau situs (blogger, situs-situs perusahaan, dan lainnya) untuk melacak dan mengumpulkan berbagai data dan informasi tentang pengunjung situs itu sendiri, dan tentu saja untuk mengubah data ke dalam strategi pemasaran yang lebih baik dan efektif.

1. Google analytics tidak hanya dapat melacak pengunjung untuk situs web, tetapi juga aplikasi mobile, android, deskop, windows, linux, dan lainnya.

2. Google analytics sangat teliti, dia mengumpulkan semua data dan informasi tentang semua pengunjung dari setiap halaman situs, dari data geografis tentang dimana dan dari mana para pengunjung berasal ke data demografis seperti jenis kelamin, usia, dan lainnya.

3. Google Analytics juga memberikan beberapa informasi tentang kata kunci yang lebih dominan

4. Dengan menggunakan Google analytics, seseorang bisa merencanakan strategi yang lebih efektif ke depannya.

5. Dari informasi yang didapatkan dari Google Analytics, para pengguna blog atau web bisa lebih mudah untuk memasarkan produk, mempertahankan pengunjung, manarik pengunjung baru, mencipatakan kesuksesan untuk masa depan situs mereka, dan lainnya.


HISTATS

Histats adalah sebuah progam analitik bebas yang digunakan untuk menyediakan beberapa informasi dan data real-time tentang pengunjung situs untuk mengoptimalkan kinerja ke depan. Ini memang hampir sama dengan Google Analytics dalam menganalisa pengunjung, tetapi saya pikir bahwa Google Analytics jauh lebih teliti dan lebih akurat.

1. Histats adalah software yang memiliki kemampuan untuk mematau pengunjung suatu blog atau web dan memberikan rincian data seperti seberapa sering pengunjung mengunjungi situs tersebut, halaman mana yang lebih populer, dan beberapa informasi yang terkait dengan pengunjung situs.

2. Histats juga mampu melacak dan melaporkan kata kunci dari situs tersebut, melaaporkan mana kata kunci yang lebih baik dan mana yang kurang, juga memberikan hasil optimasi mesin pencari yang ideal.

3. Dengan menggunakan Histats, perusahaan juga dapat menghasilakan uang secara maksimal dari iklan mereka dengan pelaporan iklan yang lebih dominan.

4. Histats adalah situs pelacakan yang cukup banyak digunakan pada era ini. Pelacakan lebih dari 1,5 miliar hit/bulan dan bekerja 99,9 % up-time. Selain itu, penggunaan Histats adalah gratis.

Sumber: pelangiblog.com