Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Cara Menghitung ROI dari biaya SEO


Masih ada yang bertanya apakah Jasa SEO itu perlu? Ada yang bilang mahal. Disatu sisi, jika kita melihat fakta bahwa SEO adalah salah satu cara yang sebenarnya paling efektif dan kedepannya akan jauh lebih hemat dibanding dengan SEM (Search Engine Marketing / Google AdWords). Kok bisa? Ayo kita bahas tentang ini, investasi bisnis anda di bidang SEO, agar anda punya bayangan tentang ROI (Return of Investment / Kembali Modal) investasi biaya untuk SEO itu sendiri.

Misalkan anda mengeluarkan biaya 6 juta untuk Jasa SEO, bagaimana perhitungannya? Contohnya begini, produk anda mempunyai profit bersih 50 ribu, dengan posisi terbaik di TOP 10, anda bisa menjual 10-25 produk per minggu, artinya anda akan mendapatkan profit sekitar 1.25 juta per minggu, kalau per bulan? sekitar 5 juta. Terlalu muluk? OK, mari kita lihat sisi terburuk dari hitungan pendapatan bersih diatas, misalkan kita potong profit anda 50%, maka sisanya adalah 2.5 juta. Dengan perhitungan ini, anda hanya butuh kurang dari 3 bulan untuk kembali modal investasi (ROI) anda di bidang SEO, ya kan?

Jika anda merasa perhitungan ini diatas logis, apakah menurut anda ini terlalu mustahil unutk anda lakukan? kami kira tidak, karena kami sudah banyak menjadi saksi beberapa klien kami 'from zero to hero'.

Mari kita berpikir cerdas tentang investasi di bidang SEO ini, jangan buru-buru bilang mahal, sebelum anda jelas perhitungan ROI nya, akan lebih fair jika anda juga memahami cara perhitungan biaya SEO tersebut diatas. Ok, mungkin anda bertanya bagaimana biaya SEO bisa lebih murah dari biaya iklan adwords (SEM)? ayo kita mulai berhitung lagi.

Biaya adwords, memiliki keunikan tersendiri, yaitu hanya mengeluarkan biaya jika iklan kita yang tayang di hasil pencarian di klik oleh konsumen, biaya per klik sangat beragam dari 700-20.000 rupiah atau bahkan lebih. Anda bisa membatasi jumlah klik per hari sesuai dengan budget yang anda miliki per bulan. Jika anda melakukan ini, otomatis iklan anda tidak akan tayang lagi pada hasil pencarian untuk katakunci tertentu.

Mari kita contohkan, biaya per klik katakunci yang anda inginkan adalah 2500 rupiah untuk katakunci yang memiliki kompetisi rendah ke medium, budget iklan anda per bulan 1 juta, anda membatasi pengeluaran per hari hanya 100 ribu, maka anda hanya akan mendapatkan 40 klik per hari, setelah itu otomatis iklan anda tidak tayang kembali tanpa anda tahu waktunya, bisa malam, pagi atau saat waktu teraktif konsumen mencari tahu tentang produk anda, jam makan siang! apa jadinya ketika jam makan siang iklan anda telah berhenti tanpa anda ketahui? jawabannya sederhana, anda akan kehilangan potensi pembelian, titik.

Jadi, MAMPUKAH BISNIS ANDA BERTAHAN HANYA DENGAN 40 KLIK PER HARI? Ingat ini 'klik kunjungan' bukan 'klik pembelian' loh. Sekarang kita kembali ke hitungan diatas, dengan budget 100 ribu per hari, budget bulanan anda hanya akan mendatangkan maksimum 40 klik X 10 hari atau sama dengan 400 klik dan ingat, iklan anda hanya akan tayang kurang dari 11 hari, wow kan?. Misalkan anda merasa cukup dengan 40 klik per hari, anda akan butuh kurang lebih 3 jutaan per bulan agar iklan website bisnis anda untuk tetap tayang selama 30 hari full. Berapa biayanya untuk 3, 4 atau 6 bulan? anda tentunya bisa menghitungnya.

Setelah anda mengtahui dan paham perbandingan antara SEO (organik) dan SEM (iklan), mana yang anda pilih? semua kembali ke insting bisnis anda, kami hanya bisa membantu menjelaskannya untuk anda. Semoga anda bisa memilih dengan bijak.

Salam hangat.

SEO and Digital Marketing Strategy



Search Engine Optimization, or SEO, is an integral part of any digital marketing strategy; a focused element of an overall holistic approach to driving customers to your business via online platforms. In other words, marketing the modern way.

What is SEO?
SEO is primarily concerned with ensuring that your website ranks higher in search engine results, thereby driving more traffic to your site and potentially more business. However, while SEO used to involve adding a few keywords to your site for search engines to find, SEO in 2015 is far more multi-faceted and needs to be part of a wider digital marketing plan. Because of this, many companies turn to website design and marketing experts such as Pronto for support.
Create an SEO strategy?
Forget what you think you know about SEO and recognize too that it is not a static solution. The rules are changing all the time as online behavior and capabilities develop over time. Naively thinking you can just 'wing-it' or that you don't need to think about SEO could stop you from reaching your full business potential. As well as adapting you need a solid monitoring and tracking system in place for your SEO. Here are a few points you need to consider when working out an SEO strategy:
Who is your target market? – SEO today is not about just grabbing as much traffic as possible but attracting potential customers who are interested in what you have to offer. Think about demographics, what your market is searching for and how, as well as where customers are located. The more finely-tuned you can be on these basics, the more you can target your SEO effectively. Google Analytics is a good place to start with your investigations!
Mobile markets are bigger than desktops – You don't need statistics to show you that the online mobile market has exploded in the past few years, overtaking desktops last year. Optimization is about creating a website that fits this new style of online browsing. If potential customers are looking for you using mobile devices then make sure that you provide a quality user experience. If you are not sure how your website measures up then you could simply try out Google's Mobile-Friendly Test by entering your website URL.
Search engines are expanding – When you think about search engines, do you automatically think of Google? The tech giant has such a big share of the market that 'Googling' has become a verb we use when we are searching online. However, this is changing, with browsers looking at other search engines, such as Firefox opting for Yahoo as its default. Search engine DuckDuckGo has gained in popularity too for those who favor searches without personalized tracking.
Keywords need to correspond with ROI – Rather than focusing on one keyword and using it to chase your website up the ranks, keywords are much more about considering what your target market is actually tapping into the search engine. Intent or long tail keywords require you to zoom in on what users are doing, how, and when. Keywords are still relevant in SEO but they need to be precise and throwing a smattering of keywords into the mix is not enough.
Also, certain keywords may get many hits but are these the best hits? It is not always about numbers but how these translate into conversions, revenue and profitability. Don't measure keyword success in simple numbers but find out what the ROI (Return on Investment) is for your SEO efforts.
Clear website and quality content is king – A user-friendly website, with clear navigation, SEO keywords and optimized with relevant, quality content is what is really going to build up traffic. Each page needs to be built around keyword themes, with unique content, so that search engines can crawl through your site easily and rank you higher. You want your site to really respond to what your potential customers are looking for, so keep the content natural and focused; don't strangle the style and meaning of your site with keyword stuffing which is a turn-off to search engines and users alike.
Quality links count – In the old-days, not so long ago, the name of the SEO game was link-building; getting as many links as possible out there on other sites. Inbound or back links are still incredibly important and can act as a stamp of legitimacy for your site. However, today it is all about quality not quantity, with links on relevant sites potentially bringing in more referral traffic and more users from your target group. The result? Better brand exposure and SEO with greater opportunities for conversions.
Social media has a pivotal role – Last, but my no means least, social media is an evolving platform that has changed from a medium to share content only to a viable marketing device. Users will often come to your website via social media so to optimize your online presence, in line with SEO, you need to create an up-to-date, engaging, and personalized approach that often steps outside the realms of classic marketing campaigns.
Monitor and track – A vital element of any SEO strategy is to follow how it is working. Google Analytics or another analytics tool can provide valuable data for understanding how changes affect your traffic volume and ultimately your conversions. To be successful with your digital marketing strategy you need to know what works and be able to quickly and effectively adapt if a method is not working how you perhaps envisaged.


Online marketing such as PPC (Pay Per Click), email marketing, and relevant online PR all need to work well and complement your SEO strategy. This means creating the right balance between paid ads and organic SEO searches in the result pages, cross-selling of content via relevant emails with keywords, and interesting press releases to really boost brand awareness and increase visibility for your site too.

Sumber: https://www.prontomarketing.com/2015/02/seo-and-your-digital-marketing-strategy/

Mengapa Statistik Google Analytics dan Histats Berbeda ?



GOOGLE ANALYTICS

Google analytics adalah sebuah perangkat lunak yang banyak dimanfaatkan oleh para pengguna blog atau situs (blogger, situs-situs perusahaan, dan lainnya) untuk melacak dan mengumpulkan berbagai data dan informasi tentang pengunjung situs itu sendiri, dan tentu saja untuk mengubah data ke dalam strategi pemasaran yang lebih baik dan efektif.

1. Google analytics tidak hanya dapat melacak pengunjung untuk situs web, tetapi juga aplikasi mobile, android, deskop, windows, linux, dan lainnya.

2. Google analytics sangat teliti, dia mengumpulkan semua data dan informasi tentang semua pengunjung dari setiap halaman situs, dari data geografis tentang dimana dan dari mana para pengunjung berasal ke data demografis seperti jenis kelamin, usia, dan lainnya.

3. Google Analytics juga memberikan beberapa informasi tentang kata kunci yang lebih dominan

4. Dengan menggunakan Google analytics, seseorang bisa merencanakan strategi yang lebih efektif ke depannya.

5. Dari informasi yang didapatkan dari Google Analytics, para pengguna blog atau web bisa lebih mudah untuk memasarkan produk, mempertahankan pengunjung, manarik pengunjung baru, mencipatakan kesuksesan untuk masa depan situs mereka, dan lainnya.


HISTATS

Histats adalah sebuah progam analitik bebas yang digunakan untuk menyediakan beberapa informasi dan data real-time tentang pengunjung situs untuk mengoptimalkan kinerja ke depan. Ini memang hampir sama dengan Google Analytics dalam menganalisa pengunjung, tetapi saya pikir bahwa Google Analytics jauh lebih teliti dan lebih akurat.

1. Histats adalah software yang memiliki kemampuan untuk mematau pengunjung suatu blog atau web dan memberikan rincian data seperti seberapa sering pengunjung mengunjungi situs tersebut, halaman mana yang lebih populer, dan beberapa informasi yang terkait dengan pengunjung situs.

2. Histats juga mampu melacak dan melaporkan kata kunci dari situs tersebut, melaaporkan mana kata kunci yang lebih baik dan mana yang kurang, juga memberikan hasil optimasi mesin pencari yang ideal.

3. Dengan menggunakan Histats, perusahaan juga dapat menghasilakan uang secara maksimal dari iklan mereka dengan pelaporan iklan yang lebih dominan.

4. Histats adalah situs pelacakan yang cukup banyak digunakan pada era ini. Pelacakan lebih dari 1,5 miliar hit/bulan dan bekerja 99,9 % up-time. Selain itu, penggunaan Histats adalah gratis.

Sumber: pelangiblog.com

7 Kesalahan Paling Umum yang Menyebabkan Gagalnya Strategi Pemasaran Social Media


Kalau kita lihat brand-brand besar yang punya akun di social media, mereka punya banyak like dan retweet setiap kali menerbitkan post baru. Selain itu, banyak orang yang mengaku berhasil memanfaatkan Facebook, Twitter, BBM, dll. untuk berjualan.
Dari situ kita tertarik, tetapi ketika kita yang coba, hasilnya mengecewakan.
Sudah buat akun/page, profilnya sudah lengkap, sudah punya banyak konten yang menarik, tapi follower masih juga di angka ratusan. Atau sudah punya follower tapi pembeli tidak bertambah. Supaya tidak kecewa dengan strategi social media marketing anda, mari kita lihat kesalahan-kesalahan apa saja yang sering dilakukan di social media.

#1 – Berharap penjualan langsung dari social media

Terakhir kali membuka aplikasi Facebook, Twitter, atau Instagram di smartphone, apa tujuan anda? 
Ingin membeli sesuatu atau sekedar melihat-lihat foto dari teman dan keluarga? Biasanya sih yang kedua.
Coba lihat gambar ini:

94% menggunakan social media untuk tujuan keluarga dan teman. Entah itu melihat foto, chatting, atau membaca status. Bahkan 62% merasa social media tidak mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli.
Seperti itu faktanya.
Jadi kalau anda aktif di social media sebagai brand, jangan berharap akun-akun anda yang di-update 10x sehari bisa langsung meningkatkan penjualan.
Tunggu dulu…
Kalau memang seperti itu, lalu kenapa ada banyak akun brand si social media yang berhasil mendapatkan banyak follower?
Ini alasannya:

Solusi kesalahan #1:

Kita sudah tahu bahwa sebagian besar orang menggunakan social media bukan untuk langsung membeli. Meskipun ada juga sebagian kecil yang seketika langsung membeli, istilahnya ‘impulse buyer’.
Tapi hanya sebagian kecil, sangat kecil. Oleh karena itu, tujuan kita aktif di social media bukan untuk menjual. Melainkan untuk membangun brand.

Memang Facebook dan kawan-kawan tidak aktif dalam menghasilkan penjualan, tapi social media bisa membuat mereka mengenal dan merasa erat dengan kita. Inilah yang dalam jangka panjang akan berdampak positif.
Sekarang, coba lihat lagi akun-akun brand yang sukses menggunakan social media. Apa yang mereka lakukan disana?

#2 – Selalu berbicara tentang diri sendiri

Sebetulnya kesalahan kedua ini bukan hanya sering terjadi di social media marketing, di seluruh strategi marketing juga seperti ini. Tapi kita fokus dulu ke social media.
Pertama-tama, tadi sudah kita bahas mengenai apa sih yang orang-orang lakukan di social media. Sebagian besar (hampir semua) untuk teman dan keluarga. Lebih detailnya, inilah yang kita lakukan di social media:

Ini terjemahan dari infografis yang dibuat oleh GlobalWebIndex.
Lihat daftar tersebut. Dari 10 penggunaan terpopuler, apakah ada yang “mencari produk terbaru yang dijual oleh perusahaan X”?
Tidak ada!
Mereka tidak peduli dengan kita. Mereka mampir ke social media untuk mencari kabar tentang teman atau keluarga, atau mencari konten yang menarik. Makanya, kalau anda setiap hari hanya membuat post tentang produk terbaru, daftar harga produk, dan sejenisnya, tidak akan ada yang tertarik dengan anda.

Solusi kesalahan #2: Jangan melawan arus.

Kita sudah tahu apa yang dicari oleh orang-orang di social media. Sediakanlah apa yang mereka cari. Salah satunya, konten yang menarik. Karena tidak ada orang yang ingin tahu tentang bisnis anda, anda harus membuat konten yang menarik bagi mereka. Dengan begitu, barulah akun anda layak untuk di-follow.
Ini salah satu contoh penggunaan social media yang luar biasa, oleh Zenius:
Konten yang mereka buat selalu menarik minat banyak orang, tapi topiknya tetap relevan dengan produk yang dijual.Lihat saja jumlah like-nya.
Semua post yang diterbitkan selalu mendapatkan lebih dari 10 ribu like.

#3 – Menganggap konten adalah raja

“Konten adalah raja”, ungkapan ini sering kita temui di bidang-bidang marketing lain. Karena memang benar, tanpa konten yang berkualitas mustahil bisa mendapatkan hasil yang bagus.
Di social media berbeda. Kualitas konten masih penting, sangat penting. Tapi ada yang lebih penting, yaitu konteks dari konten tersebut.
Konteks adalah sesuatu yang melatarbelakangi sebuah kejadian, ide, pernyataan, atau gagasan sehingga semuanya terhubung dan bisa dipahami dengan jelas.
Di kesalahan nomor 2 tadi sudah disebutkan bahwa salah satu penggunaan social media adalah untuk mendapatkan konten yang menarik.
Tapi bukan sekedar menarik. Kalau cuma menarik sih, kita ambil gambar lucu dari situs seperti 9GAG atau video iklan Thailand yang membuat terharu juga sudah beres.
Banyak yang bakal memberikan share, like, retweet…karena menarik. Tapi apakah ini berdampak positif terhadap pemasaran?
Tidak !
Justru sebaliknya. Apabila apa yang kita share melalui social media tidak sesuai konteks, maka orang-orang yang tertarik bukanlah orang yang tepat sasaran.
Yang datang justru mereka yang tidak tertarik untuk membeli produk atau menggunakan jasa anda. Meskipun banyak like/follower, tapi percuma.

Solusi kesalahan #3: Buat buyer persona.

Buyer persona adalah profil atau gambaran dari orang-orang yang akan tertarik dan mampu untuk membeli dari anda. Misalnya kalau anda memasarkan produk suplemen fitnes, maka persona-nya adalah orang-orang yang rutin ke gym untuk melatih otot. Bukan orang lain. Setelah itu cari tahu konten apa yang membuat mereka tertarik. Jangan membuat konten yang terlalu umum, apalagi konten yang tidak menarik bagi buyer persona anda.

#4 – Menggunakan social media dengan cara yang salah

Coba diresapi sejenak:
Social media…media sosial……media dimana orang-orang bersosialisasi.
Artinya, dalam social media marketing anda juga harus bersosialisasi dengan orang lain. Bukan cuma posting sendiri ke akun sendiri. Inilah kesalahan yang paling sering dilakukan oleh orang yang baru terjun ke social media marketing, hanya membuat post, tanpa bersosialisasi.
Bayangkan…
Kalau anda belum punya traffic dari luar, belum punya follower, dan yang anda lakukan setiap hari hanya membuat konten baru tanpa bersosialisasi keluar.
Seperti berteriak-teriak di ruangan kosong.
Tidak akan didengar oleh orang lain, seberapa menariknya pun konten anda.

Solusi kesalahan #4:

Sebagian besar orang melakukan social media marketing dengan tujuan ingin mendapatkan traffic, yang ujungnya menjadi pembeli. Kalau anda sudah punya sumber traffic lain, misalnya blog/website, iklan, dll. kemudian menjadikan social media tempat berkomunikasi dengan mereka, ini tidak masalah.
Tapi kalau tujuannya mendapatkan traffic, anda harus bersosialisasi, ke luar dan ke dalam.
Bersosialisasi ke luar artinya kita mencari tempat yang banyak orangnya di social media, seperti Facebook Groups misalnya.
Ini yang kita lakukan di sana:
  • Membuat post yang menarik
  • Menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain
  • Berdiskusi yang bermanfaat
  • Mengundang mereka ke tempat anda
Dengan demikian, anda akan mulai mendapatkan traffic dan follower.
Sedangkan bersosialisasi ke dalam artinya kita berkomunikasi dengan orang-orang yang menulis komentar dan mention untuk akun anda.
Tunjukkan bahwa anda adalah manusia, bukan robot.

#5 – Menggunakan cara licik untuk mendapatkan follower dan like

Ada orang-orang yang menjual follower di Twitter dan like di Facebook dengan harga yang sangat murah.
Seperti ini:

Sebenarnya ini bukan penipuan, mereka betul-betul akan memberikan ratusan, bahkan ribuan follower dan like di Twitter dan Facebook dengan harga Rp 50ribu.
Enak kan? …sama sekali tidak.
Ini alasannya:
Facebook mempunyai algoritma yang menganalisa tingkat interaksi antara sebuah page dengan orang-orang yang me-like halaman itu. Kalau anda membeli follower, orang-orang yang anda beli itu sama sekali tidak tertarik dengan anda. Mereka tidak akan berinteraksi sama sekali. Nah, ketika interaksinya rendah maka algoritma tadi secara otomatis akan menganggap bahwa page anda adalah spam. Setelah itu, seluruh post anda tidak akan pernah masuk ke News Feed mereka. Semuanya akan ter-filter secara otomatis. Dengan kata lain, kalau anda membeli like di Facebook berarti anda membunuh page anda sendiri.

Solusi kesalahan #5: Jangan membeli like dan follower.

Carilah follower dengan cara yang sah, yaitu dengan membuat konten yang menarik. Jangan cari follower yang tidak akan tertarik dengan konten anda.

#6 – Menggunakan prinsip 4P, bukan 4E

Apaan tuh, 4P 4E?
4P, atau istilah lainnya marketing mix atau bauran pemasaran, ini:
  • Product
  • Price
  • Promotion
  • Place
Marketing mix adalah sebuah metode yang kita gunakan untuk melakukan identifikasi, dimana sih “posisi” bisnis kita apabila ditinjau dari keempat hal tersebut. Dengan mengetahui posisinya, maka kita bisa merencanakan strategi pemasaran yang tepat.
Setiap kali ada kelas tentang marketing, pasti 4P ini diajarkan. Sayangnya, banyak orang yang salah tangkap, mereka menganggap bahwa ketika melakukan pemasaran di social media (dan media lain) mereka harus berbicara tentang 4P:
  • Product: berbicara tentang keunggulan produknya
  • Price: memberitahu harga produk, memberikan diskon
  • Place: memberitahu lokasi toko
  • Promotion: mengajak mereka untuk membeli
Ini 100% salah.
Kalau anda melakukan hal ini di social media, tidak akan ada yang peduli. Semua follower akan pergi.

Solusi kesalahan #6:

4P itu hanya dilakukan di belakang layar, bukan untuk dikomunikasikan secara langsung kepada orang lain.
Sebaliknya, lakukan 4E:
  • Engage: ajak mereka berinteraksi
  • Educate: buat konten yang informatif, mendidik, bermanfaat
  • Excite: buat konten yang membuat mereka antusias agar mereka kembali lagi kepada anda
  • Evangelize: buat mereka supaya merekomendasikan produk anda kepada orang lain
Ketika anda berhasil melakukan keempat hal ini, maka strategi pemasaran social media anda sukses.

#7 – Social sebagai satu-satunya media pemasaran

Misalkan anda sudah punya 100 ribu follower di Twitter. Keren kan, tapi apa yang terjadi ketika ada sesuatu yang terjadi dengan akun anda. Bagaimana kalau akun anda ditutup oleh Twitter? Atau bagaimana kalau Twitter (dan Facebook) suatu saat jadi tempat yang tidak efektif lagi untuk memasarkan bisnis?
Angka 100 ribu itu jadi percuma.
Parahnya lagi, anda tidak punya kontak langsung terhadap 100 ribu orang tersebut. Kalau anda tidak lagi menggunakan Twitter, anda tidak bisa memindahkan mereka ke tempat lain.
Social media tidak mengijinkan anda untuk mendapatkan kontak mereka.
Bayangkan kalau anda terbiasa mendapatkan pembeli dari social media, sumber penghasilan utama anda dari social media. Kemudian seketika dalam 1 hari hilang semua.
Anda akan mengulang lagi dari nol. Itulah kelemahan terbesar dari social media.

Solusi kesalahan #7:

Dalam pemasaran online, kita mengenal 4 jenis media:
  • Owned media: milik kita sepenuhnya. Misalnya website, email list, blog
  • Paid media: iklan berbayar
  • Earned media: kustomer loyal yang merekomendasikan bisnis anda
  • Rented media: social media (Facebook, Twitter, dll.)
Kita hanya menumpang di social media, menyewa tempat (rent). Orang-orang yang mengikuti anda di sana bukan milik anda, mereka miliknya Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Anda harus sadar bahwa paid dan rented media itu hanya sarana untuk mengembangkan owned dan earned media, media yang 100% milik anda.
Social media hanya kita manfaatkan untuk membangun brand.
Jangan sampai anda dan kustomer anda menganggap bahwa social media lah ‘rumah’ anda. Buat website anda sendiri (owned media), dan bawa mereka ke sana.
Jangan lakukan ini:
  • Mencari ‘pembeli langsung’ di social media
  • Menggunakan FB Ads untuk langsung mendapatkan pembeli
  • Membuat konten hanya di social media
  • Membuka “toko” di social media
Lakukan ini:
  • Bangun brand di social media.
  • Gunakan FB Ads untuk mendapatkan kontak mereka.
  • Buat konten di website sendiri, gunakan social media sebagai tempat distribusinya.
  • Bawa orang yang ingin membeli ke website anda.
Intinya, kembangkan sendiri owned media anda. Jangan 100% mengandalkan tempat yang bukan milik anda. Dan pada akhirnya owned media harus lebih besar daripada rented media.

Sekarang saatnya melakukan yang benar

Anda sudah menyadari 7 kesalahan paling umum dalam social media marketing, sekarang saatnya kita mempelajari lebih lanjut mengenai strategi yang benar.
Sumber: http://panduanim.com/