Back to top

Hot Info

Pengguna Facebook banyak tidak sadar kena "Hack", begini cara mengeceknya

Hot Info

Lacak Keberadaan Smartphone Android dari Perangkat Lain

Web Development

Perbedaan Web Developer, Web Design dan Webmaster

IT & Technology

Review Ultrabook Asus Zenbook Prime UX31A

IT & Technology

Rendahnya gaji tenaga kerja IT di Indonesia

Lifestyle

Jalan-jalan ala Backpacker

Tampilkan postingan dengan label Web Design. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Web Design. Tampilkan semua postingan

Berapa Biaya untuk Membuat Website di Tahun 2024?



Jika Anda ingin tahu berapa biaya yang diperlukan untuk membuat website, maka jawabannya adalah tergantung.

Anda bisa mengeluarkan uang ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah per tahunnya, tergantung dari kebutuhan dan metode pembuatan website tersebut.

Artikel ini akan memberikan kisaran harga yang dapat menjadi acuan sederhana.

#1 Biaya membuat website secara mandiri

Berapa biaya yang perlu dikeluarkan jika ingin membuat website sendiri (tanpa menggunakan jasa vendor)?

Asumsi website yang ingin dibuat masih tergolong standar (bukan aplikasi rumit), Anda dapat mengeluarkan biaya di kisaran Rp.500.000 – Rp.10.000.000 / tahun

Untuk membuat website, Anda membutuhkan:

Domain. Kisaran biaya Rp.24.000 – Rp.800.000

Hosting. Kisaran biaya Rp.250.000 – Rp.6.000.000

Plugin dan theme premium, jika menggunakan WordPress dan sifatnya opsional. Kisaran biaya Rp.300.000 – Rp.1.500.000.

Jika Anda membuat website dengan menggunakan platform website builder, seperti Wix atau Shopify, maka Anda perlu membayar biaya subscription dari platform tersebut.

Membuat website secara mandiri artinya si pembuat harus memiliki berbagai skill yang mumpuni, misalnya: coding, konfigurasi domain dan hosting, desain, konsep, planning, dsb.

Biaya di atas tidak memperhitungkan waktu dan effort untuk proses pembuatan website. Jika Anda merasa waktu adalah uang, maka biaya yang perlu dikeluarkan akan jauh melebihi angka di atas.

#2 Biaya membuat website dengan memakai jasa vendor

Jika Anda merasa:

- Tidak punya skill yang cukup untuk membuat website,

- Tidak punya waktu,

- Tidak mau ribet dan pusing,

Maka, sebaiknya Anda menggunakan jasa vendor.

Berapa biaya yang perlu dikeluarkan jika ingin membuat website memakai jasa vendor?

Sebagai estimasi kasar, Anda dapat mengeluarkan biaya di kisaran Rp.5.000.000 – Rp.250.000.000 / tahun

Kok rentang harganya semakin jauh?

Karena jika menggunakan jasa vendor, waktu dan effort pengerjaan akan memengaruhi biaya pembuatan, misalnya:

Kompleksitas. Apakah kebutuhan website berupa landing page, company profile statis, ecommerce, atau custom app?

Jumlah halaman dan konten. Berapa banyak halaman yang perlu didesain?

Spesifikasi dan requirement. Apa saja fitur yang diperlukan? Tools apa yang digunakan untuk merancang website? Apa jenis hosting yang dipakai?

Selain itu, setiap vendor juga memasang tarif yang berbeda-beda, tergantung dari: pengalaman, expertise, biaya operasional, dsb. Hal ini dibahas lebih lanjut pada artikel Mengapa Setiap Vendor Website Harganya Berbeda-beda?

Untuk mudahnya, apabila Anda ingin tahu berapa biaya yang dibutuhkan secara akurat, sebaiknya Anda segera mencari jasa pembuatan website, menghubunginya, kemudian berkonsultasi, dan meminta estimasi harga.

Penutup

Harap diingat, semua kisaran biaya yang tertera di artikel ini tidak bersifat baku, melainkan lebih berupa estimasi biaya pada umumnya. Tidak perlu bingung jika menemukan domain, hosting, atau jasa vendor dengan harga yang lebih murah atau mahal dari informasi yang tertera.

Bagaimana menurut Anda mengenai harga pembuatan website? Apakah murah, mahal, atau wajar?

Silakan bagikan pendapat Anda pada kolom komentar.

Sumber Artikel: https://imajiner.id/blog/berapa-biaya-membuat-website/


Apa itu A/B Testing




Seorang marketer perlu mengetahui bagaimana produk marketingnya diterima oleh pelanggan. Nah, A/B testing adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya.

Ingin tahu lebih lanjut tentang A/B testing?

Dalam menentukan sebuah produk dan strategi marketing, kamu tidak bisa sepenuhnya menggantungkan diri pada timmu saja.
Bisa saja kalian merasa strategi itu sudah sesuai. Padahal, pelanggan melihat banyak kekurangan dari strategi tersebut.
Oleh karena itu, kamu perlu melihat dari sudut pandang pelanggan juga. Nah, di situlah peran A/B testing.
Apa itu A/B testing?
Dilansir dari Neil Patel, A/B testing adalah metode terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui strategi promosi dan pemasaran online terbaik dari bisnismu.
Adapun menurut Harvard Business Review, A/B testing adalah cara untuk membandingkan dua versi dari suatu hal demi mengetahui mana yang bekerja lebih baik.
Biasanya, eksperimen yang satu ini dilakukan dengan menguji dua hal berbeda pada dua kelompok. Jadi, kamu bisa melihat strategi seperti apa yang lebih disukai oleh pelanggan.
Apa saja yang bisa dibandingkan dalam A/B testing? Banyak. Semua hal yang terkait dengan strategi promosi dan pemasaran online bisa dilakukan menggunakan eksperimen yang satu ini.

Sebagai contoh, kamu sedang membuat landing page untuk situs perusahaan. Kemudian, kamu ingin membandingkan dua warna button yang berbeda.
Kamu bisa membuat satu landing page dengan button “Subscribe now!” berwarna biru dan satunya berwarna putih. Kemudian, kamu bandingkan landing page mana yang lebih banyak mendorong orang untuk men-subscribe newsletter situsmu.

Umumnya A/B testing hanya dilakukan dengan membandingkan satu hingga dua hal minor dalam sebuah strategi pemasaran online.

Jika membandingkan dua hal yang terlalu berbeda, kamu justru tidak bisa melihat mana bagian yang paling berpengaruh bagi keputusan pelanggan.
Setelah mengetahui hasil A/B testing, kamu bisa mengumpulkan data tersebut dan menjadikannya sebagai landasanmu membuat landing page yang sesuai.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa A/B testing adalah sesuatu yang berhubungan erat dengan data, seperti dikutip dari Unbounce.

Mana yang lebih baik? Website dengan WordPress atau Bootstrap HTML?

Sekarang kita tahu pro dan kontra dari kedua WordPress dan website dengan Bootstrap HTML. Mari kita bicara tentang mana yang lebih baik untuk website bisnis Anda.

Jika Anda yakin bahwa Anda tidak akan pernah ingin memperbarui, mengubah, atau menambahkan sesuatu yang baru ke website Anda, maka dengan segala cara pergi untuk situs Web HTML. Ini akan menjadi lebih cepat dan akan melayani tujuan Anda.

Jika Anda ingin memiliki kebebasan dan kontrol dari situs Anda dan tidak membuang-buang uang pada pengikut bulanan membayar pengembang untuk menambahkan gambar, ketika WordPress jelas pilihan yang lebih baik.

Bagi mereka yang ingin mengembangkan website bisnis mereka untuk membuat Anda lebih banyak uang, maka WordPress adalah cara untuk maju.

Menggunakan WordPress Anda dapat menambahkan konten ke situs web Anda tanpa menyewa orang. Anda dapat menciptakan halaman yang Anda butuhkan setiap saat.

Anda dapat menambahkan bagian blog untuk mempertahankan pelanggan Anda diperbarui, atau bahkan membangun daftar email Anda sendiri dan tetap membawa lebih banyak pelanggan untuk bisnis Anda.

Anda akan menjadi bagian dari komunitas global bisnis yang menggunakan WordPress untuk mengelola kehadiran online mereka. Anda akan menemukan banyak bantuan, sumber daya, peralatan dan plugin gratis untuk mengembangkan bisnis Anda setiap hari.

Alih-alih membayar pengembang banyak uang untuk hal-hal terkecil, Anda akan dapat menghabiskan uang yang pada pertumbuhan bisnis Anda dengan WordPress.

 

Apa itu WordPress?

WordPress adalah CMS atau Content Management System. Content Management System memungkinkan Anda untuk mengelola website Anda dari interface / antarmuka yang ramah pengguna. Anda dapat membuat semua perubahan pada website Anda dari daerah admin yang cukup mudah dimengerti, bahkan untuk pemula.

Meskipun ada banyak CMS beredar di luar sana, WordPress adalah salah satu yang paling populer karena kekuatan hampir 26% dari semua situs web di internet. Hal ini penting untuk tidak membingungkan WordPress.org dengan WordPress.com. WordPress, open source CMS tersedia di WordPress.org. Di sisi lain, WordPress.com adalah layanan blog hosting.

Sekarang, mari kita lihat pro dan kontra dari menggunakan WordPress.

 

Keuntungan Menggunakan WordPress

Mudah untuk Perbarui (easy to update) – Anda hanya dapat login ke situs WordPress Anda dan menambahkan halaman baru tanpa membayar pengembang Anda. WordPress mudah digunakan dan memiliki antarmuka pengguna yang natural, yang membuatnya mudah bagi Anda untuk membuat atau memperbarui halaman di situs Anda.

Tersedia Theme / Template Profesional – Ada ribuan theme atau template siap pakai yang dapat Anda gunakan di situs Anda. Template atau thema ini dikembangkan oleh para profesional dari seluruh dunia.

Sangat Kuat / Powerfull – situs WordPress dapat dengan mudah dimodifikasi dan dikembangkan dengan adanya plugin. Dengan menginstal plugin, Anda dapat menambahkan fungsionalitas untuk situs web yang ada seperti menambahkan formulir kontak, menambahkan sistem reservasi, menambahkan galeri foto, dan banyak lagi.

Kontrol penuh dan Kepemilikan – Anda mendapatkan kontrol penuh dari situs Anda, nama domain, dan semua isinya. Anda dapat membuat perubahan yang Anda inginkan, dan tidak ada batasan pada seberapa banyak situs Anda dapat tumbuh dalam popularitas, lalu lintas, penjualan, dan pengguna.

 

Kerugian Menggunakan WordPress

Kurva Belajar – Sementara WordPress mudah digunakan namun butuh beberapa saat untuk kebanyakan pemula untuk menjadi akrab dengan software ini. Ada banyak bantuan yang tersedia untuk mendapatkan lebih dari kurva belajar ini dengan cepat, tapi itu akan mengambil sedikit usaha.

Pemeliharaan – Anda akan bertanggung jawab untuk menjaga WordPress, plugin diinstal, dan tema terkini. Anda juga dapat menggunakan hosting WordPress dikelola yang dapat melakukan hal ini untuk Anda.

 



Apa itu Website Bootstrap / HTML Statis?

HTML adalah bahasa markup yang digunakan untuk menampilkan halaman web. Kebanyakan website pada penggunaan internet HTML dengan berbagai markup dan scripting bahasa untuk membuat halaman web.

Biasanya Anda akan perlu menyewa seorang developer web untuk membuat sebuah website HTML untuk bisnis Anda. Mereka akan menggunakan HTML, CSS, JavaScript dan beberapa teknologi lainnya untuk membangun website Anda.

Software CMS seperti database menggunakan WordPress untuk menyimpan dan mengambil konten. Di sisi lain, website HTML memiliki semua konten Anda di file statis.

Sekarang, mari kita lihat keuntungan dan kerugian dari sebuah website HTML untuk bisnis Anda.

 

Keuntungan dari Website HTML

Sedikit sampai Tidak ada Pemeliharaan – Setelah website Anda hidup, Anda tidak perlu menginstal pembaruan atau mem-backup secara teratur. Jika tidak ada yang berubah, Anda hanya dapat backup website Anda sekali dan melupakannya.

Persyaratan Rendah – Situs HTML tidak perlu server dengan PHP atau MySQL diinstal di dalamnya. Mereka bisa berjalan di server yang lebih murah dengan sumber daya yang rendah. Meskipun sebagian besar baik web hosting perusahaan menawarkan PHP dan dukungan MySQL.

 

Kekurangan dari Website HTML

Tidak ada Pembaruan – Kecuali Anda mengenal HTML/CSS, website HTML statis bisa sangat sulit untuk memperbarui bagi pemula. Anda akan perlu untuk menyewa developer bahkan untuk tugas yang lebih kecil seperti menambahkan halaman baru, memperbarui konten lama, atau meng-upload video atau gambar.

Tidak ada Fitur Tambahan – Jika bisnis Anda berkembang dan Anda ingin menambahkan fitur ke situs web Anda seperti toko, survei atau jajak pendapat, galeri, dll. Semua ini akan mengharuskan Anda untuk menyewa pengembang dan dalam kebanyakan kasus mereka akan merekomendasikan Anda untuk pindah ke WordPress.

Biaya – Menimbang bahwa Anda akan harus menyewa orang bahkan untuk tugas-tugas terkecil, biaya website Boostrap atau HTML bisa lebih tinggi dari website WordPress.

 

 

Peranan SEO dalam Pemasaran Online untuk Meningkatkan Profit Perusahaan


Ujung dari sebuah bisnis adalah profit. Profit bisa diraih jika omzet kita bagus. Ujung dari omzet bagus adalah target penjualan yang tercapai.

Target penjualan tercapai manakala didukung sistem pemasaran yang bagus. Banyak cara dilakukan pengusaha untuk meningkatkan keuntungan perusahaan mereka. Segala metode harus dicoba baik dengan melakukan pemasaran offline maupun melalui internet marketing.

Ada dua metode penting dalam pemasaran online yaitu meningkatkan trafik kunjungan ke website kita melalui teknik SEO dan email marketing.

Manfaat SEO Dalam Pemasaran Online Sebuah Bisnis
Bisnis online tidak terlepas dari peranan SEO untuk meningkatkan trafik kunjungan pelanggan ke website kita. Saat banyak user internet mencari informasi yang berhubungan niche Anda melalui Google dan menemukan informasi bermanfaat di website Anda, maka bisa dipastikan website anda sudah teroptimasi dengan baik. Jika kunjungan ke web anda bagus  kemungkinan besar mereka akan mengingat halaman website yang memberikan informasi berharga tersebut, yaitu website Anda.

Finally, makin banyak orang yang membuka website Anda dari mesin pencari maka merek bisnis Anda juga secara otomatis akan semakin terkenal. Cara membuat terkenal inilah yang dinamakan SEO (Seacrh Engine Optimization).

Website dengan SEO  yang baik, Mudah Mendatangkan Trafik
Jika website dengan SEO  yang baik, maka akan mudah  mendatangkan trafik, sehingga potensi bisnis anda akan naik omzetnya . SEO membantu anda untuk  mendapatkan peringkat yang baik juga di mesin pencari, misalnya  Google. Jika anda rajin optimai website, maka akan makin baik posisi halaman website Anda di Google.

Hal ini membuat peluang untuk mendapatkan pengunjung (trafik) potensial akan semakin besar. Makin banyak kunjungan visitor  potensial, potensi membeli produk makin tinggi.  inilah yang nantinya akan menjadi calon customer bisnis Anda.

Website dengan SEO  yang baik dapat Meningkatkan Brand Awareness Bisnis Anda
Banyak cara untuk membuat Brand Awareness bagi bisnis anda. Website dengan SEO  yang baik akan meningkatkan potensi calon pembeli atau konsumen untuk mengenali maupun mengingat merek produk anda. Makin terkenal produk anda, kemungkinan intensitas penjualan juga akan semakin besar. Meningkatk brand awarness dengan optimasi website di mesin pencari (SEO) adalah cara yang cerdas.

Website dengan SEO  yang baik bisa Mendapatkan Data Customer Anda dengan Gratis
Makin hari, makin banyak pengusaha online yang bersedia mengeluarkan banyak uang untuk memasang iklan di berbagai media periklanan. Iklan di media massa di era teknologi digital dirasa sudah bukan jamannya lagi.  Iklan melalui media online biasanya mengincar target untuk mendapatkan data kontak (email, nomor ponsel, alamat, dan lainnya) calon customer ataupun pelanggan setia bisnis mereka.


Dengan mendapatkan data kontak tersebut, anda akan lebih mudah untuk menghubungi mereka ketika kita mengeluarkan produk baru. Bisa juga database potensial tersebut digunakan untuk memberikan penawaran promosi khusus untuk menjual produk lama. Ujung-ujungnya, Anda tetap bisa terhubung dengan customer setiap saat.

Tahapan Optimasi Bisnis Online dengan Teknik SEO
SEO sebenarnya bukanlah cara instan menarik pengunjung ke sebuah website. Bisa saja Anda akan muak atau takut mengerjakan kampanye SEO untuk website Anda karena terlihat rumit. Sebenarnya di dalam strategi SEO, ada dua hal mendasar  yang harus dikerjakan oleh seorang internet marketer, yaitu: SEO On Page dan SEO Off Page.

Teknik Optimasi Pemasaran Online dengan SEO On Page
SEO On Page merupakan bagian dari strategi  yang dilakukan dari sisi website itu sendiri. Upaya optimasi ini dilakukan oleh seorang pemilik website/ webmaster dengan mendesain website yang SEO Friendly. Tahapan yang dialkuakn adalah sebagai berikut:

- Riset keywords untuk mendapatkan kata kunci yang berpotensi populer di kalangan user
- Desain website yang menarik, dan load-nya cepat
- Setting Title Tag yang baik untuk homepage dan judul konten
- Menyisipkan description yang relevan dengan website
- Rutin posting konten yang bermanfaat bagi audiens
- Mengatur URL (permalinks) yang SEO Friendly
- Menggunakan Heading dengan baik (H1, H2, H3, H4) dan 
- Mengatur navigasi website sebaik mungkin
- Tidak lupa membangun internal links dan menambahkan keywords pada penamaan gambar/ image

Teknik Optimasi Pemasaran Online dengan SEO Off  Page
Selain optimasi website dari dalam, ada juga teknik SEO Off Page yang merupakan upaya optimasi website yang dilakukan dari luar website yang dibangun. Website dengan  SEO On Page nya sudah bagus tetap saja perlu didukung dengan optimasi dari luar website itu sendiri. Metode Optimasi off page ini dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya adalah dengan membangun links (backlinks) dari situs lain menuju website yang dioptimasi.

Metode Pemasaran Online dengan SEO Off Page ini meliputi tahapan sebagai berikut:
- Membuat links dari media sosial (Twitter, Facebook, Google+, Youtube, dan lain-lain)
- Membuat links dari web 2.0 properties (Blogspot, WordPress, Weebly, dan lain-lain)
- Membuat links dari forum online (Kaskus, Bersosial, Forum Detik, Forum Kompas, dan lain-lain)
- Membuat links dari situs social bookmark (Lintas.me, Diigo.com, Folkd.com, dan lain-lain)
- Membuat links dari kegiatan blogwalking (berkomentar di blog orang lain)
- Membuat links dari website yang menerima guest blogger

Pentingnya SEO dalam Pemasaran Online
Jika melihat uraian diatas, anda tentu paham mengapa saat ini ada begitu banyak pebisnis yang kemudian berusaha sangat keras agar bisnisnya bisa mampu bertengger di halaman pertama mesin pencari. Mereka banyak yang memanfaatkan SEO hingga beriklan secara online. Meski harganya cukup mahal, namun melihat tingkat konversi yang besar, mereka tak ragu untuk beriklan di media online besar. Jika anda ingin hemat, teknik SEO bisa anda lakukan.

Optimasi website di mesin pencari bukanlah cara yang INSTAN. Anda butuh kesabaran untuk mendapatkan hasilnya. Proses yang harus kita lakukan secara berkala karena search engine (terutama Google) selalu memperbaharui hasil pencarian mereka.

Algoritma yang sering berubah ini harus anda ikuti alurnya sehingga strategi ini bisa menampilkan website yang paling relevan dan teroptimasi dengan baik. Peranan SEO dalam Pemasaran Online untuk Meningkatkan Profit Perusahaan.


Revised & Edited by Himawan Junianto.



SEO vs SEM vs SMM


These three terms have been thrown around a a lot, and often used alongside each other. SEO and SEM have often been used interchangeably. So what's the deal with these concepts? How are they alike, and how exactly are they different?

SEO refers to the techniques and strategies used to increase the likelihood of a website appearing on search engine results, namely as close to the top of that list as possible.

Search engines prowl the Web, taking notes of everything they encounter. When a user types something into the search engine, making a search query, the engine's algorithms spit out a list of what it thinks are relevant results.

In this situation, the search engine is the deciding factor. It holds the position of strength. All a website can do is insure its content is sound, good, and proper and trust that the search engine will recommend it whenever appropriate. But in today's online marketplace there is lots of competition, so it's not even enough to just make the list; a website has to stay near the top. Anything too far down the list of results and that website might as well have never been displayed in the first place. Being buried on page three or later is akin to being completely out of sight, and subsequently out of mind.

So SEO consists of ways a website can make itself as attractive as possible to search engines, so that when they output their search results the website is as visible as possible. These techniques consist:

[*]Internal tweaks to insure the code adheres to Web standards and is easily accessible to search engine indexing efforts[/*]
[*]Internal metadata specifically meant for search spiders to read and catalog[/*]
[*]Utilizing the right keywords within the website's content so that search engines will more strongly associate those terms with the website[/*]
[*]Submitting sitemaps, or complete "roadmaps" of a website, directly to search engines so they don't have to work as hard to 'discover' your site[/*]
[*]Accumulating reputable backlinks, or links to your website from others, that search engines recognize as marks of distinction and therefore worthy of higher search result placement[/*]
[*]Fresh and interesting content that brings in traffic and makes your site increasingly prominent in use, thereby aiding in its search result placement[/*]

As a whole, SEO focuses on attracting natural, or organic, search traffic. These techniques work to persuade search engines to better rank your website and/or garner more web traffic. It happens naturally, through subtle and constantly dynamic self-tweaks and efforts of self-promotion. This is in stark contrast to...

SEM is an umbrella term that encompasses all efforts to garner search engines' attention and gain higher search rankings. SEO is a part of the greater SEM campaign. Like optimization, SEM includes using keywords and link popularity to increase a website's exposure.

However, SEM does include strategies that are somewhat distinct from SEO. While the latter more focuses on acquiring search engine attention and hits through natural means, SEM includes paid direct inclusion in search results. Search engines provide this option as a way for quality results to stay floating at the top (for in most instances useful results, or spam, would never wish to pay) and to collect revenue for themselves. These paid search results remain near areas of prominence on the search results page, often paired with key search words so that they'll appear whenever those words/phrases are queried.

Buying the opportunity to appear with these keywords can potentially be quite costly, and subsequently the keyword industry is very profitable for search engine companies like Google. There can be intense competition just for access to keywords themselves. For the most popular and common key terms and phrases the prices can be so high that only large enterprises can possibly afford any prolonged campaign using them.

These paid links can sometimes work in minor conflict with really good SEO. Because SEO is organic and normally non-paid, if the optimization efforts are exceeding expectations it is possible for a website to be dominating the top of a search result page; even while at the same time paid links for that same website are already appearing next to the normal listings. In this instance, the company is wasting money; and across large enterprise campaigns this can amount of large sums of money down the drain.

For this reason SEO and paid SEM efforts must be balanced, taking care that one does not overwhelm the other.

SMM does not involve search engines, but does play a key role in a website's exposure and online marketing efforts. Whereas dealing with search engines requires a delicate and constant adjustment of subtle factors (SEO) or costly premiums (SEM), working through social media is relatively cheap and holds the promise of incredibly lucrative growth, if done properly.

Having seen the power and reach of viral content, companies have flocked to the social Web in order to utilize this "online word of mouth" for their own branding efforts. This includes having a corporate presence on:

- Social networks, such as Facebook and Twitter
- Streaming video services, like YouTube
- Location check-ins, like Foursquare
- Image sharing, like Instagram and Pinterest
- Blogs

Social media allows for information to spread exponentially, allowing company advertising efforts to spread very quickly and to like-minded audiences all at the efforts of the viewers themselves. Companies can also utilize social networks and social website components (like comment systems) to establish a more personal engagement with users; increasing the feeling of customer loyalty, brand awareness, and direct customer support.

SMM should not be directly confused with social media optimization (SMO), which like SEO utilizes specific techniques, methods, and key terms to promote web traffic and awareness. Whereas SEO works through search engines, SMO works through social media. Successful SMO does impact a website's search rankings, as positive social feedback in the forms of Likes, Shares, +1's, etc. can be considered as marks of quality for a website, increasing its search rankings and thereby impacting its SEM.

Search engines have traditionally been the focus of online advertising and marketing efforts. Since the arrival of social media however more attention has been levied towards social networks as an additional venue in which to garner user attention.

Before people spent much of their time on search engines in order to find information and content. Now people spend much of their time on social networks in order to interact and engage one another, and also to look for some sources of content.

Social marketing holds the allure of a more "grassroots" form of exposure, at least compared to the monopolies held by search engines. Many companies consider advertising on social media to be far more direct. Instead of dressing themselves up to be attractive to search engines just to get in front of the faces of its viewers, websites can now just appeal directly to the users at the place where those masses now spent much of their time.

But while social marketing doesn't hold the same monetary costs as dedicated SEM campaigns, they do require large amounts of time and coordination. Also if a social media campaign backlashes, there can be direct impact on the company's online brand and presence. On the other hand botched search engine marketing campaigns only offend the search engines themselves, not the constituents.

Will social marketing make search engine efforts a thing of a past? Not completely. The Web is still a large and ever increasing place. Social media is great for finding some sources of content, namely stuff already within your sphere of interests and knowledge. But this hyper-personalization isn't as adept at serving fresh avenues of new subjects. Research into previously unknown topics remains best done via search engine, not by scanning Facebook Timelines or Twitter Feeds.

Do you think social will ever completely overtake search? Or will SEO, SEM, SMM, and other marketing strategies begin to merge, or grow only more distinct?


Sumber: http://corsairmediaservices.com/index.php/blog/119-seo-sem-smm#.Vu5PGPl96M8