Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label Digital Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Digital Marketing. Tampilkan semua postingan

Perbedaan Digital Marketing dan Digital Selling.


 

Dalam era digital seperti saat ini, pemasaran dan penjualan secara online menjadi sangat penting bagi bisnis.

Namun, terdapat perbedaan yang signifikan antara digital marketing dan digital selling. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut dan bagaimana menerapkannya dalam bisnis kamu.

Digital marketing melibatkan berbagai strategi untuk mempromosikan produk atau layanan kamu melalui internet, termasuk iklan online, media sosial, email marketing, dan SEO.

Sedangkan digital selling berfokus pada mengubah prospek menjadi pembeli melalui pemanfaatan teknologi, seperti chatbot, e-commerce, dan platform penjualan online.

Dengan memahami perbedaan antara digital marketing dan digital selling, kamu dapat mengembangkan strategi pemasaran yang tepat untuk bisnis kamu dan meningkatkan konversi penjualan secara signifikan.

Perbedaan dari Segi Pengertian atau Definisi

Digital Marketing

Digital marketing adalah suatu usaha pemasaran secara online dengan menggunakan berbagai aset digital, misalkan situs web, video, gambar, konten tertulis, maupun media sosial.

Digital marketing juga memiliki strategi khusus yang digunakan untuk mendorong engagement dengan konsumen, contohnya iklan pay per click, SEO, iklan media social berbayar dan lainnya. 

Digital Selling

Sedangkan digital selling bekerja untuk mengubah audiens menjadi pembeli. Tools-tools yang sering digunakan untuk digital selling yaitu CRM, platform manajemen konten, platform penghasil prospek (lead-generation), platform media sosial, dan berbagai macam metode komunikasi lainnya. 

Perbedaan dari Segi Aktor Penggunanya

Digital marketing biasanya dirumuskan oleh petinggi pengambilan keputusan pemasaran atau perusahaan.

Sedangkan digital selling ini umumnya ditetapkan oleh pengambil keputusan di bidang penjualan perusahaan.

Perbedaan dari Segi Customer Journey

Digital Marketing ini hanya fokus pada promosi dan brand awareness. Digital marketing adalah bagian yang lebih besar dan merupakan awal dari proses customer journey.

Sementara itu, digital selling difokuskan pada aktivitas penjualan produk atau jasa kamu, dimana digital selling ini menjadi bagian akhir dari customer journey. 

Perbedaan dari Segi Jangka Waktu

Digital marketing umumnya memiliki jangka waktu yang panjang dan berkelanjutan dan perubahan strateginya harus di cek secara berkala.

Sedangkan digital selling berbeda dengan digital marketing karena mempunyai jangka waktu yang lebih pendek, didasarkan oleh perolehan performa penjualan dalam waktu tertentu. 

Perbedaan dari Segi Tools yang Digunakan 

Digital Marketing 

Berikut adalah beberapa macam tools yang sering digunakan dalam digital marketing:

1. Alat manajemen media sosial: Alat ini memungkinkan bisnis untuk mengelola akun media sosial mereka, membuat konten, dan menganalisis performa kampanye media sosial mereka. Contoh alat manajemen media sosial termasuk Hootsuite, Buffer, Sprout Social, dan HubSpot.

2. Alat analisis web: Alat analisis web, seperti Google Analytics, memungkinkan bisnis untuk melacak kinerja situs web mereka, mengukur lalu lintas situs web, menganalisis perilaku pengguna, dan mengoptimalkan kampanye pemasaran digital mereka.

3. Alat pengiriman email: Alat ini membantu bisnis untuk mengirim email marketing, memantau tingkat buka dan klik, dan menganalisis performa kampanye email. Contoh alat pengiriman email termasuk MailChimp, Constant Contact, dan Campaign Monitor.

4. Alat pengoptimalan mesin pencari (SEO): Alat ini membantu bisnis untuk meningkatkan peringkat situs web mereka di mesin pencari dengan melakukan optimasi konten dan memantau performa kata kunci. Contoh alat SEO termasuk SEMrush, Ahrefs, dan Moz.

5. Alat iklan digital: Alat iklan digital, seperti Google Ads dan Facebook Ads, memungkinkan bisnis untuk membuat iklan online dan mengukur performa kampanye iklan mereka.

6. Alat konten marketing: Alat konten marketing, seperti Canva dan Adobe Creative Suite, membantu bisnis untuk membuat konten visual yang menarik dan profesional untuk kampanye pemasaran digital mereka.

7. Alat pengelolaan proyek: Alat pengelolaan proyek, seperti Asana dan Trello, membantu bisnis untuk mengelola proyek pemasaran digital mereka, mengatur tugas dan jadwal, serta melacak kemajuan proyek.

Digital Seller

Berikut adalah beberapa macam tools yang sering digunakan dalam digital selling:

1. Platform e-commerce: Platform e-commerce, seperti Shopify, WooCommerce, dan Magento, memungkinkan bisnis untuk membuat dan mengelola toko online mereka, mengatur pembayaran dan pengiriman, dan memantau performa penjualan.

2. Alat manajemen inventaris: Alat manajemen inventaris, seperti Zoho Inventory, Odoo, dan TradeGecko, membantu bisnis untuk mengelola persediaan mereka, mengelola pemesanan, dan memantau stok produk.

3. Alat analisis penjualan: Alat analisis penjualan, seperti Google Analytics, memungkinkan bisnis untuk memantau performa penjualan mereka, menganalisis data penjualan, dan mengoptimalkan kampanye penjualan.

4. Alat pemasaran email: Alat pemasaran email, seperti MailChimp, memungkinkan bisnis untuk mengirim email promosi, memantau performa kampanye email, dan menganalisis data pelanggan.

5. Alat pengiriman: Alat pengiriman, seperti ShipStation dan Shippo, membantu bisnis untuk mengelola pengiriman produk mereka, membuat label pengiriman, dan melacak status pengiriman.

6. Alat manajemen pelanggan: Alat manajemen pelanggan, seperti Salesforce dan HubSpot, membantu bisnis untuk mengelola informasi pelanggan, mengelola hubungan pelanggan, dan meningkatkan retensi pelanggan.

7. Alat manajemen pesanan: Alat manajemen pesanan, seperti Orderhive dan Skubana, membantu bisnis untuk mengelola pesanan dari berbagai platform penjualan online, seperti Amazon, eBay, dan Walmart.

8. Alat manajemen harga: Alat manajemen harga, seperti PriceSpy dan SellerActive, membantu bisnis untuk memantau harga pesaing mereka, mengatur harga produk mereka, dan meningkatkan keuntungan penjualan.

Kesimpulan

Dalam era digital yang semakin berkembang, penting bagi bisnis untuk memahami perbedaan antara digital marketing dan digital selling.

Digital marketing bertujuan untuk membangun merek dan menarik pelanggan, sedangkan digital selling bertujuan untuk menjual produk atau layanan secara online.

Untuk mencapai tujuan mereka, baik digital marketing maupun digital selling menggunakan berbagai alat dan strategi yang berbeda, seperti alat media sosial, analisis web, pengiriman email, dan alat manajemen inventaris.

Namun, walaupun memiliki perbedaan, digital marketing dan digital selling saling terkait dan saling mempengaruhi.

Digital marketing dapat membantu meningkatkan kesadaran merek dan menarik pelanggan baru, sementara digital selling dapat membantu mengubah pelanggan menjadi pembeli dan meningkatkan penjualan secara keseluruhan.

Dalam kesimpulannya, sebagai bisnis yang ingin sukses di era digital ini, penting untuk memahami perbedaan antara digital marketing dan digital selling dan menggunakan keduanya secara efektif untuk mencapai tujuan bisnis kamu.

 

Sumber Artikel: Kasirpintar.co.id



Alasan Kenapa Adobe Family Banyak Digunakan Di Industri Kreatif



Pasti Anda sering melihat iklan lowongan pekerjaan baik di studio design, production house, dan Agensi atau apapun perusahaan yang bergerak dibidang industri kreatif selalu mencantumkan persyaratan minimal familiar dengan Adobe family.

Padahal di era sekarang banyak banget software desain lain yang bisa digunakan, dan mungkin lebih mudah dioperasikan dibanding Adobe. Namun, kenapa software Adobe masih menjadi pilihan utama? Bahkan bisa dibilang, kalau Anda ingin kerja di industri kreatif, ya minimal familiar dengan software Adobe, jangan sampai buta banget. Kira-kira kenapa ya?

Soalnya Adobe ini  mungkin bisa dibilang merupakan deveAndaper bidang grafis tertua yang masih bertahan, bahkan terus berkembang sampai sekarang. Adobe pertama kali berdiri pada tahun 1982. Hingga saat ini, banyak software dari Adobe menjadi standar di dunia.

Bisa dibilang perusahaan Adobe ini juga banyak menemukan sistem yang digunakan standar internasional, seperti Microsoft Postscript yang merupakan bahasa komputer untuk membuat gambar berbasis vektor pertama kali. 

Dan saat  Microsoft Postscript dirilis pertama kali pada tahun 1982, dirilis juga format Font OpenType yang waktu itu bekerja sama dengan Microsoft. Lalu rilis juga format PSD, Ai, dan eps. Pokoknya, Adobe banyak banget menemukan format sistem yang akhirnya digunakan di seluruh dunia.

Kalau mungkin ada yang berniat menyaingi Adobe saat ini, sepertinya harus bersiap  membuat standar baru, dan standar itu bisa berlaku internasional, seperti produk atau format yang telah dibuat oleh Adobe. Jadi langsung masuk ke sistemnya, misal kaAnda ebook ya formatnya PDF, kalau font ya tipenya OpenType. Jadi bukan pada software-nya saja, seperti Coreldraw.

Kalau kita lihat sekarang, software pesaing Adobe juga udah lumayan, banyak bahkan ada yang gratis juga. Misal Adobe Illustrator, pesaingnya ada CorelDraw dan Affinity Designer. Adobe Photoshop punya saingan Affinity Photo, Corel Painter, atau yang berbasis web juga ada Photopea dan GIMP yang gratis. 

Pengolah video seperti Adobe Premiere Pro juga ada saingannya seperti Da Vinci Resolve, Magix Vegas Pro, dan masih banyak yang lainnya. 

Di sisi lain, software mobile yang bisa dipakai di smartphone juga sedang gencar-gencarnya membuat aplikasi pengolah gambar dan video yang nggak kalah dengan yang ada di PC. Lalu kira-kira apa ya alasan studio design, production house, atau 'agensi' masih menggunakan software dari Adobe ini seakan-akan software adobe ini masih menjadi raja di industri kreatif.


Sumber Artikel: fryonion.com




10 Alasan Mengapa Digital Marketing Penting untuk Bisnis UKM


 

Kegiatan promosi menjadi penentu dalam meningkatkan angka penjualan bagi seluruh jenis usaha, baik itu berskala kecil maupun besar. Kegiatan promosi berupaya untuk menawarkan produk atau jasa dengan tujuan agar membeli atau mengkonsumsinya. 

Jika didukung dengan cara promosi yang tepat, bisnis Anda akan mampu mendatangkan hasil penjualan yang maksimal. Banyak perusahaan yang merubah cara promosinya menggunakan digital marketing, dimana promosi tersebut tentunya dilakukan secara digital. 

Hal tersebut akan sangat berguna untuk UKM agar bisnis yang dijalankan terus bertahan dan berkembang.


Pentingnya Digital Marketing untuk Bisnis UKM

Menerapkan digital marketing untuk bisnis UKM dapat memberikan dampak positif yang dapat menjangkau target pasar yang lebih luas dan tidak berpatok dengan letak geografis. 

Sehingga bisnis UKM perlu untuk bertransformasi menjadi go digital agar bisnis terus berkembang mencapai target penjualan. Berikut ini manfaat dari pentingnya menerapkan digital marketing untuk bisnis UKM.

1. Memperluas Jangkauan Pasar

Alasan pertama mengapa digital marketing penting untuk bisnis UKM adalah karena perlunya transformasi menuju go digital dalam memperluas jangkauan pasar. 

Dengan kata lain, bisnis UKM perlu memperluas usahanya agar memperoleh hasil penjualan yang maksimal. Manfaatkan seluruh platform media online untuk kegiatan pemasaran serta optimalkan seluruh media agar target pasar semakin meningkat.

2. Meningkatkan Angka Penjualan

Ketika Anda ingin memulai sebuah usaha, banyak hal yang harus dipikirkan dan juga dipertimbangkan. Tujuan usaha yang utama adalah mendapatkan keuntungan selain memberikan solusi kepada masyarakat dengan produk yang ditawarkan.

Dengan kehadiran digital marketing dalam bisnis UKM, akan membuat banyak orang mengenal bisnis Anda dengan cepat. Hal tersebut berpeluang meningkatkan angka penjualan dan mempengaruhi permintaan produk yang akan diproduksi.

3. Menghemat Biaya Promosi

Strategi pemasaran dengan menerapkan media online memang jauh lebih murah dibandingkan dengan menerapkan cara-cara konvensional dengan membuat brosur atau sebuah baliho. 

Oleh karena itu, bagi Anda pebisnis selaku bisnis UKM yang berkeinginan bisnis Anda dapat dengan cepat dikenal oleh banyak orang, strategi pemasaran dengan digital marketing adalah solusinya.

4. Menciptakan Customer Experience yang Luar Biasa

Pengalaman konsumen adalah totalitas tanggapan konsumen dalam mengkonsumsi sebuah produk. Baik itu layanan maupun strategi pemasaran yang diberikan. 

Semua hal diatas harus bisa memberikan pengalaman dan kesan yang baik. Sehingga akan menjadikan perjalanan pelanggan Anda atau customer journey menjadi lebih menyenangkan dan berkesan.

5. Mudah dalam Menganalisis Bisnis

Penerapan digital marketing untuk bisnis UKM akan memudahkan Anda untuk mendapatkan data yang akurat. Dari data yang Anda dapatkan tersebut, Anda bisa melakukan analisis yang lebih cepat dan tepat.

Sehingga Anda dapat melakukan perbaikan atau mengembangkan bisnis Anda menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen.

6. Melayani Customer dengan Cepat

Terkadang, konsumen mengeluh dengan pelayanan yang kurang maksimal atau lambat. Bisnis UKM dapat memanfaatkan chatbot sebagai pesan otomatis untuk membalas pesan konsumen yang masuk. 

Sehingga dengan adanya chatbot pelanggan tidak perlu mengantri lagi ketika ingin berkonsultasi atau bertanya mengenai sebuah produk yang ditawarkan. 

Chatbot dapat melayani dengan cepat sehingga sangat menghemat waktu dan tentunya akan memberikan kepuasan yang lebih bagi konsumen. 

Hal ini jelas menjadi kelebihan di mata konsumen untuk meneruskan transaksi atau tetap setia terhadap suatu bisnis. 

7. Mudah Mengenali Tren dan Pasar

Bagi Anda yang merasa kesulitan untuk mengenali tren dan pasar, menggunakan strategi digital marketing akan memudahkan Anda untuk mengenalinya. 

Semakin berkembangnya kemajuan teknologi, tren di dunia bisnis juga menjadi semakin bervariasi. Penggunaan media online dalam strategi digital marketing untuk bisnis UKM akan mudah serta cepat dalam memperoleh sebuah informasi dari beragam penjuru dunia.

8. Menjangkau Pengguna Perangkat Khususnya Smartphone

Smartphone bisa dibilang merupakan sebuah perangkat yang memungkinkan untuk melakukan komunikasi seperti menelpon atau berkirim pesan singkat.

Tidak hanya kalangan orang tertentu saja yang dapat menggunakan teknologi canggih ini, semua kalangan dapat menikmatinya dengan kelebihan yang dimiliki smartphone. 

Oleh karena itu, bagi Anda yang baru memulai bisnis, digital marketing adalah solusi yang tepat untuk bisnis Anda dapat dikenal oleh banyak orang.

9. Meminimalisir Hilangnya Target Pasar

Kehilangan target pasar adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh semua para pelaku bisnis, hal ini adalah kecenderungan pengguna yang mulai nyaman dengan menggunakan semua kegiatan dengan digital. Mulai dari bisnis pesan makanan, transaksi sampai kebutuhan dalam berbelanja pun dilakukan secara online. 

Bila bisnis Anda tidak mampu menyesuaikan dengan kebiasaan tersebut, maka Anda harus bersiap untuk kehilangan potensi pendapatan dari para konsumen yang semakin dimanjakan dengan adanya kemudahan akses online.

10. Bisnis Berkembang Lebih Cepat

Bisnis yang sudah go digital akan mampu berkembang lebih cepat. Hal tersebut dibantu dengan cepatnya penyebaran informasi saat ini yang menjadi poin utama dalam bisnis digital. 

Dengan menggunakan berbagai platform digital secara lebih maksimal, maka jumlah audiens yang mampu mengenali produk Anda pasti akan lebih banyak. Sehingga, potensi penjualan pun akan semakin besar.


Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Digital Marketing?


Strategi Digital Marketing untuk Bisnis UKM

1. Promosi Lewat Social Media

Bagi pelaku bisnis, Anda akan diuntungkan ketika Anda menggunakan strategi pemasaran digital untuk bisnis. Karena, media sosial bisa dengan mudah untuk menarik minat masyarakat terhadap produk atau jasa yang Anda jual. 

Hampir seluruh orang di dunia ini menggunakan media sosial untuk menemukan sebuah informasi atau berbagi informasi kepada sesama. Hal tersebut jika diterapkan pada dunia bisnis adalah pilihan yang tepat, karena kemampuan media sosial dapat membangun dan menarik minat masyarakat.


2. Bekerjasama dengan Influencer

Strategi pemasaran dengan menyewa jasa influencer adalah salah satu tren paling populer di era digital. Influencer memiliki pengaruh kuat dalam pemasaran, tentu juga didukung kreativitas mempromosikan suatu produk/jasa.

Influencer adalah seseorang yang memiliki pendapat atau suara yang merupakan kekuatan mereka untuk menyampaikan sesuatu. Influencer dinilai dari jumlah pengaruh yang diciptakan untuk pengikut.

3. Memanfaatkan Marketplace

Marketplace merupakan sebuah platform dimana Anda akan mendapatkan fasilitas jual beli dengan berbagai macam toko. 

Umumnya, jika dilihat dari kasat mata marketplace sendiri memiliki konsep yang sama dengan pasar tradisional secara nyata. Hanya saja, keberadaan marketplace ini sendiri dilakukan secara online.

4. Menggunakan Google MyBusiness

Google MyBusiness adalah tools yang dikeluarkan oleh google untuk memudahkan konsumen menemukan informasi sebuah bisnis. 

Beberapa informasi yang akan ditampilkan tools ini mencakup, nama bisnis, alamat/lokasi usaha, alamat email, jam operasional, nomor telepon perusahaan, website, maupun foto.

5. Beriklan di Platform Digital

Strategi iklan adalah sebuah pendekatan untuk memberikan informasi untuk mendapatkan jangkauan luas pada suatu target audiens terhadap suatu produk.


Strategi iklan pada suatu platform digital memainkan peran penting bagi keberhasilan aktivitas pemasaran. Cara beriklan di platform digital harus sesuai dengan strategi agar mendapatkan hasil yang optimal.

Tips Memanfaatkan Digital Marketing untuk Bisnis UKM

1. Kenali Pelanggan Anda dengan Baik

Konsumen merupakan salah satu aset paling berharga bagi pelaku usaha karena merupakan faktor pendukung berkembangnya suatu usaha. 


Sehingga Anda perlu mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen, ketahui perilakunya serta data konsumen seperti email dan nomor handphone yang akan memudahkan Anda untuk memberikan informasi terkait bisnis dengan lebih mudah.


Konsumen juga berperan dalam menumbuhkan usaha dengan merekomendasikan bisnis kepada teman atau lingkungan mereka, sehingga jaringan dan jangkauannya akan semakin luas lagi.


2. Membangun Brand

Branding menjadi hal terpenting dalam kegiatan pemasaran. Ini merupakan kemampuan konsumen dalam mengenali dan mengingat suatu merek, produk atau jasa. Karena, konsumen cenderung membeli produk yang berasal dari merek yang dikenalnya.


3. Lakukan Promosi Secara Rutin

Promosi merupakan salah satu dari strategi pemasaran. Promosi penjualan proses memberikan informasi, memberi pengaruh, dan mengingatkan target pasar akan jasa atau produk agar bisa diterima dan dibeli oleh pasar. 


Lakukanlah promosi secara rutin karena dengan promosilah penjualan akan terjadi dengan cara-cara yang kreatif sehingga para konsumen tidak merasa bosan.


4. Peka Terhadap Perubahan Tren

Jika Anda baru memulai suatu bisnis, Anda tentu ingin mengetahui dan mempelajari tren yang selalu dinamis untuk menemukan produk yang tepat. Kehadiran tren sering menarik perhatian masyarakat. 


Karena itu, para pelaku bisnis perlu mengikuti tren yang berkembang agar produknya tidak ketinggalan zaman.


5. Memaksimalkan Berbagai Platform Digital

Media sosial tempat yang tepat memasarkan melalui aktivitas online. Pengguna berlomba-lomba melakukan promosi, memperkenalkan produk, membangun jaringan dengan pelanggan demi tercapainya brand yang lebih baik. Kegiatan inilah yang meningkatkan brand pada pengguna media sosial.

Penutup

Menerapkan digital marketing pada bisnis UKM membantu cepatnya penyebaran informasi yang menjadi poin utama sehingga bisnis UKM akan mampu berkembang lebih cepat.

Dengan menggunakan berbagai platform digital secara lebih maksimal, maka jumlah audiens yang mampu mengenali produk Anda pasti akan lebih banyak. Sehingga, potensi penjualan pun akan semakin besar.

Sumber Artikel: https://sasanadigital.com/alasan-pentingnya-digital-marketing-untuk-bisnis-ukm/



Istilah-istilah dalam Digital Marketing



 >> SEO (Search Engine Optimization)

SEO yang merupakan singkatan dari Search Engine Optimization atau optimasi mesin pencari adalah sebuah suatu strategi atau serangkaian teknik yang sistematis untuk menempatkan website atau blog berada di halaman utama SERP (Search Engine Result Page) dan potensial sesuai dengan keyword yang ditentukan.


>> SEM

SEM merupakan singkatan dari Search Engine Marketing. Sama seperti SEO, SEM juga memiliki tujuan untuk mendapatkan tampilan website atau blog pada halaman utama Search Engine Result Page. ... SEM merupakan trik pemasaran internet yang membutuhkan biaya, sedangkan SEO gratis alias tanpa biaya.


>> SMM (Search Engine Marketing)

SMM merupakan salah satu bentuk digital marketing yang memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasarannya. SMM bertujuan untuk menghasilkan konten dimana penggunanya akan berbagi melalui jejaring sosialnya untuk membantu meningkatkan dan memerluas jangkauan pelanggan.


>> SMO

SMO atau Social Media Optimization adalah teknik mengoptimasi website dengan dengan perantara media sosial. Untuk Anda yang tak ingin ribet, maka menerapkan strategi SMO berbayar seperti Facebook Ads dan Twitter Ads bisa jadi solusi.


>> ROAS (Return On Ad Spend)

ROAS adalah metric yang mengukur efektivitas dari sebuah campaign dalam digital marketing. Dengan menghitung ROAS anda bisa mengevaluasi apakah campaign yang anda sudah anda jalankan itu menguntungkan atau tidak.


Rumus ROAS = (Revenue / Ad Spend)


Misalnya anda menghabiskan biaya iklan sebanyak Rp 3 juta dalam 1 bulan. Lalu dari campaign tersebut anda bisa menghasilkan Rp 6 juta. Sehingga ROASnya adalah Rp 6 juta dibagi dengan Rp 3 juta = Rp 2 atau 2:1 atau 200%.


Dengan kata lain, setiap Anda menghabiskan biaya iklan sebesar Rp 1.000.000,-  

akan mendapatkan uang Rp 2.000.000,-


>> CPAS

CPAS adalah singkatan dari Collaborative Performance Advertising Solution. Ini adalah platform baru yang dibuat oleh Facebook bekerja sama dengan situs web e-commerce. Tools ini memungkinkan merek untuk mendorong pembeli untuk membeli produk mereka secara online melalui iklan dinamis Facebook. Selain itu, untuk merk, akhirnya menjadi mungkin untuk mengukur tingkat konversi iklan digital pada platform e-commerce, yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Selain itu, mereka juga akan dapat menyederhanakan dan merampingkan seluruh proses. 


Mengapa CPAS adalah tool yang sangat dibutuhkan?

CPAS sangat berguna untuk:

Merek: Untuk berkolaborasi dengan merek lain dan mendapatkan visibilitas yang lebih baik tentang rasio konversi kampanye. Perencana Anggaran / Media: Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana iklan memengaruhi penjualan dan mengalokasikan anggaran dengan cara yang strategis.


>> CPM

CPM adalah singkatan dari “cost per-1000 impression” atau “cost per mille”, pengiklan yang menjalankan iklan CPM menetapkan harga yang diinginkan per-1000 iklan yang ditayangkan dan membayar setiap kali iklan mereka muncul. Mille sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seribu tayangan dalam bisnis iklan.


Dengan banyaknya orang yang begitu aktif berbelanja secara online, sangat penting untuk mengukur apakah mereka mencapai target audiens dan mendapatkan impact yang diinginkan. Di sinilah Cost Per Thousand / Mille (CPM) masuk. Ini memberi tahu Anda seberapa efisien iklan Anda menjangkau audiens Anda dan apakah anggaran pemasaran Anda digunakan secara optimal.


Jadi, sebenarnya apa itu cpm? Dalam pemasaran, Cost Per Mille atau CPM mengacu pada uang yang diinvestasikan pengiklan untuk seribu tampilan iklan. Ini biasanya berlaku untuk iklan bergambar.


Catatan: Mille adalah kata Latin untuk “thousand.” Karenanya, Cost Per Thousand Impression juga disingkat sebagai CPM.


CPM adalah metodologi umum untuk biaya iklan bergambar yang digunakan oleh penerbit dan pengiklan. Misalnya, situs web yang meng-host iklan bergambar pada inventarisinya mungkin ingin menagih jumlah tertentu untuk seribu tayangan. Setelah batas ini tercapai, pengiklan atau pemasar akan dikenakan biaya CPM yang telah ditentukan.


>> CTR

Click Through Rate (CTR) adalah rasio jumlah klik terhadap jumlah impression. Biasanya klik bersumber dari hasil pencarian organik. Sedangkan impression adalah jumlah munculnya halaman website Anda di hasil pencarian Google.


>> CPR

CPR (conversion per-rate), artinya dari sekian banyak orang yang mengunjungi, berapa banyak orang yang akhirnya melalukan transaksi. Jadi semakin besar CPR, semakin akurat data yang kita miliki. ROAS (return on ad spend), berarti berapa banyak konversi yang kita terima dibandingkan dengan cost yang kita keluarkan.


>> CPC

CPC (Cost Per Click) juga dikenal dengan sebutan PPC atau pay per click. CPC biasa digunakan untuk mengetahui jumlah biaya dari setiap user yang melihat iklan pada mesin pencarian, Google Display Network untuk AdWords, platform media sosial dan publisher lain. Cara menghitung CPC adalah dengan cara membagi biaya kampanye paid ads dengan jumlah klik. 

Cost per click = biaya iklan / jumlah klik


Terdapat dua model utama di dalam iklan CPC yakni, biaya tetap per klik (fixed priced per click) dan biaya per klik berdasarkan penawaran (price per click based on bidding).


>> Page Post Engagement (PPE)

Sesuai namanya, PPE Ad digunakan untuk meningkatkan engagement di page post Anda. Jika anda memilih PPE sebagai campaign objective, maka Anda meminta Facebook untuk mencari audience yang cenderung melakukan engagement. Engagement itu bisa berupa shares, likes dan comments di post Facebook.


>> Jasa Likes Fanpage Facebook

Layanan untuk meningkatkan jumlah Likes pada halaman Fanpage Facebook anda dari akun Worldwide (Seluruh Dunia), secara instant, murah dan berkualitas. Layanan ini dapat menjadi solusi dibanding anda mencari Jual / Beli Fanpage (Halaman) Facebook orang lain.


>> SSL Extended Validation (Green Bar)

Dalam dunia SSL/TLS sertifikat SSL EV merupakan kualitas terbaik dan terpercaya dalam menjamin keamanan website Anda. Memberikan level tertinggi dari enkripsi , keamanan, dan rasa percaya terhadap identitas oleh pengunjung dan pelanggan Anda maka proses validasi dari sertifikat ini tentu sangat dibutuhkan persyaratan yang lengkap mengenai data perusahaan/organisasi Anda. Proses validasi dari sertifikat SSL jenis EV ini dapat mencapai kurang lebih 7-14 hari atau bisa lebih cepat tergantung dari kecepatan tanggapan pelanggan dalam memberikan kelengkapan persyaratan validasi.


>> IMPRESSION

Impression, di sisi lain, mengacu pada akumulasi jumlah berapa kali ads atau konten Anda tampil di layar penguna. Akumulasi jumlah ini bisa berasal dari post yang di-share, kinerja SEO dari orang yang memang tertarik, atau bahkan jumlah klik. Singkat kata, impression adalah pertanda baik bahwa ads Anda berhasil mencapai hati target.


>> REACH

Reach alias jangkauan adalah jumlah orang yang sudah melihat ads Anda. Metrik yang tampak di analytics sosial media seperti Instagram atau Facebook dapat mengkonfirmasi ini. Jika analytics berkata iklan atau konten Anda telah dilihat 100 orang, misalnya, itulah capaian reach Anda.


>> People REACH

REACH adalah jumlah total orang yang melihat konten Anda. Dengan kata lain, reach merupakan sejumlah orang unik yang melihat konten Anda. Jika 100 orang total telah melihat iklan atau konten Anda, itu berarti reach atau jangkauan iklan Anda adalah 100.


“People Reached” on Facebook refers to how many people saw either a specific post or any content posted by your page. “Post Reach” is the number of users who saw your specific Facebook post. “Page Reach” is the number of users who saw any content posted by your page.


>> NICHE

Sederhananya niche merupakan topik atau pokok pembahasan utama dari suatu website. Secara teknis, niche adalah suatu kata yang dikhususkan bagi sesuatu yang penting untuk mencapai target marketing. Sedangkan menurut wikipedia, niche adalah bagian dari sektor pasar yang sudah difokuskan dan ditargetkan. Contoh: Sepakbola, Teknologi, Kesehatan, Traveling, Otomotif


FACEBOOK ADS. CREATE NEW CAMPAIGN - STEP BY STEP


Sumber / Source: https://www.facebook.com/business/help

AWARENESS

- Brand Awareness: Show your ads to people who are most likely to remember them.

- Reach: Show your ads to the maximum number of people.


CONSIDERATION

- Traffic: Send people to destination, like a website, app, Facebook event or Messenger conversation.

What's the traffic objective?

The traffic objective is designed to drive people to your website or app. With traffic as your objective, you can create ads that:

Send people to a destination such as a website, app, phone call or Messenger conversation (Website Clicks)

Increase the number of people going to your mobile or desktop app (App Engagement)

When you create an ad with the traffic objective, you can:


Select where you want to drive traffic: You can select Website, App, Messenger or WhatsApp.

Target people who previously installed your app: You can target people who previously installed your app in the Audience section of ad creation.

What platforms support the traffic objective?

- Facebook

- Instagram

Which ad formats can I choose from in the traffic objective?

- Photo

- Video

- Carousel

- Collection


- Engagement: Get more Page likes, event responses, or post reacts, comment or shares.

- App Install: Show your ads to people most likely to download and engage with your app.

App ads allow you to promote your app across Facebook, Instagram and Audience Network. You can create app ads from Ads Manager or with the support of a Facebook Business Partner, who can help you create, optimize and measure your app ads.

- Video View: Show people video ads.

- Lead Generation: Collect leads for your business or brand.

- Messages: Show people ads that allow them to engage with your Messenger, WhatsApp or Instagram Direct.


CONVERTION

- Convertion: Show your ads to people most likely to take valuable actions, like making a purchase or adding payment info, on your website, apps or in Messenger.

- Catalog Sales: Use your target audience to show people ads with items from your catalogs.

- Store Trafic: Show your ads to people most likely to visit your physical store when you're near them.

The store traffic advertising objective allows you to create Facebook ad campaigns to increase foot traffic and boost sales at your physical stores. You can select the store traffic objective for your campaign if you have a business with multiple stores and you've added your store locations to Facebook. A store means any physical place of business, such as a shop, restaurant, dealership, gym or salon.


When you create a campaign with the store traffic objective, you can 

  • Customize your ads to pull local information for each of your stores.
  • Use a store locator map card and call-to-action buttons like Get Directions to encourage people nearby to visit the closest store.
  • Deliver ads to people within a set distance of each store.

For example, let's say that you have 10 clothing stores in different cities and neighborhoods. You can use the store traffic objective to create ads with localized content for each store, or for just a few stores that you want to promote. Your ads could include each store's address, phone number and a map card. You can use location targeting to set the area around your stores you want to reach.

Note: If you want to increase foot traffic to just one store, we recommend the reach advertising objective instead. With the reach objective, you don't need to set up multiple store locations. But, you can still use geographic targeting to reach people within a set distance of your store.



A/B Test

Try different images, ad text, audiences, and more to see which one performs best.


There are several ways to create A/B tests on Facebook depending on the variable you’re trying to test and where you start creating your A/B test.


Generally, we recommend creating an A/B test with the Ads Manager Toolbar, which uses an existing ad campaign or ad set as a template for your test. To use this toolbar:


Go to the Ads Manager main table. This page lists all of your available ads, campaigns and ad sets on your ad account.

Check the box to the left of the campaign(s) or ad set(s) you want to use for an A/B test.

From the toolbar above, click A/B Test.

Select an available variable and follow the on-screen instructions.

Note: if you select Custom you can create a test by duplicating the selected campaign or ad set and edit any variables in the new test campaign.

All A/B tests use the same underlying technology to compare a different creative, audience or placement and determine a winner. All your test results will be available in Experiments once the test is finished.