Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label IT & Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT & Technology. Tampilkan semua postingan

Pengertian Harddisk Beserta Fungsi, Komponen dan Cara Kerja Harddisk Pada Komputer

Salah satu perangkat keras komputer yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Harddisk atau dapat kita sebut dengan hard disk drive (HDD), disk drive, ataupun hard drive dapat dengan mudah kita temui di semua jenis perangkat komputer dan server.

Tentu saja keberadaan harddisk dalam sebuah komputer begitu penting. Sebab harddisk memiliki sejumlah peran yang membuat komputer bisa berjalan. Lalu apa sebenarnya harddisk itu? apa saja peran dan fungsi yang dimilikinya? Mari kita ulas satu persatu.

Pengertian Harddisk

Harddisk adalah salah satu perangkat keras yang menyediakan ruang penyimpanan pada komputer, perangkat ini digunakan sebagai alat penyimpanan data atau alat untuk membaca data-data yang ada di komputer. Harddisk dapat juga disebut sebagai memori komputer.

Perangkat ini memiliki sifat yang non-volative memory yang artinya data pada memori tersebut tidak akan hilang walaupun perangkat komputer dimatikan. Hal ini tentu sangat berbeda dengan perangkat penyimpanan RAM, dimana media tersebut hanya menyimpanan data yang sifatnya sementara saja, yaitu ketika perangkat dinyalakan ataupun memiliki daya.

Bagaimana Sejarah Harddisk Bisa Ada di Dunia ini?

Jadi, jika meniliki sejarah harddisk itu sendiri, salah satu perangkat komputer yang satu ini pertama kali diperkenalkan oleh IBM pada tahun 1959. Dimana sejak saat itu, harddisk dikenal sebagai perangkat yang menjadi standar peyimpanan dalam komputer pada era tahun 1960-an. Sampai saat ini, harddisk masih menjadi pilihan sebagai perangkat penyimpanan dalam segala jenis komputer dan juga server.

Adapun beberapa perangkat penyimpanan lain yang kini menjadi salah satu kompetitor pada perangkat harddisk yaitu Solid-state Drive (SSD). Perangkat tersebut menawarkan kecepatan dalam hal penyimpanan atau dapat membaca data dengan cepat. SSD juga mempunyai daya yang lebih rendah serta kelebihan-kelebihan lain yang tidak ada di perangkat harddisk.

Fungsi Harddisk



Fungsi harddisk sendiri ialah penyimpanan atau membaca data pada perangkat komputer. Adapun data-data yang dapat disimpan dalam perangkat harddisk seperti software, sistem operasi komputer dan juga data-data pribadi, misalnya, foto, film, lagu, dan lainnya.

Harddisk juga mempunyai berbagai macam ukuran kapasitas penyimpanan hingga mencapai milyaran bytes. Namun, semakin besar kapasitas harddisk yang kamu punya, maka semakin rendah pula kecepatan rote per minute-nya (RPM). RPM sendiri mengacu pada kecepatan yang dihitung dalam jangka waktu satu menit, yang mana hal ini dilakukan oleh salah satu komponen harddisk yaitu platter.

Jadi, setiap jenis harddisk memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada ukuran kapasistas penyimpananan yang tadi sudah dijelaskan. Kecepatan yang sering digunakan pada saat ini adalah 5400 rpm dan 7200 rpm.

Komponen Harddisk



Sebenarnya, harddisk sendiri merupakan sebuah perangkat yang tersusun dari beberapa perangkat lain, yaitu:

1. Platter

Platter adalah perangkat di dalam harddisk yang berfungsi untuk menyimpan data yang ada di komputer. Paltter sendiri terbuat dari bahan keras seperti alumunium, kaca ataupun keramik yang biasanya aka diselimuti dengan bahan magnetis. Untuk harddisk dengan kapasitas yang besar, biasanya dilengkapi dengan platter yang berjumlah lebih dari satu dan ditumpuk ditengah spindle.

2. Spindel

Spindel adalah komponen harddisk yang berfungsi sebagai penahan platter supaya tetap berada diposisi semula ketika platter diputar. Selain di harddisk, spindle biasanya juga ada di motor dan fungsinya hampir sama dengan spindle yang ada di harddisk yaitu untuk memutar platter dengan kecepatan tinggi.

3. Read / write actuator arm

Seperti namanya, Read/write actuator arm befungsi atau berperan sebagai lengan pada jenis pemutar musik. Arm disini berfungsi untuk menyesuaikan posisi read/write head dengan lokasi data yang hendak ditulis pada pattern.

4. Read / Write head

Jika read/write actuator arm berfungsi untuk menyesuaikan posisi read/write head, berbeda dengan read/write head yang berfungsi unutk membaca, menulis, dan menghapus data yang ada pada platter.

Jadi, disetiap platter terdapat satu head, head yang berada di posisi atas berfungsi untuk membaca dan yang berada di posisi bawah berfungsi untuk menulis. Untuk menjalankan fungsinya, read/write head harus dibantu dengan read/write actuator arm.


Cara Kerja Harddisk Pada Komputer



Cara kerja harddisk yaitu dengan menyatukan nilai-nilai yang ada pada sebuah komponen platter. Di dalam komponen tersebut, terdapat material magnetik yang terbagi menjadi milyaran area yang sangat kecil. Di setiap area tersebut bisa memberikan gaya magnet untuk menyimpan satu data dan yang tidak memberikan gaya magnet berasti menyimpan nol data.

Dengan bersatunya nilai-nilai tadi, maka akan menghasilkan sebuah data atau informasi. Gaya magnet yang dugunakan berfungsi supaya data dapat tetap tersimpan meskipun perangkat telah dimatikan.

  • Ketika kamu menyimpan data di harddisk, data akan secara otomatis tersimpan dengan rapi pada pola platter. Data-data yang tersimpan tersusun secara konsentris dan melingkar. Hal tersebut dapat juga disebut sebagai track. Di setiap track akan dipecah menjadi beberapa area kecil yang disebut sector.
  • Di dalam harddisk terdapat suatu sistem yang berfungsi sebagai tempat menyimpan peta informasi dari seluruh data sector. Peta tersebut dapat mengetahui sector mana saja yang telah digunakan dan sector mana yang masih kosong.
  • Sistem operasi peta tersebut disebut File Allocation Table (FAT). Pada saat komputer ingin menyimpan data atau informasi baru, maka sistem tersebut akan melihat peta dahulu guna mencari sector yang kosong.
  • Setelah itu, sistem akan menginstruksikan read/write head untuk berpindah dan meleati platter guna menemukan tempat atau lokasi yang tepat, kemudian data akan tersimpan di lokasi tersebut.
  • Untuk membaca atau melihat informasi, proses yang dilakukan sama dengan proses penyimpanan. Namun, proses dilakukan secara terbali, dimana sector yang dicari adalah sector yang berisi informasi.

Adapun beberapa kendala terkait kinerja harddisk yaitu apabila terdapat kototran atau debu di dalam harddisk akan membuat read-write head bergerak tidak stabil dan juga dapat merusak magnet pada platter. masalah tersebut juga dapat menghilangkan data-data yang ada pada harddisk.

Maka kamu perlu hati-hati terhadap kotoran ataupun debu yang terdapat pada harddisk. Jika perlu, kamu dapat memback-up data pada CD, Flashdisk, ataupun yang lainnya.


Sumber Artikel: Jurnalponsel.com










Tips Membeli Harddisk, Perhatikan 5 Spesifikasi Teknis Berikut

 


Harddisk merupakan komponen hardware / perangkat keras yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data / konten digital. Semua dokumen, foto, musik, video, program dan sistem operasi tersimpan di hardisk ini.


Hardisk bisa berupa internal atau eksternal. Hardisk internal adalah hardisk yang terdapat didalam komputer / laptop, sedangkan hardisk eksternal adalah hardisk yang bersifat portabel dan biasanya digunakan untuk keperluan backup data.

Sebelum memutuskan untuk membeli hardisk baru, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu beberapa spesifikasi teknis dari hardisk tersebut.

Contoh spesifikasi hardisk misalnya: Seagata Barracuda SATA III, 7200 500 GB Cache Buffer 32MB 3,5 inch.

Dari data tersebut setidaknya ada 5 spesifikasi teknis hardisk yang harus diketahui.


1. Ukuran Fisik Harddisk

Ukuran fisik hardisk saat ini hanya ada 2 pilihan, yaitu ukuran hardisk 3.5 inch yang biasa digunakan pada komputer desktop dan ukuran hardisk 2.5 inch yang digunakan pada laptop.

Untuk hardisk eksternal yang paling banyak digunakan adalah ukuran 2.5 inch, hal ini tentu saja karena ukuran yang kecil, akan lebih ringan dan mudah dibawa-bawa.


2. Jenis Interface Harddisk

Berdasarkan jenis interface yang digunakan, hardisk dibedakan mulai dari yang menggunakan konektor parallel atau yang biasa disebut Hardisk IDE atau ATA, kemudian muncul hardisk yang menggunakan interface Serial ATA (SATA), SCSI, Serial Attached SCSI (SAS), dan Fibre Channel.

Saat ini hardisk dengan jenis interface SATA merupakan hardisk yang digunakan pada komputer desktop maupun laptop.

Teknologi interface SATA sendiri memiliki beberapa versi, yang terbaru adalah SATA III yang secara resmi dikenal sebagai SATA 6Gb/s, merupakan generasi ketiga dari interface SATA yang mendukung throughput bandwidth hingga 600MB/s.


3. Kapasitas Penyimpanan Hardisk

Kapasitas hardisk adalah besarnya media penyimpanan yang disediakan oleh hardisk tersebut. Saat ini ukuran minimal hardisk internal yang sering digunakan pada komputer desktop maupun laptop adalah 500 GB.

Sedangkan untuk hardisk backup data / hardisk eksternal sebaiknya kita memilih ukuran minimal 1 TB.


4. Kecepatan Hardisk

Teknologi hardisk dibuat berdasarkan cakram / piringan yang berputar. Kecepatan putaran (rotasi per menit, atau RPM) cukup penting. Semakin cepat disk berputar, semakin cepat komputer dapat menemukan file yang diinginkan.

Hardisk dengan kecepatan 7200 RPM pasti lebih cepat dibandingkan hardisk dengan kecepatan 5400 RPM.


5. Ukuran Cache

Cache buffer merupakan memori yang diintegrasikan didalam hardisk. Cache buffer berfungsi untuk menyimpan data yang sering diminta oleh RAM.

Semakin besar cache berarti data yang ditransfer akan lebih cepat. Hardisk saat ini memiliki ukuran cache mulai dari 8MB sampai 128MB.

Selain 5 spesifikasi hardisk diatas, ada beberapa hal lagi yang perlu kita ketahui yaitu merek hardisk seperti Seagate, Western Digital dan Toshiba, kelas atau peruntukan hardisk seperti hardisk buat PC, Network Attached Storage (NAS), hardisk buat penyimpanan data CCTV dan lainnya yang biasanya di bedakan dengan warna label hardisk serta yang terakhir adalah garansi / layanan purna jual dari hardisk yang akan kita beli tersebut.


Baca juga Artikel: Pengertian Harddisk Beserta Fungsinya


Sumber Artikel: Tips Membeli Hardisk, Perhatikan 5 Spesifikasi Teknis Berikut (republika.co.id)











Penyebab Komputer Mati Sendiri dan Hidup Lagi, Ini Cara Mengatasinya

 


Ada berbagai hal yang jadi penyebab komputer mati sendiri dan hidup lagi. Bisa karena faktor internal komputer itu sendiri, maupun eksternal. Pastinya ini mengganggu ya, apalagi kalau mau mengerjakan hal penting.Nah, kalau kejadian seperti ini berulang kali, kamu perlu memeriksanya. Kenali penyebab komputer mati sendiri yang dilansir dari berbagai sumber ini serta ketahui cara mengatasinya.


Penyebab Komputer Mati Sendiri dan Hidup Lagi


Keadaan Listrik Tidak Stabil

Bisa jadi penyebab komputer mati sendiri dan hidup lagi ini dikarenakan faktor eksternal yaitu arus listrik yang kamu pakai. Listrik yang nggak stabil bisa membuat komputer mati sendiri karena daya yang diterima juga jadi nggak stabil guys.

Kalau daya yang diterima komputer kurang, jadinya komponen yang ada nggak bisa bekerja sesuai prosinya. Sehingga komputer bisa mati sendiri. Kalau kejadian berulang dan terus-menerus bisa bikin rusak juga loh! Ada baiknya kamu pakai stabilizer untuk mengatasinya.


Overheat


Sudah terlalu sering mendengarnya kan? Yap, terlalu panas menjadi penyebab komputer mati sendiri yang paling sering terjadi. Hal ini dikarenakan rancangan prosesor untuk mematikan diri sendiri saat kepanasan.


Komponen Komputer Bermasalah

Ada juga yang dikarenakan kompunen komputer bermasalah. Misalnya di power supply, CGA, harddisk, RAM, prosesor atau bahkan motherboard. Penyebab komputer mati sendiri ini bisa dikarenakan masalah korsleting pada kompone-komponen komputernya.

Kayak misalnya di prosesor thermal pastenya sudah kering. Padahal ia memiliki peran untuk membuat prosesor tetap dingin. Itu kenapa kamu perlu melakukan pengecekan berkala dan menggantinya jika sudah kering guys.


Beban Kerja Komputer Terlalu Berat


Kalau komputer bekerja melampaui batas maksimumnya tanpa istirahat bisa menyebabkan overheat. Itu kenapa komputer juga bisa mati sendiri. Sebaiknya biarkan komputer beristirahat terlebih dulu, sekitar 1-2 jam. Setelah kembali dingin komponennya baru digunakan kembali.

Debu

Komputer yang kotor akibat debu menumpuk juga bisa jadi penyebab komputer mati sendiri dan hidup lagi. Biasanya debu-debu ini paling banyak menumpuk di kipas atau fan prosesor dan motherboard. Tapi juga di komponen lainnya.

Nah, debu-debu ini membuat aluran udara jadi terhambat. Sehingga pendingin komputer tidak bekerja maksimal dan komputer akan menjadi panas. Itu kenapa perlu membersihkan komputer secara rutin agar debu tidak menumpuk.


Program Crash


Masalah internal seperti program mengalami crash juga bisa menyebabkan komputer mati sendiri. Biasanya hal ini terjadi di pemasangan driver yang nggak sesuai sama hardware dan OS yang sudah dipasang di komputer. Cara mengatasinya bisa dengan uninstall program itu, lalu reinstall jika sudah menggunakan driver dan OS yang sesuai.


Virus

Yap, kemungkinan terakhir yang bisa jadi penyebab komputer mati sendiri adalah adanya serangan virus. Sebab bisa merusak sistem komputer hingga ia tidak bisa berjalan optimal. Nggak hanya itu saja, virus juga bisa menghisap penggunaan daya komputer loh! Penting banget nih buat punya antivirus dan melakukan pemindaian berkala secara menyeluruh.


Penyebab Komputer Mati Saat Booting



Kalau tadi sudah membahas beberapa penyebab komputer mati sendiri dan hidup lagi, sekarang hal yang terjadi saat booting. Kamu pernah mengalaminya nggak? Penyebab beberapa ada yang sama dengan sebelumnya, tapi bisa juga karena hal-hal ini.

1. Power supply yang rusak, biasanya dikarenakan korsleting listrik atau karena lonjakan daya listrik.

2. VGA yang bermasalah karena udara panas di dalam CPU.

3. Harddisk yang bermasalah, bisa karena sudah tua, korsleting listrik atau overheating.

Nah jadi itu tadi guys, beberapa faktor yang bisa jadi penyebab komputer mati sendiri dan hidup lagi atau bahkan saat booting. Semoga tips cara mengatasinya bisa membantu ya!


Sumber Artikel: Diadona.id













Apa itu A/B Testing




Seorang marketer perlu mengetahui bagaimana produk marketingnya diterima oleh pelanggan. Nah, A/B testing adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya.

Ingin tahu lebih lanjut tentang A/B testing?

Dalam menentukan sebuah produk dan strategi marketing, kamu tidak bisa sepenuhnya menggantungkan diri pada timmu saja.
Bisa saja kalian merasa strategi itu sudah sesuai. Padahal, pelanggan melihat banyak kekurangan dari strategi tersebut.
Oleh karena itu, kamu perlu melihat dari sudut pandang pelanggan juga. Nah, di situlah peran A/B testing.
Apa itu A/B testing?
Dilansir dari Neil Patel, A/B testing adalah metode terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui strategi promosi dan pemasaran online terbaik dari bisnismu.
Adapun menurut Harvard Business Review, A/B testing adalah cara untuk membandingkan dua versi dari suatu hal demi mengetahui mana yang bekerja lebih baik.
Biasanya, eksperimen yang satu ini dilakukan dengan menguji dua hal berbeda pada dua kelompok. Jadi, kamu bisa melihat strategi seperti apa yang lebih disukai oleh pelanggan.
Apa saja yang bisa dibandingkan dalam A/B testing? Banyak. Semua hal yang terkait dengan strategi promosi dan pemasaran online bisa dilakukan menggunakan eksperimen yang satu ini.

Sebagai contoh, kamu sedang membuat landing page untuk situs perusahaan. Kemudian, kamu ingin membandingkan dua warna button yang berbeda.
Kamu bisa membuat satu landing page dengan button “Subscribe now!” berwarna biru dan satunya berwarna putih. Kemudian, kamu bandingkan landing page mana yang lebih banyak mendorong orang untuk men-subscribe newsletter situsmu.

Umumnya A/B testing hanya dilakukan dengan membandingkan satu hingga dua hal minor dalam sebuah strategi pemasaran online.

Jika membandingkan dua hal yang terlalu berbeda, kamu justru tidak bisa melihat mana bagian yang paling berpengaruh bagi keputusan pelanggan.
Setelah mengetahui hasil A/B testing, kamu bisa mengumpulkan data tersebut dan menjadikannya sebagai landasanmu membuat landing page yang sesuai.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa A/B testing adalah sesuatu yang berhubungan erat dengan data, seperti dikutip dari Unbounce.