Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Duel Raksasa e-Commerce China di Indonesia



Masuknya Alibaba menjadi penguasa baru Lazada sudah pasti bakal berimbas ke Indonesia. Hal ini kian menarik lantaran raksasa e-commerce China lainnya — JD.com —sudah lebih dulu menancapkan kukunya.

Ya, Alibaba dan JD.com (di Indonesia hadir dengan nama JD.id) merupakan dua pemain e-commerce kelas kakap dari Negeri Tirai Bambu. Keduanya mengisi posisi satu dan dua di tabel persaingan e-commerce China.

Seperti dilansir Nikkei, pada tahun 2015 lalu JD mengukir pertumbuhan 78% gross merchandise volume (GMV) — yang berarti total value dari produk dan jasa yang terjual dalam layanan onlinenya — dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Sementara Alibaba 'cuma' mencatatkan GMV 30% yang didapatkan perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma itu dari layanan business to consumer mereka.

Namun dari segi angka, Alibaba masih mengungguli JD, dengan torehan GMV sampai 2,95 triliun yuan atau setara dengan USD 460 miliar untuk periode di tahun 2015. Sementara JD harus puas dengan raihan 462 miliar yuan GMV.

Meski demikian, bos JD menyebut pencapaian perusahaan di tahun 2015 tersebut sudah memuaskan. "Pertumbuhan pada tahun 2015 kemarin melampaui perkiraan dari manajemen JD sendiri," ujar Sidney Huang, Chief Financial Officer JD dikutip detikINET dari Nikkei.

Adapun laporan iResearch mengungkap bahwa posisi JD cukup kuat jika berbicara segmen online direct sales. Dimana market share JD di kategori online direct sales mencapai 49% dengan mengacu dari total GMV pada Q4 2014. Sementara Alibaba — melalui layanan Tmall — menguasai 61,4% pangsa pasar B2C e-commerce .

Merembet ke Indonesia

Namun persaingan sengit keduanya sepertinya tak cuma bakal terjadi di negara asalnya, tetapi juga merembet ke Indonesia. Hal ini setelah Alibaba telah masuk dalam jajaran pemegang saham Lazada. Lazada sendiri beroperasi di enam negara Asia Tenggara: Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam serta Indonesia.

Chairman dan pendiri Alibaba, Jack Ma, memang menargetkan perusahaannya harus meraih setidaknya separuh pendapatan dari pasar mancanegara. Ketergantungan Alibaba saat ini pada pasar China dinilai kurang baik bagi masa depan perusahaan.

"Mereka memang memiliki uang tunai besar sehingga bisa melakukan investasi semacam ini. Mereka juga mencari pemicu pertumbuhan jangka panjang," kata Marie Sun, analis di Morningstar Investment Service yang detikINET kutip dariBusiness Times.

Hanya saja, Lazada — yang bakal didukung penuh Alibaba — sepertinya juga tak akan mudah menaklukkan hati pebelanja online Indonesia. Selain cukup kuatnya para pemain lokal — BukaLapak, Tokopedia dan Blibli — tantangan juga bakal datang dari pesaing satu kampung Alibaba, yakni JD.

Sebagai pendatang baru, JD sendiri terbilang agresif berekspansi dan menggelar program promosi. Terutama ketika jualan perangkat elektronik serta perlahan merambah alat kesehatan dan kecantikan.

Dan jika ditelisik lebih jauh di antara Lazada dan JD sejatinya memiliki perbedaan yang cukup signifikan JD itu termasuk dalam kategori online direct sales, dimana barang yang dijajakan langsung dijual oleh JD. Alhasil, jika ada masalah di kemudian hari, yang bertanggung jawab adalah situs tersebut.      

Sementara Lazada merupakan sebuah online marketplace. Dimana barang-barang yang dijajakan berasal dari banyak penjual. Jadi tak heran jika Anda mencari suatu barang bisa beberapa penjual yang menjajakan dan punya penawaran harga berbeda.

Dengan model bisnis seperti ini pula Lazada tentu harus lebih galak saat melakukan pengawasan terhadap para mitra penjualnya. Jangan sampai terjadi lagi kejadian membeli ponsel ternyata dikirimi sabun batangan yang sempat bikin heboh tempo hari.

detikINET pun sudah coba mengonfirmasi Lazada soal bagaimana perubahan strategi yang bakal terjadi setelah masuknya Alibaba ke perusahaannya. Namun sayang, mereka tak bisa memberi keterangan.

Adapun JD mengaku tak khawatir dengan bakal masuknya Alibaba lewat Lazada di bisnis e-commerce Indonesia. Mereka yakin dengan rencana bisnis matang dan sokongan lebih dari 600 karyawannya di Indonesia, mereka bisa memenangkan persaingan.

"Barang yang disediakan di JD.id pun dijamin asli dan cepat dalam melakukan pengiriman. Belum lagi kami telah membangun infrastruktur distribusi berupa drop point mulai dari Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung, Solo, Surabaya sampai Medan," pungkas pernyataan JD.

Sumber: detik.com


Raksasa Sombong



Raksasa Sombong.
NOKIA dulu menyebut ANDROID sebagai semut kecil merah yang mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yang berlebihan membuat Nokia terjebak dalam innovator dilema. Sejarah mencatat, yang kemudian mati justru Nokia – tergeletak kaku dalam kesunyian yang perih.
KODAK menyebut kamera digital hanyalah trend sesaat, dan kamera produksi mereka akan terus bertahan. Kodak terjebak halusinasi dan innovator dilema yang akut. Akibatnya, ruangan ICU yang pengap menanti raga mereka yang merintih kesakitan.
INTEL dan MICROSOFT (Dominasi yang dulu dikenal dengan duo Wintel) terlalu menikmati kekuasannya dalam dunia PC dan Laptop, dan pelan-pelan terjebak innovator dilemma. Mereka terbuai dengan kekuasaannya, dan lengah betapa dramatis kecepatan kemajuan era mobile computing.
Kini era PC/Laptop sudah hampir berakhir, diganti era mobile smartphone. Dan hegemoni Microsoft serta Intel kian menjadi tidak relevan dalam era smartphone. Intel dan Microsoft lalu hanya duduk saling bertatapan mata, diam dan termangu. Dalam rasa penyesalan yang pedih dan pahit. Namun dalam bisnis, penyesalan tidak pernah mendapat tempat terhormat.
PIZZA HUT terus menerus mengenalkan menu baru setiap enam bulan. Sabun LIFEBOY ber-kali-kali melakukan rejuvenasi. FACEBOOK dan BUKALAPAK juga selalu melakukan evolusi.
NOKIA kolaps dihantam IPHONE di tahun 2007, padahal produsen iPhone bukan perusahaan telko, namun dari industri komputer.
Koran dan majalah mati bukan karena sesama rivalnya, namun karena Facebook dan Social Media (remaja dan anak muda tak lagi kenal koran/majalah kertas. Mereka lebih asyik main Path, IG atau FB. Pelan tapi pasti industri koran dan majalah akan mati).
Televisi seperti RCTI, Trans dan SCTV kelak akan kolaps bukan karena persaingan sesama pemain di industri yang sama, tapi dari makhluk alien bernama YOUTUBE. Di Amerika, jumlah pemirsa televisi dikalangan anak muda dan remaja, menurun drastis. Dan semua lari ke Youtube.
Ini juga kelak akan terjadi di Tanah Air.
Industri taksi seperti BLUE BIRD goyah bukan karena pesaing sesama taksi, namun dari layanan taksi independen berbasis aplikasi. Di banyak negara, banyak perusahaan taksi konvensional mati digilas UBER dan layanan taksi berbasis aplikasi lainnya.
Dan kini produsen TOYOTA, BMW dan MERCEDES BENZ takut bukan karena persaingan sesama mereka. Namun karena kehadiran TESLA, yang entah dari mana tiba-tiba melakukan inovasi radikal dengan produk mobil berbasis elektrik, dengan teknologi mobil tanpa sopir atau otonom (Autopilot Hardware)--(Mobil seri Tesla3 terjual hingga 300 ribu unit hanya dalam dua hari, padahal unitnya baru dirilis 2018. Jadi indennya dua tahun).
Manusia yang dapat segera beradaptasi dengan perubahan keadaan lingkungannya maka dia akan survive. Jika tidak dapat beradaptasi perubahan maka mereka akan tersingkir dan punah dari lingkungannya. Ide perubahan dan kreatif adalah salah satu wujud syukur. Kuncinya adalah kerendahan hati dan mau belajar dari kelebihan orang lain, jangan pernah meremehkan apapun dan siapapun.

Sumber: Facebook Nurul Iman Putri Utami






8 Langkah Untuk Memaksimalkan SEO suatu Website


Jika anda memiliki sebuah bisnis dan ingin memasarkan secara online, maka salah satu strategy pemasaran yang sangat efektif saat ini adalah dengan memanfatkan mesin pencari, contohnya Google. Bila website/ blog anda masuk dalam 10 besar hasil pencarian google untuk kata kunci yang anda bidik, dapat dipastikan bahwa pengunjung website anda akan banyak berasal dari search engine dan kemungkinan besar mereka akan membeli produk atau menggunakan jasa yang anda jual melalui website anda.  Pemasaran melalui search engine optimization boleh dibilang sebagai tehnik pemasaran yang paling elit dan efektif karena gratis dan konversinya biasanya tinggi.
Untuk membantu website anda masuk dalam 10 besar hasil pencarian google, bukanlah hal yang mudah… hum bukan hal yang terlalu sulit juga. Sudah banyak informasi di internet yang membahas tips dan triks agar sebuah situs optimal di search engine terutama google. Beberapa informasi ada yang memberikan tips optimasi On Page dan ada juga yang memberikan tips optimasi Off Page. Saya coba merangkum secara garis besar, apa saja yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan SEO (search engin optimization) sebuah website/ blog.
Artikel lain: Author Rank untuk SEO


Berikut ini adalah 8 langkah yang wajib dilakukan untuk mengoptimalkan SEO sebuah website:

1. Riset Kata Kunci

Ketika anda akan membuat sebuah website untuk bisnis anda, tentunya anda tidak membuatnya begitu saja tanpa ada sebuah perencanaan. Langkah pertama yang sangat penting dan harus anda kerjakan adalah mencari tahu bagaimana orang mengetik kata kunci di search engine google untuk mencari informasi yang butuhkan. Bagaimana caranya? Anda dapat melakukan riset keywords dengan menggunakan Google Adwords: Keyword Tools, layanan ini disediakan oleh Google secara gratis.

2. Gunakan Domain Berisi Kata Kunci

Setelah update algoritma penguin yang lalu beberapa orang mengatakan bahwa keywords on domain adalah sesuatu yang buruk karena bisa dianggap SPAM oleh search engine. Saya bukan master SEO atau punya keahlian super di dunia SEO, tapi saya cukup mengerti bahwa di dunia online marketing banyak orang mengatakan hal-hal yang tidak pasti seolah mereka yang paling mengerti banyak hal tentang SEO.
Sebenarnya domain tidak harus berisi kata kunci, itu bukan sebuah keharusan. Tapi dengan memasukkan keywords dalam domain tentunya akan membantu mesin pencari untuk mengetahui fokus website yang dibuat. Misalnya membuat web tentang penyedia jasa SEO atau jasa backlink, bisa saja menggunakan domain gudangbacklink.com, rajaseo.com, seomax.com, ratuseo.com, dan lain-lain. Sedangkan contoh domain yang tidak menggunakan keywords on domain biasanya adalah website perusahaan-perusahaan, contohnya google.com, facebook.com, twitter.com, detik.com, yahoo.com, dan lain-lain.
Pada intinya keywords on domain tidak pernah berbahaya untuk website anda, hal itu hanya berlaku untuk situs-situs SPAM, dan tentunya anda tidak berencana membuat sebuah situs SPAM, right? So, menggunakan kata kunci  tertentu pada domain situs anda adalah sesuatu yang baik, oh ya saya menyarankan untuk menggunakan ekstensi yang sesuai dengan core bisnis, misalnya ekstensi dot com untuk situs komersial.

3. Gunakan Platform Yang Tepat Untuk Website Anda

Sebenarnya tidak masalah mau membangun situs anda dengan menggunakan platform yang anda sukai. Bagaimanapun juga, bila anda ingin membuat sebuah situs yang Google friendly dan user friendly maka platform WordPress adalah pilihan terbaik. Pada platform WordPress kita juga dapat menginstal berbagai plugins yang dapat membantu kegiatan SEO dan juga membantu tampilan situs agar terlihat lebih baik.

4. Gunakan Permalinks Yang Baik

Pastikan setiap permalink postingan anda berisi judul postingan karenan permalinks yang baik sangat membantu dalam kegiatan seo anda. Itu sebabnya mengapa saya sarankan memakai platform WordPress karena anda akan lebih mudah mengubah settingan permalinks di WordPress. Untuk settingan permalinks postingan biasanya saya menggunakan custom struktur seperti ini /%postname%/ atau /%postname.html

5. Plugins SEO

Seperti saya katakan sebelumnya, kelebihan WordPress adalah dapat diinstal plugins pendukung yang dapat membantu SEO situs anda. Beberapa plugins WordPress yang sangat membantu SEO website anda adalah:
– Yoast WP SEO atau All In One SEO Pack
– Google XML Sitemaps
– SEO Friendly Images
– Dan lain-lain (akan dibahas dipostingan berikutnya)

6. Konten Berkualitas

Ada beberapa perdebatan tentang konten berkualitas itu seperti apa, ada yang bilang “artikelnya minimal 500 kata”, dan ada yang bilang “artikelnya minimal 700 kata”, faktanya adalah tidak ada yang lebih baik dari sebuah konten yang original. Buatlah konten untuk pembaca anda, buatlah bagaimana agar pembaca anda ingin membaca semua konten anda terus menerus. Seperti yang sudah disampaikan oleh pihak google sendiri bahwa konten adalah RAJA, maka sebaiknya anda tetap mengupdate website anda dengan konten yang original dan menarik bagi pembaca anda.

7. Gunakan Social Media

Jaman teknologi digital sekarang ini siapa sih yang tidak mengenal twitter, facebook, Google plus, dan lain-lain… setidaknya pasti mengenal salah satunya. Jika anda sedang membaca artikel ini dan tidak punya salah satu akun social media, saya pikir itu sesuatu yang “luar biasa” – sungguh terlalu :P. Bagi pemilik situs, memiliki akun twitter dan facebook adalah sebuah keharusan. Social media ini tidak hanya akan membantu SEO website anda, tapi juga akan menambah pengunjung ke website anda.

8. Membangun Backlinks

Algoritma search engine akan selalu berubah dari waktu ke waktu, namun hal penting yang tidak akan pernah berubah dalam SEO adalah backlinks. Hal penting yang harus tetap kita perhatikan ketika membangun backlinks untuk sebuah situs adalah membangun backlinks yang berkualiats. Gunakan waktu senggang anda untuk membangun backlinks yang berkualitas dan perlu dilakukan secara terus menerus dengan bertahap.
8 langkah di atas adalah strategy untuk memaksimalkan SEO sebuah website dan wajib diterapkan bila anda ingin mendapat perhatian dari search engine, terutama google. Bila anda tidak dapat melakukan hal di atas atau tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya, sebaiknya anda menyewa seorang webmaster yang mengerti tentang SEO.
Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang cara mengoptimalkan SEO website. Bila ada masukan ataupun pertanyaan silahkan dipost di bagian komentar :)

The True Story Of The Internet-Bubble



Bubble di internet yaitu "Sebuah perusahaan untuk melaksanakan suatu usaha dari keuntungan besar, tapi tak seorang pun tahu apa itu."

Para pendiri Amazon dan e-Bay, diantaranya adalah Jeff Bezos dan Pierre Omidyar, yang menceritakan cerita-cerita tentang bagaimana usaha mereka tumbuh dari apa pun untuk mendominasi ekonomi global. Perusahaan-perusahaan ini telah mengubah cara hidup orang Amerika.

Gelembung dot-com dalam bahasa inggris sering disebut dot-com bubble atau kadang-kadang disebut gelembung teknologi informasi adalah gelembung spekulasi yang terjadi antara tahun 1998–2000 (berpuncak pada 10 Maret 2000 ketika NASDAQ mencapai 5132,52 poin) ketika bursa saham di negara-negara industri mengalami kenaikan nilai ekuitas secara tajam berkat pertumbuhan industri sektor Internet dan bidang-bidang yang terkait. Pesatnya pertumbuhan Internet dimulai pada tahun 1993 dan berlangsung hingga tahun 1990-an yang ditandai dengan teknologi world wide web yang semakin maju setelah dirilisnya versi pertama penjelajah web Mosaic.

Periode gelembung dot-com ditandai oleh didirikannya  perusahaan-perusahaan baru di bidang situs-situs Internet yang disebut perusahaan dot-com dan berakhir dengan kegagalan usaha. Pemilik perusahaan mengalami kenaikan tajam pada harga saham dengan hanya menambah awalan e- atau akhiran .com pada nama perusahaan mereka. Praktik ini disebut salah seorang penulis sebagai investasi prefiks.

Kombinasi dari meningkatnya harga saham secara cepat dan kepercayaan pasar bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan untung di masa depan, spekulasi saham oleh individu, dan modal ventura yang dapat diperoleh secara mudah membuat investor melupakan indikator tradisional seperti Rasio P/E, dan lebih percaya terhadap kemajuan teknologi.

Pertumbuhan Bubble

Kaum kapitalis ventura melihat rekor naik di valuasi saham perusahaan dot-com, dan karena itu bergerak lebih cepat dan dengan hati-hati lebih sedikit dari biasanya, memilih untuk mengurangi risiko dengan mulai banyak pesaing dan membiarkan pasar memutuskan mana yang akan berhasil. Suku bunga rendah di 1998-1999 membantu meningkatkan jumlah start-up modal. Meskipun sejumlah pengusaha ini baru rencana yang realistis dan kemampuan administrasi, banyak dari mereka tidak memiliki karakteristik ini tapi mampu menjual ide-ide mereka kepada investor karena baru dari konsep dot-com.
Sebuah model bisnis "kanonik dot-com" perusahaan efek mengandalkan pada pemanfaatan jaringan dengan beroperasi pada rugi bersih yang berkelanjutan untuk membangun pangsa pasar (atau pikiran saham). Perusahaan-perusahaan ini menawarkan jasa atau produk mereka akhir gratis dengan harapan bahwa mereka bisa membangun brand awareness cukup untuk membebankan suku menguntungkan untuk jasa mereka nanti. Moto "get cepat besar" mencerminkan strategi ini.  Selama periode rugi perusahaan mengandalkan modal ventura dan penawaran umum perdana saham terutama untuk membayar biaya mereka sementara tidak memiliki sumber pendapatan sama sekali. Yang baru dari saham, dikombinasikan dengan kesulitan menilai perusahaan, saham banyak dikirim ke ketinggian yang memusingkan dan membuat pengendali awal perusahaan liar kaya di atas kertas.


Dot-com model pada dasarnya adalah cacat: sejumlah perusahaan besar semua memiliki rencana bisnis yang sama memonopoli sektor masing-masing melalui efek jaringan, dan sudah jelas bahwa meskipun rencana itu suara, hanya ada satu jaringan-efek pemenang di masing-masing sektor, dan karena itu bahwa kebanyakan perusahaan dengan rencana bisnis ini akan gagal. Bahkan, banyak sektor tidak dapat mendukung bahkan satu perusahaan didukung sepenuhnya oleh efek jaringan.
Meskipun demikian, bagaimanapun, membuat beberapa pendiri perusahaan kekayaan besar ketika perusahaan mereka dibeli pada tahap awal dot-com bubble pasar saham. Kesuksesan awal ini membuat gelembung bahkan lebih ringan. Jumlah investasi pribadi belum pernah terjadi sebelumnya terjadi selama boom, dan tekan melaporkan fenomena orang berhenti pekerjaan mereka untuk menjadi pedagang sehari penuh-waktu

Menurut teori dot-com, kelangsungan hidup perusahaan Internet tergantung pada perluasan basis pelanggan secepat mungkin, bahkan jika diproduksi kerugian tahunan yang besar. Sebagai contoh, Google dan Amazon tidak melihat keuntungan pada tahun-tahun pertama mereka. Amazon belanja memperluas basis pelanggan dan membiarkan orang tahu bahwa itu ada dan Google sedang sibuk belanja untuk membuat kapasitas mesin yang lebih kuat untuk melayani mesin pencari memperluas.Ungkapan "Dapatkan besar atau tersesat" adalah kebijaksanaan hari.  Pada puncak boom, adalah mungkin untuk dot-com yang menjanjikan untuk membuat suatu penawaran umum perdana (IPO) saham dan meningkatkan jumlah besar uang meskipun belum pernah membuat keuntungan - atau , dalam beberapa kasus, memperoleh pendapatan atas apa yang pernah jadi. Dalam situasi seperti itu, umur perusahaan diukur oleh burn rate: yaitu, tingkat di mana sebuah perusahaan non-menguntungkan tidak memiliki model bisnis yang layak berlari melalui modal menjabat sebagai metrik.

Kampanye kesadaran publik adalah salah satu cara di mana dot-com yang berusaha untuk mengembangkan basis pelanggan mereka. Ini termasuk iklan televisi, iklan cetak, dan sasaran acara olahraga profesional. Banyak dot-com yang menamakan dirinya dengan kata-kata omong kosong onomatopoeic bahwa mereka berharap akan diingat dan tidak mudah bingung dengan pesaing. Super Bowl XXXIV pada Januari 2000 menampilkan tujuh belas perusahaan dot-com yang masing-masing membayar lebih dari dua juta dolar untuk tempat tiga puluh detik. Sebaliknya, pada bulan Januari 2001, hanya tiga dot-com yang membeli spot iklan selama Super Bowl xxxv. Dalam nada yang sama, CBS-didukung iWon.com menyerahkan sepuluh juta dolar untuk kontestan beruntung pada tanggal 15 April pada jam setengah primetime khusus yang disiarkan di CBS, 2000.

Tidak mengherankan, pertumbuhan "atas keuntungan" mentalitas dan aura "ekonomi baru" tak terkalahkan membuat beberapa perusahaan untuk terlibat dalam pengeluaran internal mewah, seperti fasilitas bisnis yang rumit dan liburan mewah bagi karyawan. Eksekutif dan karyawan yang dibayar dengan opsi saham, bukan kas menjadi jutawan instan ketika perusahaan melakukan penawaran umum perdana; banyak menginvestasikan kekayaan baru mereka menjadi lebih banyak lagi dot-com.


Gelembung Meledak 
Salah satu penyebabnya atas runtuhnya NASDAQ (dan semua dotcom yang runtuh) adalah perintah besar, multi-miliar dolar untuk menjual saham utama pemimpin biri-biri teknologi tinggi (Cisco, IBM, Dell, dll) yang terjadi secara kebetulan untuk diproses secara simultan pada Senin pagi setelah akhir pekan Maret 10. [rujukan?] menjual ini mengakibatkan pembukaan NASDAQ sekitar empat titik persentase lebih rendah pada hari Senin 13 Maret dari 5.038 ke 4.879-persentase terbesar 'pra-pasar' selloff sepanjang tahun.

Pecahnya gelembung juga mungkin telah berhubungan dengan hasil yang buruk pengecer internet berikut musim Natal 1999  Ini adalah bukti tegas dan publik pertama bahwa "Get Rich Quick" strategi Internet adalah cacat bagi kebanyakan perusahaan.. Hasil ini pengecer 'dibuat publik pada bulan Maret ketika laporan tahunan dan triwulanan perusahaan publik dibebaskan.

Pada tahun 2001 gelembung itu mengempis dengan kecepatan penuh. Mayoritas dot-com menghentikan perdagangan setelah pembakaran melalui modal usaha mereka, banyak karena tidak pernah membuat laba bersih. Investor sering disebut gagal ini dot-com sebagai "dot-bom".
Banyak dot-com kehabisan modal dan diakuisisi atau dilikuidasi; nama-nama domain yang diambil oleh pesaing lama-ekonomi atau investor nama domain. Beberapa perusahaan dan eksekutif mereka dituduh atau dihukum karena penipuan untuk menyalahgunakan uang pemegang saham, dan Securities and Exchange Commission didenda perusahaan investasi utama seperti Citigroup dan Merrill Lynch jutaan dolar untuk investor menyesatkan. Berbagai industri pendukung, seperti iklan dan pengiriman, diskala kembali operasi mereka sebagai permintaan layanan mereka jatuh. Sebuah beberapa besar perusahaan dot-com, seperti Amazon.com dan eBay, selamat kekacauan dan muncul terjamin kelangsungan hidup jangka panjang, sementara yang lain seperti Google telah menjadi mendominasi industri-mega-perusahaan.

Pasar Bursa Crash dari 2000-2002 menyebabkan kerugian sebesar $ 5 triliun pada nilai pasar perusahaan dari bulan Maret 2000 sampai Oktober 2002. [14] Penghancuran teroris World Trade Center pada tanggal 11 September 2001 ("911"), dengan kehilangan sekitar 650 karyawan investasi Cantor Fitzgerald LP saja, diperlukan perdagangan NYSE untuk dihentikan selama empat sesi sementara situs perdagangan baru sedang dibentuk.

Salah satu hasil sampingan baik yang keluar dari kecelakaan ini merupakan realisasi segar saluran baru untuk perusahaan ekonomi lama. Banyak perusahaan-perusahaan ini tetap setia pada bisnis inti mereka, tetapi nilai-nilai fundamental memperluas jangkauan mereka dan potensial dengan benar menyeimbangkan dan menggunakan e-channel baru.


Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Dot-com_bubble
www.spectacle.org/0101/bubble.html
www.nethistory.info › Ian Peter's History of the Internet