Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label Social Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social Media. Tampilkan semua postingan

10 Alasan Mengapa Digital Marketing Penting untuk Bisnis UKM


 

Kegiatan promosi menjadi penentu dalam meningkatkan angka penjualan bagi seluruh jenis usaha, baik itu berskala kecil maupun besar. Kegiatan promosi berupaya untuk menawarkan produk atau jasa dengan tujuan agar membeli atau mengkonsumsinya. 

Jika didukung dengan cara promosi yang tepat, bisnis Anda akan mampu mendatangkan hasil penjualan yang maksimal. Banyak perusahaan yang merubah cara promosinya menggunakan digital marketing, dimana promosi tersebut tentunya dilakukan secara digital. 

Hal tersebut akan sangat berguna untuk UKM agar bisnis yang dijalankan terus bertahan dan berkembang.


Pentingnya Digital Marketing untuk Bisnis UKM

Menerapkan digital marketing untuk bisnis UKM dapat memberikan dampak positif yang dapat menjangkau target pasar yang lebih luas dan tidak berpatok dengan letak geografis. 

Sehingga bisnis UKM perlu untuk bertransformasi menjadi go digital agar bisnis terus berkembang mencapai target penjualan. Berikut ini manfaat dari pentingnya menerapkan digital marketing untuk bisnis UKM.

1. Memperluas Jangkauan Pasar

Alasan pertama mengapa digital marketing penting untuk bisnis UKM adalah karena perlunya transformasi menuju go digital dalam memperluas jangkauan pasar. 

Dengan kata lain, bisnis UKM perlu memperluas usahanya agar memperoleh hasil penjualan yang maksimal. Manfaatkan seluruh platform media online untuk kegiatan pemasaran serta optimalkan seluruh media agar target pasar semakin meningkat.

2. Meningkatkan Angka Penjualan

Ketika Anda ingin memulai sebuah usaha, banyak hal yang harus dipikirkan dan juga dipertimbangkan. Tujuan usaha yang utama adalah mendapatkan keuntungan selain memberikan solusi kepada masyarakat dengan produk yang ditawarkan.

Dengan kehadiran digital marketing dalam bisnis UKM, akan membuat banyak orang mengenal bisnis Anda dengan cepat. Hal tersebut berpeluang meningkatkan angka penjualan dan mempengaruhi permintaan produk yang akan diproduksi.

3. Menghemat Biaya Promosi

Strategi pemasaran dengan menerapkan media online memang jauh lebih murah dibandingkan dengan menerapkan cara-cara konvensional dengan membuat brosur atau sebuah baliho. 

Oleh karena itu, bagi Anda pebisnis selaku bisnis UKM yang berkeinginan bisnis Anda dapat dengan cepat dikenal oleh banyak orang, strategi pemasaran dengan digital marketing adalah solusinya.

4. Menciptakan Customer Experience yang Luar Biasa

Pengalaman konsumen adalah totalitas tanggapan konsumen dalam mengkonsumsi sebuah produk. Baik itu layanan maupun strategi pemasaran yang diberikan. 

Semua hal diatas harus bisa memberikan pengalaman dan kesan yang baik. Sehingga akan menjadikan perjalanan pelanggan Anda atau customer journey menjadi lebih menyenangkan dan berkesan.

5. Mudah dalam Menganalisis Bisnis

Penerapan digital marketing untuk bisnis UKM akan memudahkan Anda untuk mendapatkan data yang akurat. Dari data yang Anda dapatkan tersebut, Anda bisa melakukan analisis yang lebih cepat dan tepat.

Sehingga Anda dapat melakukan perbaikan atau mengembangkan bisnis Anda menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen.

6. Melayani Customer dengan Cepat

Terkadang, konsumen mengeluh dengan pelayanan yang kurang maksimal atau lambat. Bisnis UKM dapat memanfaatkan chatbot sebagai pesan otomatis untuk membalas pesan konsumen yang masuk. 

Sehingga dengan adanya chatbot pelanggan tidak perlu mengantri lagi ketika ingin berkonsultasi atau bertanya mengenai sebuah produk yang ditawarkan. 

Chatbot dapat melayani dengan cepat sehingga sangat menghemat waktu dan tentunya akan memberikan kepuasan yang lebih bagi konsumen. 

Hal ini jelas menjadi kelebihan di mata konsumen untuk meneruskan transaksi atau tetap setia terhadap suatu bisnis. 

7. Mudah Mengenali Tren dan Pasar

Bagi Anda yang merasa kesulitan untuk mengenali tren dan pasar, menggunakan strategi digital marketing akan memudahkan Anda untuk mengenalinya. 

Semakin berkembangnya kemajuan teknologi, tren di dunia bisnis juga menjadi semakin bervariasi. Penggunaan media online dalam strategi digital marketing untuk bisnis UKM akan mudah serta cepat dalam memperoleh sebuah informasi dari beragam penjuru dunia.

8. Menjangkau Pengguna Perangkat Khususnya Smartphone

Smartphone bisa dibilang merupakan sebuah perangkat yang memungkinkan untuk melakukan komunikasi seperti menelpon atau berkirim pesan singkat.

Tidak hanya kalangan orang tertentu saja yang dapat menggunakan teknologi canggih ini, semua kalangan dapat menikmatinya dengan kelebihan yang dimiliki smartphone. 

Oleh karena itu, bagi Anda yang baru memulai bisnis, digital marketing adalah solusi yang tepat untuk bisnis Anda dapat dikenal oleh banyak orang.

9. Meminimalisir Hilangnya Target Pasar

Kehilangan target pasar adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh semua para pelaku bisnis, hal ini adalah kecenderungan pengguna yang mulai nyaman dengan menggunakan semua kegiatan dengan digital. Mulai dari bisnis pesan makanan, transaksi sampai kebutuhan dalam berbelanja pun dilakukan secara online. 

Bila bisnis Anda tidak mampu menyesuaikan dengan kebiasaan tersebut, maka Anda harus bersiap untuk kehilangan potensi pendapatan dari para konsumen yang semakin dimanjakan dengan adanya kemudahan akses online.

10. Bisnis Berkembang Lebih Cepat

Bisnis yang sudah go digital akan mampu berkembang lebih cepat. Hal tersebut dibantu dengan cepatnya penyebaran informasi saat ini yang menjadi poin utama dalam bisnis digital. 

Dengan menggunakan berbagai platform digital secara lebih maksimal, maka jumlah audiens yang mampu mengenali produk Anda pasti akan lebih banyak. Sehingga, potensi penjualan pun akan semakin besar.


Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Digital Marketing?


Strategi Digital Marketing untuk Bisnis UKM

1. Promosi Lewat Social Media

Bagi pelaku bisnis, Anda akan diuntungkan ketika Anda menggunakan strategi pemasaran digital untuk bisnis. Karena, media sosial bisa dengan mudah untuk menarik minat masyarakat terhadap produk atau jasa yang Anda jual. 

Hampir seluruh orang di dunia ini menggunakan media sosial untuk menemukan sebuah informasi atau berbagi informasi kepada sesama. Hal tersebut jika diterapkan pada dunia bisnis adalah pilihan yang tepat, karena kemampuan media sosial dapat membangun dan menarik minat masyarakat.


2. Bekerjasama dengan Influencer

Strategi pemasaran dengan menyewa jasa influencer adalah salah satu tren paling populer di era digital. Influencer memiliki pengaruh kuat dalam pemasaran, tentu juga didukung kreativitas mempromosikan suatu produk/jasa.

Influencer adalah seseorang yang memiliki pendapat atau suara yang merupakan kekuatan mereka untuk menyampaikan sesuatu. Influencer dinilai dari jumlah pengaruh yang diciptakan untuk pengikut.

3. Memanfaatkan Marketplace

Marketplace merupakan sebuah platform dimana Anda akan mendapatkan fasilitas jual beli dengan berbagai macam toko. 

Umumnya, jika dilihat dari kasat mata marketplace sendiri memiliki konsep yang sama dengan pasar tradisional secara nyata. Hanya saja, keberadaan marketplace ini sendiri dilakukan secara online.

4. Menggunakan Google MyBusiness

Google MyBusiness adalah tools yang dikeluarkan oleh google untuk memudahkan konsumen menemukan informasi sebuah bisnis. 

Beberapa informasi yang akan ditampilkan tools ini mencakup, nama bisnis, alamat/lokasi usaha, alamat email, jam operasional, nomor telepon perusahaan, website, maupun foto.

5. Beriklan di Platform Digital

Strategi iklan adalah sebuah pendekatan untuk memberikan informasi untuk mendapatkan jangkauan luas pada suatu target audiens terhadap suatu produk.


Strategi iklan pada suatu platform digital memainkan peran penting bagi keberhasilan aktivitas pemasaran. Cara beriklan di platform digital harus sesuai dengan strategi agar mendapatkan hasil yang optimal.

Tips Memanfaatkan Digital Marketing untuk Bisnis UKM

1. Kenali Pelanggan Anda dengan Baik

Konsumen merupakan salah satu aset paling berharga bagi pelaku usaha karena merupakan faktor pendukung berkembangnya suatu usaha. 


Sehingga Anda perlu mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen, ketahui perilakunya serta data konsumen seperti email dan nomor handphone yang akan memudahkan Anda untuk memberikan informasi terkait bisnis dengan lebih mudah.


Konsumen juga berperan dalam menumbuhkan usaha dengan merekomendasikan bisnis kepada teman atau lingkungan mereka, sehingga jaringan dan jangkauannya akan semakin luas lagi.


2. Membangun Brand

Branding menjadi hal terpenting dalam kegiatan pemasaran. Ini merupakan kemampuan konsumen dalam mengenali dan mengingat suatu merek, produk atau jasa. Karena, konsumen cenderung membeli produk yang berasal dari merek yang dikenalnya.


3. Lakukan Promosi Secara Rutin

Promosi merupakan salah satu dari strategi pemasaran. Promosi penjualan proses memberikan informasi, memberi pengaruh, dan mengingatkan target pasar akan jasa atau produk agar bisa diterima dan dibeli oleh pasar. 


Lakukanlah promosi secara rutin karena dengan promosilah penjualan akan terjadi dengan cara-cara yang kreatif sehingga para konsumen tidak merasa bosan.


4. Peka Terhadap Perubahan Tren

Jika Anda baru memulai suatu bisnis, Anda tentu ingin mengetahui dan mempelajari tren yang selalu dinamis untuk menemukan produk yang tepat. Kehadiran tren sering menarik perhatian masyarakat. 


Karena itu, para pelaku bisnis perlu mengikuti tren yang berkembang agar produknya tidak ketinggalan zaman.


5. Memaksimalkan Berbagai Platform Digital

Media sosial tempat yang tepat memasarkan melalui aktivitas online. Pengguna berlomba-lomba melakukan promosi, memperkenalkan produk, membangun jaringan dengan pelanggan demi tercapainya brand yang lebih baik. Kegiatan inilah yang meningkatkan brand pada pengguna media sosial.

Penutup

Menerapkan digital marketing pada bisnis UKM membantu cepatnya penyebaran informasi yang menjadi poin utama sehingga bisnis UKM akan mampu berkembang lebih cepat.

Dengan menggunakan berbagai platform digital secara lebih maksimal, maka jumlah audiens yang mampu mengenali produk Anda pasti akan lebih banyak. Sehingga, potensi penjualan pun akan semakin besar.

Sumber Artikel: https://sasanadigital.com/alasan-pentingnya-digital-marketing-untuk-bisnis-ukm/



FACEBOOK ADS. CREATE NEW CAMPAIGN - STEP BY STEP


Sumber / Source: https://www.facebook.com/business/help

AWARENESS

- Brand Awareness: Show your ads to people who are most likely to remember them.

- Reach: Show your ads to the maximum number of people.


CONSIDERATION

- Traffic: Send people to destination, like a website, app, Facebook event or Messenger conversation.

What's the traffic objective?

The traffic objective is designed to drive people to your website or app. With traffic as your objective, you can create ads that:

Send people to a destination such as a website, app, phone call or Messenger conversation (Website Clicks)

Increase the number of people going to your mobile or desktop app (App Engagement)

When you create an ad with the traffic objective, you can:


Select where you want to drive traffic: You can select Website, App, Messenger or WhatsApp.

Target people who previously installed your app: You can target people who previously installed your app in the Audience section of ad creation.

What platforms support the traffic objective?

- Facebook

- Instagram

Which ad formats can I choose from in the traffic objective?

- Photo

- Video

- Carousel

- Collection


- Engagement: Get more Page likes, event responses, or post reacts, comment or shares.

- App Install: Show your ads to people most likely to download and engage with your app.

App ads allow you to promote your app across Facebook, Instagram and Audience Network. You can create app ads from Ads Manager or with the support of a Facebook Business Partner, who can help you create, optimize and measure your app ads.

- Video View: Show people video ads.

- Lead Generation: Collect leads for your business or brand.

- Messages: Show people ads that allow them to engage with your Messenger, WhatsApp or Instagram Direct.


CONVERTION

- Convertion: Show your ads to people most likely to take valuable actions, like making a purchase or adding payment info, on your website, apps or in Messenger.

- Catalog Sales: Use your target audience to show people ads with items from your catalogs.

- Store Trafic: Show your ads to people most likely to visit your physical store when you're near them.

The store traffic advertising objective allows you to create Facebook ad campaigns to increase foot traffic and boost sales at your physical stores. You can select the store traffic objective for your campaign if you have a business with multiple stores and you've added your store locations to Facebook. A store means any physical place of business, such as a shop, restaurant, dealership, gym or salon.


When you create a campaign with the store traffic objective, you can 

  • Customize your ads to pull local information for each of your stores.
  • Use a store locator map card and call-to-action buttons like Get Directions to encourage people nearby to visit the closest store.
  • Deliver ads to people within a set distance of each store.

For example, let's say that you have 10 clothing stores in different cities and neighborhoods. You can use the store traffic objective to create ads with localized content for each store, or for just a few stores that you want to promote. Your ads could include each store's address, phone number and a map card. You can use location targeting to set the area around your stores you want to reach.

Note: If you want to increase foot traffic to just one store, we recommend the reach advertising objective instead. With the reach objective, you don't need to set up multiple store locations. But, you can still use geographic targeting to reach people within a set distance of your store.



A/B Test

Try different images, ad text, audiences, and more to see which one performs best.


There are several ways to create A/B tests on Facebook depending on the variable you’re trying to test and where you start creating your A/B test.


Generally, we recommend creating an A/B test with the Ads Manager Toolbar, which uses an existing ad campaign or ad set as a template for your test. To use this toolbar:


Go to the Ads Manager main table. This page lists all of your available ads, campaigns and ad sets on your ad account.

Check the box to the left of the campaign(s) or ad set(s) you want to use for an A/B test.

From the toolbar above, click A/B Test.

Select an available variable and follow the on-screen instructions.

Note: if you select Custom you can create a test by duplicating the selected campaign or ad set and edit any variables in the new test campaign.

All A/B tests use the same underlying technology to compare a different creative, audience or placement and determine a winner. All your test results will be available in Experiments once the test is finished.


7 Kesalahan Paling Umum yang Menyebabkan Gagalnya Strategi Pemasaran Social Media


Kalau kita lihat brand-brand besar yang punya akun di social media, mereka punya banyak like dan retweet setiap kali menerbitkan post baru. Selain itu, banyak orang yang mengaku berhasil memanfaatkan Facebook, Twitter, BBM, dll. untuk berjualan.
Dari situ kita tertarik, tetapi ketika kita yang coba, hasilnya mengecewakan.
Sudah buat akun/page, profilnya sudah lengkap, sudah punya banyak konten yang menarik, tapi follower masih juga di angka ratusan. Atau sudah punya follower tapi pembeli tidak bertambah. Supaya tidak kecewa dengan strategi social media marketing anda, mari kita lihat kesalahan-kesalahan apa saja yang sering dilakukan di social media.

#1 – Berharap penjualan langsung dari social media

Terakhir kali membuka aplikasi Facebook, Twitter, atau Instagram di smartphone, apa tujuan anda? 
Ingin membeli sesuatu atau sekedar melihat-lihat foto dari teman dan keluarga? Biasanya sih yang kedua.
Coba lihat gambar ini:

94% menggunakan social media untuk tujuan keluarga dan teman. Entah itu melihat foto, chatting, atau membaca status. Bahkan 62% merasa social media tidak mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli.
Seperti itu faktanya.
Jadi kalau anda aktif di social media sebagai brand, jangan berharap akun-akun anda yang di-update 10x sehari bisa langsung meningkatkan penjualan.
Tunggu dulu…
Kalau memang seperti itu, lalu kenapa ada banyak akun brand si social media yang berhasil mendapatkan banyak follower?
Ini alasannya:

Solusi kesalahan #1:

Kita sudah tahu bahwa sebagian besar orang menggunakan social media bukan untuk langsung membeli. Meskipun ada juga sebagian kecil yang seketika langsung membeli, istilahnya ‘impulse buyer’.
Tapi hanya sebagian kecil, sangat kecil. Oleh karena itu, tujuan kita aktif di social media bukan untuk menjual. Melainkan untuk membangun brand.

Memang Facebook dan kawan-kawan tidak aktif dalam menghasilkan penjualan, tapi social media bisa membuat mereka mengenal dan merasa erat dengan kita. Inilah yang dalam jangka panjang akan berdampak positif.
Sekarang, coba lihat lagi akun-akun brand yang sukses menggunakan social media. Apa yang mereka lakukan disana?

#2 – Selalu berbicara tentang diri sendiri

Sebetulnya kesalahan kedua ini bukan hanya sering terjadi di social media marketing, di seluruh strategi marketing juga seperti ini. Tapi kita fokus dulu ke social media.
Pertama-tama, tadi sudah kita bahas mengenai apa sih yang orang-orang lakukan di social media. Sebagian besar (hampir semua) untuk teman dan keluarga. Lebih detailnya, inilah yang kita lakukan di social media:

Ini terjemahan dari infografis yang dibuat oleh GlobalWebIndex.
Lihat daftar tersebut. Dari 10 penggunaan terpopuler, apakah ada yang “mencari produk terbaru yang dijual oleh perusahaan X”?
Tidak ada!
Mereka tidak peduli dengan kita. Mereka mampir ke social media untuk mencari kabar tentang teman atau keluarga, atau mencari konten yang menarik. Makanya, kalau anda setiap hari hanya membuat post tentang produk terbaru, daftar harga produk, dan sejenisnya, tidak akan ada yang tertarik dengan anda.

Solusi kesalahan #2: Jangan melawan arus.

Kita sudah tahu apa yang dicari oleh orang-orang di social media. Sediakanlah apa yang mereka cari. Salah satunya, konten yang menarik. Karena tidak ada orang yang ingin tahu tentang bisnis anda, anda harus membuat konten yang menarik bagi mereka. Dengan begitu, barulah akun anda layak untuk di-follow.
Ini salah satu contoh penggunaan social media yang luar biasa, oleh Zenius:
Konten yang mereka buat selalu menarik minat banyak orang, tapi topiknya tetap relevan dengan produk yang dijual.Lihat saja jumlah like-nya.
Semua post yang diterbitkan selalu mendapatkan lebih dari 10 ribu like.

#3 – Menganggap konten adalah raja

“Konten adalah raja”, ungkapan ini sering kita temui di bidang-bidang marketing lain. Karena memang benar, tanpa konten yang berkualitas mustahil bisa mendapatkan hasil yang bagus.
Di social media berbeda. Kualitas konten masih penting, sangat penting. Tapi ada yang lebih penting, yaitu konteks dari konten tersebut.
Konteks adalah sesuatu yang melatarbelakangi sebuah kejadian, ide, pernyataan, atau gagasan sehingga semuanya terhubung dan bisa dipahami dengan jelas.
Di kesalahan nomor 2 tadi sudah disebutkan bahwa salah satu penggunaan social media adalah untuk mendapatkan konten yang menarik.
Tapi bukan sekedar menarik. Kalau cuma menarik sih, kita ambil gambar lucu dari situs seperti 9GAG atau video iklan Thailand yang membuat terharu juga sudah beres.
Banyak yang bakal memberikan share, like, retweet…karena menarik. Tapi apakah ini berdampak positif terhadap pemasaran?
Tidak !
Justru sebaliknya. Apabila apa yang kita share melalui social media tidak sesuai konteks, maka orang-orang yang tertarik bukanlah orang yang tepat sasaran.
Yang datang justru mereka yang tidak tertarik untuk membeli produk atau menggunakan jasa anda. Meskipun banyak like/follower, tapi percuma.

Solusi kesalahan #3: Buat buyer persona.

Buyer persona adalah profil atau gambaran dari orang-orang yang akan tertarik dan mampu untuk membeli dari anda. Misalnya kalau anda memasarkan produk suplemen fitnes, maka persona-nya adalah orang-orang yang rutin ke gym untuk melatih otot. Bukan orang lain. Setelah itu cari tahu konten apa yang membuat mereka tertarik. Jangan membuat konten yang terlalu umum, apalagi konten yang tidak menarik bagi buyer persona anda.

#4 – Menggunakan social media dengan cara yang salah

Coba diresapi sejenak:
Social media…media sosial……media dimana orang-orang bersosialisasi.
Artinya, dalam social media marketing anda juga harus bersosialisasi dengan orang lain. Bukan cuma posting sendiri ke akun sendiri. Inilah kesalahan yang paling sering dilakukan oleh orang yang baru terjun ke social media marketing, hanya membuat post, tanpa bersosialisasi.
Bayangkan…
Kalau anda belum punya traffic dari luar, belum punya follower, dan yang anda lakukan setiap hari hanya membuat konten baru tanpa bersosialisasi keluar.
Seperti berteriak-teriak di ruangan kosong.
Tidak akan didengar oleh orang lain, seberapa menariknya pun konten anda.

Solusi kesalahan #4:

Sebagian besar orang melakukan social media marketing dengan tujuan ingin mendapatkan traffic, yang ujungnya menjadi pembeli. Kalau anda sudah punya sumber traffic lain, misalnya blog/website, iklan, dll. kemudian menjadikan social media tempat berkomunikasi dengan mereka, ini tidak masalah.
Tapi kalau tujuannya mendapatkan traffic, anda harus bersosialisasi, ke luar dan ke dalam.
Bersosialisasi ke luar artinya kita mencari tempat yang banyak orangnya di social media, seperti Facebook Groups misalnya.
Ini yang kita lakukan di sana:
  • Membuat post yang menarik
  • Menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain
  • Berdiskusi yang bermanfaat
  • Mengundang mereka ke tempat anda
Dengan demikian, anda akan mulai mendapatkan traffic dan follower.
Sedangkan bersosialisasi ke dalam artinya kita berkomunikasi dengan orang-orang yang menulis komentar dan mention untuk akun anda.
Tunjukkan bahwa anda adalah manusia, bukan robot.

#5 – Menggunakan cara licik untuk mendapatkan follower dan like

Ada orang-orang yang menjual follower di Twitter dan like di Facebook dengan harga yang sangat murah.
Seperti ini:

Sebenarnya ini bukan penipuan, mereka betul-betul akan memberikan ratusan, bahkan ribuan follower dan like di Twitter dan Facebook dengan harga Rp 50ribu.
Enak kan? …sama sekali tidak.
Ini alasannya:
Facebook mempunyai algoritma yang menganalisa tingkat interaksi antara sebuah page dengan orang-orang yang me-like halaman itu. Kalau anda membeli follower, orang-orang yang anda beli itu sama sekali tidak tertarik dengan anda. Mereka tidak akan berinteraksi sama sekali. Nah, ketika interaksinya rendah maka algoritma tadi secara otomatis akan menganggap bahwa page anda adalah spam. Setelah itu, seluruh post anda tidak akan pernah masuk ke News Feed mereka. Semuanya akan ter-filter secara otomatis. Dengan kata lain, kalau anda membeli like di Facebook berarti anda membunuh page anda sendiri.

Solusi kesalahan #5: Jangan membeli like dan follower.

Carilah follower dengan cara yang sah, yaitu dengan membuat konten yang menarik. Jangan cari follower yang tidak akan tertarik dengan konten anda.

#6 – Menggunakan prinsip 4P, bukan 4E

Apaan tuh, 4P 4E?
4P, atau istilah lainnya marketing mix atau bauran pemasaran, ini:
  • Product
  • Price
  • Promotion
  • Place
Marketing mix adalah sebuah metode yang kita gunakan untuk melakukan identifikasi, dimana sih “posisi” bisnis kita apabila ditinjau dari keempat hal tersebut. Dengan mengetahui posisinya, maka kita bisa merencanakan strategi pemasaran yang tepat.
Setiap kali ada kelas tentang marketing, pasti 4P ini diajarkan. Sayangnya, banyak orang yang salah tangkap, mereka menganggap bahwa ketika melakukan pemasaran di social media (dan media lain) mereka harus berbicara tentang 4P:
  • Product: berbicara tentang keunggulan produknya
  • Price: memberitahu harga produk, memberikan diskon
  • Place: memberitahu lokasi toko
  • Promotion: mengajak mereka untuk membeli
Ini 100% salah.
Kalau anda melakukan hal ini di social media, tidak akan ada yang peduli. Semua follower akan pergi.

Solusi kesalahan #6:

4P itu hanya dilakukan di belakang layar, bukan untuk dikomunikasikan secara langsung kepada orang lain.
Sebaliknya, lakukan 4E:
  • Engage: ajak mereka berinteraksi
  • Educate: buat konten yang informatif, mendidik, bermanfaat
  • Excite: buat konten yang membuat mereka antusias agar mereka kembali lagi kepada anda
  • Evangelize: buat mereka supaya merekomendasikan produk anda kepada orang lain
Ketika anda berhasil melakukan keempat hal ini, maka strategi pemasaran social media anda sukses.

#7 – Social sebagai satu-satunya media pemasaran

Misalkan anda sudah punya 100 ribu follower di Twitter. Keren kan, tapi apa yang terjadi ketika ada sesuatu yang terjadi dengan akun anda. Bagaimana kalau akun anda ditutup oleh Twitter? Atau bagaimana kalau Twitter (dan Facebook) suatu saat jadi tempat yang tidak efektif lagi untuk memasarkan bisnis?
Angka 100 ribu itu jadi percuma.
Parahnya lagi, anda tidak punya kontak langsung terhadap 100 ribu orang tersebut. Kalau anda tidak lagi menggunakan Twitter, anda tidak bisa memindahkan mereka ke tempat lain.
Social media tidak mengijinkan anda untuk mendapatkan kontak mereka.
Bayangkan kalau anda terbiasa mendapatkan pembeli dari social media, sumber penghasilan utama anda dari social media. Kemudian seketika dalam 1 hari hilang semua.
Anda akan mengulang lagi dari nol. Itulah kelemahan terbesar dari social media.

Solusi kesalahan #7:

Dalam pemasaran online, kita mengenal 4 jenis media:
  • Owned media: milik kita sepenuhnya. Misalnya website, email list, blog
  • Paid media: iklan berbayar
  • Earned media: kustomer loyal yang merekomendasikan bisnis anda
  • Rented media: social media (Facebook, Twitter, dll.)
Kita hanya menumpang di social media, menyewa tempat (rent). Orang-orang yang mengikuti anda di sana bukan milik anda, mereka miliknya Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Anda harus sadar bahwa paid dan rented media itu hanya sarana untuk mengembangkan owned dan earned media, media yang 100% milik anda.
Social media hanya kita manfaatkan untuk membangun brand.
Jangan sampai anda dan kustomer anda menganggap bahwa social media lah ‘rumah’ anda. Buat website anda sendiri (owned media), dan bawa mereka ke sana.
Jangan lakukan ini:
  • Mencari ‘pembeli langsung’ di social media
  • Menggunakan FB Ads untuk langsung mendapatkan pembeli
  • Membuat konten hanya di social media
  • Membuka “toko” di social media
Lakukan ini:
  • Bangun brand di social media.
  • Gunakan FB Ads untuk mendapatkan kontak mereka.
  • Buat konten di website sendiri, gunakan social media sebagai tempat distribusinya.
  • Bawa orang yang ingin membeli ke website anda.
Intinya, kembangkan sendiri owned media anda. Jangan 100% mengandalkan tempat yang bukan milik anda. Dan pada akhirnya owned media harus lebih besar daripada rented media.

Sekarang saatnya melakukan yang benar

Anda sudah menyadari 7 kesalahan paling umum dalam social media marketing, sekarang saatnya kita mempelajari lebih lanjut mengenai strategi yang benar.
Sumber: http://panduanim.com/

SEO vs SEM vs SMM


These three terms have been thrown around a a lot, and often used alongside each other. SEO and SEM have often been used interchangeably. So what's the deal with these concepts? How are they alike, and how exactly are they different?

SEO refers to the techniques and strategies used to increase the likelihood of a website appearing on search engine results, namely as close to the top of that list as possible.

Search engines prowl the Web, taking notes of everything they encounter. When a user types something into the search engine, making a search query, the engine's algorithms spit out a list of what it thinks are relevant results.

In this situation, the search engine is the deciding factor. It holds the position of strength. All a website can do is insure its content is sound, good, and proper and trust that the search engine will recommend it whenever appropriate. But in today's online marketplace there is lots of competition, so it's not even enough to just make the list; a website has to stay near the top. Anything too far down the list of results and that website might as well have never been displayed in the first place. Being buried on page three or later is akin to being completely out of sight, and subsequently out of mind.

So SEO consists of ways a website can make itself as attractive as possible to search engines, so that when they output their search results the website is as visible as possible. These techniques consist:

[*]Internal tweaks to insure the code adheres to Web standards and is easily accessible to search engine indexing efforts[/*]
[*]Internal metadata specifically meant for search spiders to read and catalog[/*]
[*]Utilizing the right keywords within the website's content so that search engines will more strongly associate those terms with the website[/*]
[*]Submitting sitemaps, or complete "roadmaps" of a website, directly to search engines so they don't have to work as hard to 'discover' your site[/*]
[*]Accumulating reputable backlinks, or links to your website from others, that search engines recognize as marks of distinction and therefore worthy of higher search result placement[/*]
[*]Fresh and interesting content that brings in traffic and makes your site increasingly prominent in use, thereby aiding in its search result placement[/*]

As a whole, SEO focuses on attracting natural, or organic, search traffic. These techniques work to persuade search engines to better rank your website and/or garner more web traffic. It happens naturally, through subtle and constantly dynamic self-tweaks and efforts of self-promotion. This is in stark contrast to...

SEM is an umbrella term that encompasses all efforts to garner search engines' attention and gain higher search rankings. SEO is a part of the greater SEM campaign. Like optimization, SEM includes using keywords and link popularity to increase a website's exposure.

However, SEM does include strategies that are somewhat distinct from SEO. While the latter more focuses on acquiring search engine attention and hits through natural means, SEM includes paid direct inclusion in search results. Search engines provide this option as a way for quality results to stay floating at the top (for in most instances useful results, or spam, would never wish to pay) and to collect revenue for themselves. These paid search results remain near areas of prominence on the search results page, often paired with key search words so that they'll appear whenever those words/phrases are queried.

Buying the opportunity to appear with these keywords can potentially be quite costly, and subsequently the keyword industry is very profitable for search engine companies like Google. There can be intense competition just for access to keywords themselves. For the most popular and common key terms and phrases the prices can be so high that only large enterprises can possibly afford any prolonged campaign using them.

These paid links can sometimes work in minor conflict with really good SEO. Because SEO is organic and normally non-paid, if the optimization efforts are exceeding expectations it is possible for a website to be dominating the top of a search result page; even while at the same time paid links for that same website are already appearing next to the normal listings. In this instance, the company is wasting money; and across large enterprise campaigns this can amount of large sums of money down the drain.

For this reason SEO and paid SEM efforts must be balanced, taking care that one does not overwhelm the other.

SMM does not involve search engines, but does play a key role in a website's exposure and online marketing efforts. Whereas dealing with search engines requires a delicate and constant adjustment of subtle factors (SEO) or costly premiums (SEM), working through social media is relatively cheap and holds the promise of incredibly lucrative growth, if done properly.

Having seen the power and reach of viral content, companies have flocked to the social Web in order to utilize this "online word of mouth" for their own branding efforts. This includes having a corporate presence on:

- Social networks, such as Facebook and Twitter
- Streaming video services, like YouTube
- Location check-ins, like Foursquare
- Image sharing, like Instagram and Pinterest
- Blogs

Social media allows for information to spread exponentially, allowing company advertising efforts to spread very quickly and to like-minded audiences all at the efforts of the viewers themselves. Companies can also utilize social networks and social website components (like comment systems) to establish a more personal engagement with users; increasing the feeling of customer loyalty, brand awareness, and direct customer support.

SMM should not be directly confused with social media optimization (SMO), which like SEO utilizes specific techniques, methods, and key terms to promote web traffic and awareness. Whereas SEO works through search engines, SMO works through social media. Successful SMO does impact a website's search rankings, as positive social feedback in the forms of Likes, Shares, +1's, etc. can be considered as marks of quality for a website, increasing its search rankings and thereby impacting its SEM.

Search engines have traditionally been the focus of online advertising and marketing efforts. Since the arrival of social media however more attention has been levied towards social networks as an additional venue in which to garner user attention.

Before people spent much of their time on search engines in order to find information and content. Now people spend much of their time on social networks in order to interact and engage one another, and also to look for some sources of content.

Social marketing holds the allure of a more "grassroots" form of exposure, at least compared to the monopolies held by search engines. Many companies consider advertising on social media to be far more direct. Instead of dressing themselves up to be attractive to search engines just to get in front of the faces of its viewers, websites can now just appeal directly to the users at the place where those masses now spent much of their time.

But while social marketing doesn't hold the same monetary costs as dedicated SEM campaigns, they do require large amounts of time and coordination. Also if a social media campaign backlashes, there can be direct impact on the company's online brand and presence. On the other hand botched search engine marketing campaigns only offend the search engines themselves, not the constituents.

Will social marketing make search engine efforts a thing of a past? Not completely. The Web is still a large and ever increasing place. Social media is great for finding some sources of content, namely stuff already within your sphere of interests and knowledge. But this hyper-personalization isn't as adept at serving fresh avenues of new subjects. Research into previously unknown topics remains best done via search engine, not by scanning Facebook Timelines or Twitter Feeds.

Do you think social will ever completely overtake search? Or will SEO, SEM, SMM, and other marketing strategies begin to merge, or grow only more distinct?


Sumber: http://corsairmediaservices.com/index.php/blog/119-seo-sem-smm#.Vu5PGPl96M8

Lazada vs BliBli vs Matahari Mall vs Zalora vs Tokopedia ?

Belanja online akhir-akhir ini makin marak dalam masyarakat kita. Yang dulu sangat anti dengan yang namanya belanja online kini mulai melirik kenyamanan dari kegiatan yang satu ini. Mereka yang dulu sangat takut untuk melakukan transaksi online kini sudah mulai membuka diri bahwa transaksi online kini sudah bukan sesuatu yang mengerikan. Dan ditambah dengan kemudahan belanja yang tidak perlu keluar rumah, tidak perlu macet-macetan, kapanpun bisa dilakukan tanpa ada kata tutup toko dan juga pilihan yang beragam dan lebih lengkap.

toko%2Bonline%2Bpendatang%2BbaruHal ini tidak lepas dari banyaknya pilihan yang ditawarkan dari para pelaku bisnis ini. Sebut saja Lazada, Zalora, Tokopedia, Blibli dan masih banyak lagi. Dari masing-masing toko online itupun memiliki kelebihan masing-masing, dari mulai diskon, voucher, bisa dicicil, pengiriman gratis, Cash On Delivery, jaminan barang kembali dan masih banyak lagi. Yang tentu saja membuat para konsumen menjadi semakin terpikat dengan kemudahan-kemudahan tersebut.

Menurut saya pribadi revolusi toko online ini diawali oleh 2 pelopor yaitu, Bukalapak dan Tokopedia. Mereka yang membawa brand baru bahwa belanja online itu AMAN, dengan fasilitas utama yaitu sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Sehingga pembeli tidak perlu takut bahwa uangnya akan raib ataupun takut jika barang pesanannya taidak diantarkan. Kedua toko online ini kemudian menjadi populer mengalahkan tokobagus yang sekarang sudah menjadi olx_co_id. Dimulai dari kedua toko online inilah kemudian penilaian masyarakat tentang belanja online berangsur mulai berubah, bahwa tidak selamanya belanja online itu penipuan. Dan dengan melihat peluang itu, munculah pesaing tokopedia dan bukalapak seperti Lazada, Zalora, Blibli dan Matahari Mall.

Dalam ulasan kali ini kita akan membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing toko online tersebut secara lebih tajam.

LAZADA (lazada.co.id)
Lazada_IndonesiaMerupakan salah satu toko online terbesar saat ini dan teramai jika dibandingkan dengan pesaingnya. Lazada hadir dengan desain website yang profesional dan berkelas. Menjadi salah satu trendsetter dari toko online yang bermunculan saat ini.

Beberapa kelebihan Lazada antara lain:
  • Fitur COD
  • Banyak diskon dan voucher
  • Pengiriman gratis untuk wilayah JABODETABEK dengan berat produk maksimal 6 kg
  • Jaminan barang kembali (ketentuan berlaku)
  • Aman (jaminan baarang akan dikirim)
  • Navigasi toko yang mudah
  • Banyak sekali variasi produk yang ditawarkan
Kekurangan :
  • Ongkos kirim mahal. Untuk normalnya misalnya jika dibandingkan dengan JNE per kg hanya sekitar 16 ribu untuk Jakarta-Jogja. Di Lazada Ongkir mencapai 25 ribu untuk kategori yang sama.
  • Produk yang ditawarkan diklaim sebagai produk asli. Padahal jika dibandingkan dengan toko offline sebut saja Sport Station (untuk kategori sepatu), kualitas bahan masih dibawahnya. Walaupun dari segi penampilan masih terlihat sama. Dan tentu saja dari sisi keawetan pasti akan berbeda, karena pembeli tidak bisa komplain masalah keawetan kepada Lazada karena awet tidaknya suatu produk hanya bisa dinilai setelah produk dipakai dalam kurun waktu tertentu.
  • Proses pengembalian barang yang ribet. Jika produk yang dikembalikan ditolak oleh pihak Lazada, maka ongkos kirim akan dikenakan pada pembeli. Ini berarti pembeli harus membayar 2 x ongkir.

ZALORA (zalora.co.id)
zalora%2Bindonesia
Zalora menurut saya hampir sama dengan Lazada namun Zalora hanya berfokus pada produk fashion saja.
Beberapa kelebihan Zalora :
  • Fitur COD
  • Banyak diskon dan voucher
  • Pengiriman gratis uuntuk pembelian di atas 250 ribu
  • Jaminan barang kembali (ketentuan berlaku)
  • Aman (jaminan baarang akan dikirim)
  • Navigasi toko yang mudah
Kekurangan :
Menurut pengalaman pribadi saya:
Saya pernah membeli sepatu dari Zalora, dengan merk Diadora dengan harga yang ditawarkan Rp.214.000,- . Karena saat itu ada promo voucher 100 ribu dengan syarat: pembelian harus dilakukan dari aplikasi dan minimal pembelian 300 ribu, maka saya menambah produk dalam keranjang belanjaan saya dengan jam tangan 100 ribuan. Nah, saya memakai voucher yang ditawarkan tersebut dan akhirnya saya emndapat tagihan 223 ribu untuk sepasang sepatu dan juga 1 buah jam tangan.
Barangpun datang kira-kira 4 hari dari hari pemesanan dan saya menggunakan pembayaran COD. Karena waktu itu saya tidak dirumah, istri saya yang menerima kedua barang itu. Sore hari ketika saya pulang dari kantor, saya langlung mencoba sepatu Diadora itu dan ternyata ukuran 42 yang biasanya saya pas bahkan kadang cenderung longgar, untuk sepatu ini terasa sangat ngepres dikaki saya. Saya pun beranggapan bahwa “Ah mungkin nanti juga melar, jadi bisa sedikit lega di kaki”. Namun, setelah beberapa hari saya pakai ternyata sepatu ini semakin terasa tidak nyaman, solnya keras. Akhirnya saya putuskan untuk menjual saja sepatu ini. Dan singkat kata sepatu tersebut terjual lewat olx dengan harga 190 ribu.
Setelah itu, saya pun berusaha mencari lagi sepatu sneaker yang saya inginkan ke toko offline. Kali ini ke SPORT STATION. Langsung karena rasa penasaran saya, saya ambil sepatu Diadora, cari ukuran 42 dan saya coba. Dan?? PASSS SLEBB... Rasanya pun lebih empuk daripada sepatu yang kemarin saya beli dari Zalora, tetapi harganya pun lebih mahal 100 ribu daripada Zalora. Seketika terlintas pertanyaan dalam hati saya, jadi apakah produk yang dijual di Zalora itu palsu??? Silakan Anda jawab sendiri...

BliBli (blibli.com) dan Matahari Mall (mataharimall.com)
bliblimataharimall
Kedua pendatang baru ini mungkin masih belum setenar pesaingnya, namun 1 fitur yang ditawarkan menurut saya cukup kompetitif yaitubisa dicicil dengan bunga 0%. Jadi dengan pembelian cash maupun cicil pembeli tetap mengeluarkan jumlah uang yang sama. Untuk kelebihan lain mungkin hampir sama dengan pendahulunya. Namun kekurangan 2 toko online ini adalah produknya yang kurang begitu lengkap, mungkin karena iklan yang dilakukan masih belum sekeras Lazada, sehingga para distributar atau pun pedagang juga belum begitu berminat untuk memasukkan dagangan mereka ke 2 toko online ini. Bahkan untuk Matahari Mall barang yang Anda pesan bisa di ambil dari cabang Matahari Dept. Store terdekat.

Tokopedia (tokopedia.com)
tokopediaTokopedia masih sudah agak berbeda dengan toko online yang sudah kita bahas di atas. Tokopedia murni sebagai perantara saja antara pedagang dan pembeli. Kegiatan kirim barang, diskon, voucher dan sebagainya 100% dilakukan oleh pedagang. Sehingga tokopedia tidak bertanggung jawab atas adanya keterlambatan pengiriman dan sebagainya. Hal itu akan terlihat sebagai catatan buruk pedagang sehingga memberikan reputasi yang kurang baik bagi pedagang.
Berikut ini kelebihan Tokopedia:
  • ada fasilitas tanya jawab antara penjual dan pembeli, sehingga pembeli bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang produk yang akan dibeli, yang mungkin belum tertulis dalam deskripsi produk
  • komentar dan review lebih bisa dipercaya. Hal ini karena orang yang memberikan komentar dapat terlihat statusnya di Tokopedia, apakah dia pengguna lama atau pengguna baru. Jika komentar didominasi oleh pengguna baru, maka bisa jadi itu adalah fake comment
  • banyak pilihan harga, untuk produk yang sama biasanya akan ada beberapa supplier yang menjual barang tersebut. Nah ini adalah keuntungan bagi pembeli untuk memilih harga terbaik
  • harga cenderung lebih murah dari pada pesaing di atas
  • jasa pengiriman bisa pilih sesuai budget dan kebutuhan kita (lebih murah dari Lazada)
  • bisa mendapat relasi baru, karena kita bisa berkomunikasi langsung dengan user lain di sana
Mungkin itu yang terlintas dalam otak saya tentang kelebihan Tokopedia, mungkin nanti akan saya update lagi.
Dan berikut ini beberapa kekurangan Tokopedia menurut saya:
  • Tidak ada diskon voucher dan sebagainya
  • Foto yang ditampilkan tidak sesuai dengan dagangan
    untuk poin ini sepertinya perlu pembahasan khusus. Jadi, karena memang banyak produk KW yang dijual di sini. Kebanyakan pedangang menampilkan gambar yang bukan produk mereka, namun gambar produk asli. Padahal kita pasti sepakat bahwa untuk jual beli online, calon pembeli hanya memiliki kesempatan untuk menilai kualitas barang dari foto. Jika fotonya saja banyak yang tidak cocok, lantas bagaimana calon pembeli memberikan penilaian? Akhirnya calon pembeli pun dengan agak ragu membeli produk itu dan baru tahu bahwa barang yang dikirim tidak sama dengan tampilan gambar.
    Jadi MOHON bagi penjual di tokopedia, atau admin tokopedia yang membaca artikel ini, untuk 'be gentle' menampilkan produk Anda apa adanya. Boleh saja menampilkan yang asli ketika dipakai public figure namun harus tetap menyertakan foto dagangan Anda yang sesungguhnya.
  • Ada oknum pedagang yang mengklaim produknya asli / original padahal KW
  • Foto yang dipajang tidak sama dengan barang yang dikirim
Namun menurut saya ini bukan kesalahan dari Tokopedia, hanya ulah dari beberapa oknum penjual yang ingin bermain curang saja. Namun hal ini bisa dideteksi dengan selalu melihat histori toko tersebut, apakah banyak komentar buruk atau baik.

Bukalapak (Bukalapak.com)
Bukalapak hampir sama dengan Tokopedia baik secara kekurangan maupun kelebihannya, hanya saja platform tokopedia saya rasa lebih disukai oleh pengguna internet dengan navigasi yang lebih mudah dan tata letak yang menarik. Itu pendapat subjektif dari saya. Selain itu mungkin, website bukalapak sedikit lebih berat dari pada tokopedia.
Dari segi HARGA, bukalapak masih kalah dibandingkan dengan tokopedia. Untuk produk yang sama, tokopedia lebih sering unggul dalam masalah harga. Hal ini bisa disebabkan penjual yang terdaftar di tokopedia adalah penjual tangan pertama dan di bukalapak adalah kebanyakan reseller.

Mungkin Anda bertanya? Di mana Kaskus dan Olx??
Kaskus dan olx merupakan pemain lama, mereka sudah memiliki pangsa pasar tersendiri yang tidak tercuri oleh lazada dan teman-teman barunya. Maksudnya begini:
Kaskus
images%2B%25281%2529Kaskus sebenarnya adalah website yang berbasis forum, bukan toko online. Jual beli yang terjadi di Kaskus merupakan efek domino dari traffic yang berlimpah. Kebanyakan jual beli yang masih eksis dan akan terus eksis menurut saya adalah jual beli barang-barang yang sulit dicari dipasaran. Barang-barang ini hanya eksis di dalam komunitas tertentu, misalnya komunitas motor vespa, memperjual belikan sparepart vespa yang mungkin sudah langka. Dan semacam itulah. Hal ini tidak bisa dijumpai di lazada dan teman-teman barunya. Dengan backing traffic yang melimpah, bahkan tertinggi dari semua toko online yang kita bahas, rasanya kaskus masih akan tetap menjadi peringkat atas dalam persaingan toko online ini.
Untuk keamanan, kaskus mungkin sedikit tertinggal dari para pendatang baru. Pasalnya, tidak ada fasilitas dari kaskus yang menjembatani transaksi antara penjual dan pembeli. Namun, ada beberapa alternatif untuk mengatasi hal ini, yaitu menggunakan jasa rekber. Prinsipnya sama seperti beli di tokopedia dan lain-lain, pembeli transfer dana ke rekber, rekber konfirm, penjual kirim barang, pembeli terima barang dan konfir ke rekber, rekber meneruskan dana ke penjual. Namun, hal ini berbayar, fee biasanya dijatuhkan pada pembeli. Hal ini yang sudah menjadi gratis bila kita berbelanja di toko online pendatang baru.
Selain rekber Anda bisa juga cek histori dari penjual, reputasi dan sebagainya yang bisa menjadi indikator apakah penjual itu aman atau tidak.
Olx juga memiliki pasar yang khusus yaitu jual beli barang bekas yang tentu saja tidak akan bisa dijumpai di tokoonline yang lain. Namun, olx belum memiliki sistem seperti lazada yang memberikan fasilitas perantara pembayaran secara gratis. Sehingga saya pribadi sangat menyarankan sekali untuk melakukan transaksi COD jika Anda ingin membeli barang dari olx. Rasanya tidak bijak jika Anda memaksakan membeli barang bekas tanpa melakukan cek fisik secara langsung dan hanya melalui gambar via internet.

Sebagai pembeli Anda harus tetap berhati-hati dengan segala kemungkinan yang terjadi. Bijaklah dalam memilih, harga yang terlampau murah bisa menjadi tanda tanya. Dan merupakan indikator kita untuk lebih waspada.

Terakhir berikut saya tampilkan persaingan traffic dari toko online yang sudah kita bahas tadi

persaingan%2Btoko%2Bonline

Dari gambar di atas maka jika dilihat dari tingkat keramaian traffic, urutannya sebagai berikut:
1. Kaskus
2. Lazada
3. Tokopedia
4. Olx
5. Blibli
6. Zalora
7. Matahari Mall

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.