Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label SEO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEO. Tampilkan semua postingan

Cara Mengukur ROI Digital Marketing



Salah satu alasan kenapa semua orang mengalihkan promosi pada saluran digital adalah karena seluruh aktivitas dapat di ukur. Mengukur ROI Digital Marketing merupakan salah satu cara untuk mengetahui sejauh mana efektivitas program pemasaran anda melalui saluran digital.

ROI atau Return on Investment merupakan persentase pengembalian investasi dari aktivitas digital marketing. Secara sederhana ini dapat diartikan, misal anda mengeluarkan biaya digital marketing Rp. 10 milyar dalam 1 tahun,  dan laba kotor anda naik dari Rp. 100 milyar ke Rp. 125 milyar, ini artinya ada peningkatan Rp. 25 milyar dalam setahun.
Lantas, setelah dikurangi biaya digital marketing, maka angka yang di dapat adalah Rp. 15 milyar. Rp. 15 milyar ini kita bagi biaya digital marketing dalam 1 tahun tersebut yakni Rp. 10 milyar. Maka, kita akan mendapati ROI sebesar 150%.
Digital Marketing Adalah Investasi
Akhirnya, ROI membantu Anda dalam justifikasi investasi pemasaran. Di masa-masa sulit, perusahaan sering memangkas anggaran pemasaran mereka – ini merupakan langkah yang berbahaya karena pemasaran merupakan investasi untuk menghasilkan pendapatan.
Dengan berfokus pada ROI, Anda dapat membantu perusahaan menjauh dari gagasan bahwa pemasaran adalah biaya yang dapat dipotong saat masa sulit. Oleh karena itu, kami melihat di tahun 2018 nanti, akan lebih banyak perusahaan di Indonesia yang menghabiskan anggaran pemasaran pada digital marketing. Ini didorong oleh kesadaran transformasi digital yang semakin terlihat tantangan dan peluangnya pada masing-masing bisnis.
Dengan sebuah website dan saluran digital di sosial media, investasi digital marketing dapat lebih bertahan. Tidak seperti iklan di saluran offline seperti televisi, koran, majalah dan radio, merk produk anda hanya bertahan selama anda membayar. Dengan digital marketing, tentunya dari waktu ke waktu, aktivitas promosi anda akan lebih menguatkan posisi brand anda di pasar. Inilah sebabnya kenapa digital marketing diakui sebagai investasi oleh banyak perusahaan di seluruh dunia.
Rumus Sederhana Cara Mengukur ROI Digital Marketing
(Return – Investment) dibagi dengan Investment
Perhitungan ROI untuk kampanye pemasaran bisa rumit. Anda mungkin memiliki banyak variabel baik di sisi keuntungan maupun sisi investasi (biaya). Tapi memahami rumus itu penting jika Anda perlu menghasilkan yang terbaik dari investasi pemasaran Anda.
Ketahui Komponen Dalam Mengukur ROI Digital Marketing
Komponen untuk mengukur ROI digital marketing dapat berbeda untuk setiap perusahaan. Namun dengan perhitungan ROI yang solid, Anda dapat berfokus pada kampanye yang menghasilkan return terbesar.
Misalnya, jika satu kampanye menghasilkan ROI 15% dan 50% lainnya, di manakah Anda akan menginvestasikan anggaran pemasaran Anda nanti?
Untuk mengukur ROI digital marketing, bagian yang sulit adalah menentukan apa yang merupakan “pengembalian” Anda, dan apa investasi sejati Anda. Misalnya, pemasar yang berbeda mungkin mempertimbangkan hal berikut untuk mendapatkan pengembalian:
Total pendapatan yang dihasilkan untuk kampanye (atau kuitansi atau omset kotor, bergantung pada jenis dan lokasi perusahaan Anda, yang merupakan penjualan baris teratas yang dihasilkan dari kampanye)
Laba kotor, atau perkiraan laba kotor, yaitu pendapatan dikurangi biaya barang untuk menghasilkan / mengantarkan produk atau jasa. Banyak pemasar cukup menggunakan persentase COGS (katakanlah 30%) dan deduksi dari total pendapatan
Laba bersih, yaitu gross profit dikurangi biaya operasional, atau secara akuntansi lebih dikenal dengan Laba Sebelum Perpajakan
Di sisi investasi, mudah bagi pemasar untuk memasukkan biaya media sebagai investasi. Tapi berapa biaya lain yang harus Anda sertakan? Untuk menjalankan kampanye Anda, Anda mungkin memiliki:
Biaya kreatif
Biaya pencetakan
Biaya teknis (seperti platform email, pengkodean situs web, dan sebagainya)
Waktu manajemen
Biaya penjualan

Jika anda telah meng- outsource digital marketing maka elemen biaya tersebut sudah termasuk pada biaya digital marketing secara keseluruhan.
Teknik Pengukuran ROI Melaui KPI
KPI atau Key Performance Index merupakan metrik pengukuran kinerja digital marketing di masing-masing saluran digital. KPI ini untuk mengetahui sejauh mana progres kampanye digital marketing anda berjalan. Biasanya, KPI ini mencakup:
Sosial Media
• Jangkauan pemirsa
• Keterlibatan pemirsa
• Penambahan anggota
Website
• Jumlah pengunjung website
• Bounce rate di website
• Page views per visitor
• Rata-rata waktu kunjungan per pengguna
• Klik menuju halaman konversi
Proses tersebut bertujuan untuk mengukur efektivitas perilaku pemirsa pada corong digital marketing (inbound–funel). Kinerja di sosial media dan website akan bermuara pada satu tujuan, yakni konversi penjualan.
Berikut contoh pengukuran ROI secara sederhana, melalui 2 titik KPI.
Dengan mendapatkan metrik KPI, program digital marketing dapat di sesuaikan dari waktu ke waktu untuk mendapatkan hasil yang optimal. KPI juga berguna untuk mengukur ROI digital marketing bagi para principal yang tidak menjual barang langsung ke pelanggan.
Studi Kasus, Bagaimana Sebuah KPI dapat Mengoptimalkan Program Digital Marketing
Sebuah perusahaan teknologi informasi di Jakarta, Indonesia, memiliki metrik KPI untuk alur corong pada proses inbound. Tujuan di set pada halaman ‘contact-us‘ yang mana menjadi sebuah ‘leads‘ atau prospek bisnis.
Pada metrik yang dihasilkan Google Analytics, ternyata diketahui bahwa prospek yang dihasilkan memiliki alur sebagai berikut :
Pengunjung website berasal dari ‘earned-media‘ dengan konten seputar digitalisasi perbankan
Selanjutnya, pengunjung tersebut melihat halaman ‘About Us’, untuk mengetauhi lebih lanjut. Setelah itu, sebagian mereka melihat halaman ‘Our Client’ untuk mendapatkan keyakinan
Akhirnya, barulah mereka mengunjung halaman ‘Contact-us’ untuk menjelaskan kebutuhan mereka.

Dari hasil metrik KPI tersebut, proses digital marketing selanjutnya dapat lebih diarahkan pada pembuatan konten seputar Fintech, e-Commerce, dan Perbankan Digital. Kemudian, halaman About Us dan Our Client lebih di mutakhirkan, baik ditambah dengan testimoni dan rekomendasi dari pelanggan, maupun tombol-tombol “Call-to-Action”.
ROI digital marketing bagi para principal atau pabrikan dapat diukur dari metrik KPI seperti yang dijelaskan diatas.
Selain itu, jika memang penjualan dilakukan oleh distributor mereka, kunjungan ke halaman daftar distributor dapat dijadikan sebagai “Goal” atau Konversi, dan dari sini ROI dapat ditentukan dengan menempatkan nilai pada tiap kunjungan halaman. Nilai tersebut dapat diambil dari rata-rata konversi pada penjualan di periode yang lalu. 
Pada akhirnya, dengan metrik KPI yang jelas, kita dapat meningkatkan ROI digital marketing dan team pemasaran dapat lebih mempertanggung-jawabkan anggaran pemasaran mereka ke CEO dan CFO. Ini juga merupakan salah satu alasan kenapa digital marketing lebih efektif untuk branding maupun untuk penjualan online.
Semoga artikel ini dapat membantu para praktisi pemasaran di seluruh Indonesia. Tanpa KPI dan ROI, perusahaan anda sedang bertaruh dalam pemborosan biaya. Sebesar apapun biaya promosi perusahaan anda, setiap rupiah yang dikeluarkan harus memiliki dampak.

Sumber: https://revelationasia.com/cara-mengukur-roi-digital-marketing/

Apa yang dimaksud dengan Digital Marketing?



Dunia Teknologi saat ini sudah semakin berkembang. Perkembangan ini juga ditemukan banyak hal dan pelajaran yang baru. Salah satunya tentang dunia Digital. Saat ini sudah ada profesi baru yang disebut Digital Marketing, lalu di dunia Pendidikan pun, sudah ada beberapa Universitas di Indonesia yang membuat Jurusan tambahan yang berfokus pada dunia Digital tersebut.

Perkembangan dunia digital pun semakin pesat, dan banyak orang yang sudah mulai belajar ke Dunia digital tersebut. Tak heran saat ini banyak perusahaan yang mencari Spesialis Digital ini, salah satunya seorang Digital Marketing ini. Mungkin sebagian dari anda yang seorang Pembaca artikel ini sudah tahu tentang Digital Marketing, namun untuk memperjelas saya akan menjelaskan lebih dalam tentang Apa Yang dimaksud dengan Digital Marketing.

Digital Marketing atau Pemasaran Digital memiliki pengertian, yaitu suatu cara Pemasaran suatu Produk atau Jasa dengan memanfaatkan media digital supaya dapat menjangkau banyak konsumen. Bahasa simple-nya anda Promosi di dunia Online. Media yang digunakan oleh Digital Marketing cukup banyak, yaitu Website, Iklan (Ads) di Internet, Mobile Network, social media dan lainnya.

Untuk bisa menjadi seorang Digital Marketing anda perlu mengenal dan paham tentang Google. Kenapa Google? Karena Google merupakan Mesin Pencari Terbesar di dunia dan Nomor satu di dunia, sehingga orang banyak yang akan mencari berbagai Informasi dengan menggunakan Google, seperti pengetahuan, informasi tentang berita, informasi produk ataupun informasi jasa dan yang lainnya dicari melalui Google ini.

Seorang Digital Marketing mesti mempelajari dan menganalisa bagaimana caranya Produk atau Jasa dari Customer anda bisa ada di Halaman Satu pencarian Google, atau lebih dikenal dengan ilmu SEO (Search Engine Optimization). SEO adalah sebuah cara yang digunakan untuk Optimasi Produk atau jasa anda dalam sebuah Website, atau apapun yang anda posting di Internet sehingga Apa yang anda posting bisa muncul di Halaman satu Google. Perlu anda ketahui, untuk belajar SEO tidaklah mudah dan juga tidaklah sulit.

SEO inilah ilmu yang Wajib ada di dalam diri seorang Digital Marketing. Seorang Digital Marketing harus belajar, lalu praktek dan terus di ulang-ulang sambil anda menganalisa sehingga anda bisa menguasai SEO yang sebenarnya.

Selain SEO anda juga perlu mempelajari beberapa teknik pemasaran, seperti Copywriting, Desain foto atau video yang membuat orang tertarik dengan Produk anda, Karakter Konsumen dan lain sebagainya. So.. Wajarlah kalau bayaran seorang Digital Marketing tidaklah murah.

Apa Anda tertarik menjadi seorang Digital Marketing?

Cara Menentukan KPI Digital Yang Efektif Agar Tidak Merugi



Banyak kegundahan dan kegelisahan dari para praktisi tentang Digital Marketing, khususnya yang berkaitan dengan KPI dalam suatu digital campaign. Bagaimana langkah menentukannya? Apa yang harus diukur? Apakah cukup dengan target visitor (kunjungan), jumlah fans atau followers?

Dan yang umum terjadi, saat menyusun strategi pemasaran online suatu kampanye digital hanya mengukur Key Performance Indicator Digital berdasarkan jumlah fans, atau follower di media sosial atau trafik di situs web. Padahal bisa jadi acuan itu tidak ada relevansinya dengan tujuan awal kamu atau suatu brand menggunakan media digital. Kalau begitu langkah apa saja yang musti dilakukan sebelum menentukan KPI? supaya campaign menjadi efektif dan kita ngak merugi.

Pahami dulu tujuan awal menggunakan pemasaran digital?, maka KPI kamu harus didasarkan pada hal ini. Saat Anda menyadari kenapa memilih pemasaran digital, maka akan lebih mudah menentukan KPI digital. Tujuan masuk ke digital pasti sangat beragam, mulai dari membangun awareness, mengedukasi audience, membangun interaksi (engagement), memperkenalkan layanan konsumen, meningkatkan loyalitas member hingga yang paling umum, apalagi kalau bukan “menghasilkan penjualan”.

Ketika sudah dikembalikan pada tujuannya apa, maka saat akan menentukan KPI, mulai berpikirnya dari sini. Berikut beberapa contohnya:

Ilustrasi kampanye digital – source: Awesometrics

Tujuan; Awareness program dan visi misi pasangan PILKADA. KPI yang digunakan: twitter reach, ads Impression, dan Organic visit untuk halaman yang spesifik. 

Tentukan Metriks apa saja yang sejalan dengan Tujuan Bisnis dan Alokasi Budget. Langkah selanjutnya adalah menentukan kanal alias channel digital mana saja yang ingin digunakan. Apakah itu medsos? aplikasi? atau situs web? Sementara yang sudah memiliki eMail leads sebagai sistem funnel bisa menambahkan satu kanal lagi “email marketing”.

Dari kanal yang sudah dipilih tadi baru kita tentukan, metriks apa yang bisa diukur? dan apa yang sejalan dengan tujuan awal dilakukannya campaign? Misalnya saat menyusun strategi pemasaran digital, pilih kanal marketing yang ingin kamu gunakan “situs web eCommerce”, dengan tujuan penjualan produk, maka yang bisa kamu gunakan sebagai contoh KPI sales dan marketing adalah:

Jumlah View produk pada halaman yang sudah ditentukan, gunakan sebagai indikator awareness untuk mengetahui sejauh mana halaman profuk kamu dilihat (awereness)
Jumlah conversion pada “Thank You” page atau jumlah transaksi yang dihasilkan
(Optional) Jumlah pengunjung yang teregistrasi sebagai member website.
Jangan sampai terkecoh, apabila targetnya adalah penjualan namun yang kamu ukur justru banyaknya jumlah pengunjung dari email marketing!

Kesalahannya dimana?
Ketahuilah, pembelian sering kali terjadi bukan pada kesempatan pertama. Seorang pembeli yang awalnya melihat produk lewat mesin pencari ataupun email marketing, justru melakukan pembelian lewat kanal trafik ads impression.

Perlu juga diketahui, semakin banyak KPI digital yang kamu bebankan, maka semakin besar pula effort yang harus dicurahkan. Hal ini berarti budget yang harus dikeluarkanpun semakin besar, dan justru mencurigakan apabila budget yang dikeluarkan cenderung minim. Tentukan Tools yang akan digunakan untuk mengukur metriks KPI Digital. Saat metriks sudah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah menentukan tools yang akan kamu gunakan sebagai alat pengukur data. Fokus pada data yang akan kamu incar, seandainya tools yang dibutuhkan harus berbayar dan memungkinkan maka jangan ragu untuk dieksekusi.

Peningkatan traffic website hijup pada semua channel dengan Google Analytic tool sebagai alat ukurnya. Agar data yang diperoleh bisa meng-evaluasi campaign digital yang sudah dilakukan. Apakah sudah memenuhi target KPI atau belum. Jika belum? apakah karena kesalahan teknis internal atau justru kondisi eksternal. Dan, point point apa yang bisa kamu perbaiki atau bahkan kamu tingkatkan performanya. Beberapa tools umum yang bisa kamu gunakan diantaranya adalah:

Google Analytic, tools ini paling umum digunakan bahkan boleh dibbling tools wajib untuk mereka yang menggunakan website sebagai kanal medianya. Penentuan objektif untuk trafik, engagment untuk mengukur tingkat efektivitas content marketing, hingga conversion bisa kamu lakukan dengan tool ini aHref/Moz, Peranannya biasa digunakan sebagai pendukung saja – bukan tool yang wajib alias fardu – jika kamu ingin mengoptimasi website dari sisi teknikal SEO. Menurut saya meskipun kedua tool ini membantu pengukuran tehnikal SEO namun sayangnya tidak mewakili objektifitas yang paling fundamental dari SEO itu sendiri, yakni Trafik yang datang dari Organic Seach.

Google Adwords & Facebook Ads, kedua tool ini bermanfaat untuk reporting sehingga kita bisa mengetahui performa iklan di facebook ataupun di mesin pencari Google. Khususnya dalam perhitungan impression ads, kamu bisa mengandalkan pada kedua tool ini. Tarik kesimpulan hanya dari data yang memang dibutuhkan

Tidak jarang klien saya meminta laporan yang komperhensif. Selengkap lengkap, sedetail detailnya. Namun ketika semua data sudah diberikan…
“Waduh, mas saya bingung nih bacanya…*krik krik bunyi jangkrik”
Nah.. lho …hehehe

Ketka diakhir periode dan akan membuat laporan, fokuslah pada data serta metriks yang ditentukan diawal. Dengan menyajikan data seperlunya justru membuat bias dan terlupa dengan metriks yang mau kita ukur.

Hal terpenting dari menentukan Key Performance Indicator (KPI) Digital adalah mengetahui apakah campaign digital kita, sukses mencapai tujuan atau malah gagal. Pembelajaran apa yang bisa diambil untuk bisa digunakan pada campaign strategi digital yang efektif.

Apa Anda sudah melakukan ini?

Cara Menghitung ROI dari biaya SEO


Masih ada yang bertanya apakah Jasa SEO itu perlu? Ada yang bilang mahal. Disatu sisi, jika kita melihat fakta bahwa SEO adalah salah satu cara yang sebenarnya paling efektif dan kedepannya akan jauh lebih hemat dibanding dengan SEM (Search Engine Marketing / Google AdWords). Kok bisa? Ayo kita bahas tentang ini, investasi bisnis anda di bidang SEO, agar anda punya bayangan tentang ROI (Return of Investment / Kembali Modal) investasi biaya untuk SEO itu sendiri.

Misalkan anda mengeluarkan biaya 6 juta untuk Jasa SEO, bagaimana perhitungannya? Contohnya begini, produk anda mempunyai profit bersih 50 ribu, dengan posisi terbaik di TOP 10, anda bisa menjual 10-25 produk per minggu, artinya anda akan mendapatkan profit sekitar 1.25 juta per minggu, kalau per bulan? sekitar 5 juta. Terlalu muluk? OK, mari kita lihat sisi terburuk dari hitungan pendapatan bersih diatas, misalkan kita potong profit anda 50%, maka sisanya adalah 2.5 juta. Dengan perhitungan ini, anda hanya butuh kurang dari 3 bulan untuk kembali modal investasi (ROI) anda di bidang SEO, ya kan?

Jika anda merasa perhitungan ini diatas logis, apakah menurut anda ini terlalu mustahil unutk anda lakukan? kami kira tidak, karena kami sudah banyak menjadi saksi beberapa klien kami 'from zero to hero'.

Mari kita berpikir cerdas tentang investasi di bidang SEO ini, jangan buru-buru bilang mahal, sebelum anda jelas perhitungan ROI nya, akan lebih fair jika anda juga memahami cara perhitungan biaya SEO tersebut diatas. Ok, mungkin anda bertanya bagaimana biaya SEO bisa lebih murah dari biaya iklan adwords (SEM)? ayo kita mulai berhitung lagi.

Biaya adwords, memiliki keunikan tersendiri, yaitu hanya mengeluarkan biaya jika iklan kita yang tayang di hasil pencarian di klik oleh konsumen, biaya per klik sangat beragam dari 700-20.000 rupiah atau bahkan lebih. Anda bisa membatasi jumlah klik per hari sesuai dengan budget yang anda miliki per bulan. Jika anda melakukan ini, otomatis iklan anda tidak akan tayang lagi pada hasil pencarian untuk katakunci tertentu.

Mari kita contohkan, biaya per klik katakunci yang anda inginkan adalah 2500 rupiah untuk katakunci yang memiliki kompetisi rendah ke medium, budget iklan anda per bulan 1 juta, anda membatasi pengeluaran per hari hanya 100 ribu, maka anda hanya akan mendapatkan 40 klik per hari, setelah itu otomatis iklan anda tidak tayang kembali tanpa anda tahu waktunya, bisa malam, pagi atau saat waktu teraktif konsumen mencari tahu tentang produk anda, jam makan siang! apa jadinya ketika jam makan siang iklan anda telah berhenti tanpa anda ketahui? jawabannya sederhana, anda akan kehilangan potensi pembelian, titik.

Jadi, MAMPUKAH BISNIS ANDA BERTAHAN HANYA DENGAN 40 KLIK PER HARI? Ingat ini 'klik kunjungan' bukan 'klik pembelian' loh. Sekarang kita kembali ke hitungan diatas, dengan budget 100 ribu per hari, budget bulanan anda hanya akan mendatangkan maksimum 40 klik X 10 hari atau sama dengan 400 klik dan ingat, iklan anda hanya akan tayang kurang dari 11 hari, wow kan?. Misalkan anda merasa cukup dengan 40 klik per hari, anda akan butuh kurang lebih 3 jutaan per bulan agar iklan website bisnis anda untuk tetap tayang selama 30 hari full. Berapa biayanya untuk 3, 4 atau 6 bulan? anda tentunya bisa menghitungnya.

Setelah anda mengtahui dan paham perbandingan antara SEO (organik) dan SEM (iklan), mana yang anda pilih? semua kembali ke insting bisnis anda, kami hanya bisa membantu menjelaskannya untuk anda. Semoga anda bisa memilih dengan bijak.

Salam hangat.

SEO and Digital Marketing Strategy



Search Engine Optimization, or SEO, is an integral part of any digital marketing strategy; a focused element of an overall holistic approach to driving customers to your business via online platforms. In other words, marketing the modern way.

What is SEO?
SEO is primarily concerned with ensuring that your website ranks higher in search engine results, thereby driving more traffic to your site and potentially more business. However, while SEO used to involve adding a few keywords to your site for search engines to find, SEO in 2015 is far more multi-faceted and needs to be part of a wider digital marketing plan. Because of this, many companies turn to website design and marketing experts such as Pronto for support.
Create an SEO strategy?
Forget what you think you know about SEO and recognize too that it is not a static solution. The rules are changing all the time as online behavior and capabilities develop over time. Naively thinking you can just 'wing-it' or that you don't need to think about SEO could stop you from reaching your full business potential. As well as adapting you need a solid monitoring and tracking system in place for your SEO. Here are a few points you need to consider when working out an SEO strategy:
Who is your target market? – SEO today is not about just grabbing as much traffic as possible but attracting potential customers who are interested in what you have to offer. Think about demographics, what your market is searching for and how, as well as where customers are located. The more finely-tuned you can be on these basics, the more you can target your SEO effectively. Google Analytics is a good place to start with your investigations!
Mobile markets are bigger than desktops – You don't need statistics to show you that the online mobile market has exploded in the past few years, overtaking desktops last year. Optimization is about creating a website that fits this new style of online browsing. If potential customers are looking for you using mobile devices then make sure that you provide a quality user experience. If you are not sure how your website measures up then you could simply try out Google's Mobile-Friendly Test by entering your website URL.
Search engines are expanding – When you think about search engines, do you automatically think of Google? The tech giant has such a big share of the market that 'Googling' has become a verb we use when we are searching online. However, this is changing, with browsers looking at other search engines, such as Firefox opting for Yahoo as its default. Search engine DuckDuckGo has gained in popularity too for those who favor searches without personalized tracking.
Keywords need to correspond with ROI – Rather than focusing on one keyword and using it to chase your website up the ranks, keywords are much more about considering what your target market is actually tapping into the search engine. Intent or long tail keywords require you to zoom in on what users are doing, how, and when. Keywords are still relevant in SEO but they need to be precise and throwing a smattering of keywords into the mix is not enough.
Also, certain keywords may get many hits but are these the best hits? It is not always about numbers but how these translate into conversions, revenue and profitability. Don't measure keyword success in simple numbers but find out what the ROI (Return on Investment) is for your SEO efforts.
Clear website and quality content is king – A user-friendly website, with clear navigation, SEO keywords and optimized with relevant, quality content is what is really going to build up traffic. Each page needs to be built around keyword themes, with unique content, so that search engines can crawl through your site easily and rank you higher. You want your site to really respond to what your potential customers are looking for, so keep the content natural and focused; don't strangle the style and meaning of your site with keyword stuffing which is a turn-off to search engines and users alike.
Quality links count – In the old-days, not so long ago, the name of the SEO game was link-building; getting as many links as possible out there on other sites. Inbound or back links are still incredibly important and can act as a stamp of legitimacy for your site. However, today it is all about quality not quantity, with links on relevant sites potentially bringing in more referral traffic and more users from your target group. The result? Better brand exposure and SEO with greater opportunities for conversions.
Social media has a pivotal role – Last, but my no means least, social media is an evolving platform that has changed from a medium to share content only to a viable marketing device. Users will often come to your website via social media so to optimize your online presence, in line with SEO, you need to create an up-to-date, engaging, and personalized approach that often steps outside the realms of classic marketing campaigns.
Monitor and track – A vital element of any SEO strategy is to follow how it is working. Google Analytics or another analytics tool can provide valuable data for understanding how changes affect your traffic volume and ultimately your conversions. To be successful with your digital marketing strategy you need to know what works and be able to quickly and effectively adapt if a method is not working how you perhaps envisaged.


Online marketing such as PPC (Pay Per Click), email marketing, and relevant online PR all need to work well and complement your SEO strategy. This means creating the right balance between paid ads and organic SEO searches in the result pages, cross-selling of content via relevant emails with keywords, and interesting press releases to really boost brand awareness and increase visibility for your site too.

Sumber: https://www.prontomarketing.com/2015/02/seo-and-your-digital-marketing-strategy/