Back to top

Review Ultrabook ASUS Zenbook Prime UX31A

Konsep Ultrabook dari Intel memberikan alternatif kepada para pengguna notebook untuk mendapatkan sebuah notebook dengan mobilitas dan portabilitas tinggi tanpa harus mengacu kepada solusi Macbook Air dari Apple. Solusi Ultrabook sudah tersedia dari berbagai merek, namun Asus dengan Zenbook Prime mencoba menawarkan sesuatu yang unik dibandingkan Ultrabook lainnya dengan meneruskan fondasi Zenbook yang telah diciptakan sebelumnya.

Konsep & Desain
Sepertinya cukup jarang bagi kami untuk membahas fisik paket penjualan sebuah notebook. Namun Zenbook Prime ini hadir dalam kemasan berbeda dari notebook kebanyakan yang dibungkus kardus coklat. Zenbook Prime hadir dalam kotak keren dengan tutup yang mirip seperti kotak ponsel mewah. Di dalamnya, Asus menyertakan dua buah pouch rajut untuk membawa Zenbook Prime dan satu buah pouch bermotif sama dengan ukuran lebih kecil untuk membawa adapter VGA dan adapter LAN.

Untuk bodinya, Zenbook Prime menggunakan bahan alumunium seperti seri Zenbook sebelumnya. Pola permukaan yang melingkar dari tengah tetap memukau dilihat dari mana saja. Meskipun ditoreh oleh sebuah mesin, setiap pendaran cahaya yang terpantul dari permukaan Zenbook Prime terlihat alami layaknya sebuah permukaan air. Secara fisik, tidak banyak yang berubah antara Zenbook Prime dengan Zenbook dengan layar 13″ sebelumnya. Konektivitas masih sama, terdapat 1x jack audio (input/output) 3.5 mm, 1x Micro HDMI, 1x Mini VGA port, dan sebuah slot SD card reader. Perbedaan utama Zenbook Prime dengan pendahulunya pada konektitivitas pada penggunaan dua port USB 3.0 yang sebelumnya hanya satu USB 3.0 dengan bantuan satu USB 2.0.
Keyboard Zenbook Prime menggunakan desain chiclet, yang kini semakin lazim dijumpai di jajaran notebook kelas premium. Lampu (backlit) keyboard Prime juga dapat diatur hingga tiga tingkat sehingga dapat disesuaikan dengan pas di kala gelap. Resistensi tombol tergolong cukup keras, namun masih nyaman untuk digunakan mengetik jangka panjang.

Fitur & Performa

Konsep Ultrabook Intel mengharuskan penggunaan prosesor rendah daya. Namun sesuai dengan hukum fisika, tidak ada sesuatu yang gratis di dunia ini. Prosesor rendah daya memang menggunakan listrik yang lebih sedikit dibandingkan dengan varian prosesor biasa, tapi juga berimbas pada kinerja yang berkurang. Untungnya, Asus menyematkan prosesor Intel Core i7-3517U dengan kecepatan standar 1.9GHz dan kecepatan turbo mencapai 3.0 GHz.


Secara spesifikasi, prosesor ini memiliki kemampuan sedikit di bawah prosesor Core i5-3210M menurut cpubenchmark, namun memiliki potensi penghematan daya yang tinggi karena mampu berjalan pada FSB 100 MHz. Hal ini terbukti pada pengujian penggunaan sehari-hari, tidak adanya lag yang berarti ketika melakukan multitasking seperti browsing, menonton film dan mengedit aplikasi Office. Hal ini tentunya juga dibantu oleh penggunaan SSD sebesar 128GB yang membantu mempercepat akses data dan meminimalisir penggunaan daya listrik.

Pada pengujian PC Mark 7, Zenbook Prime mendapatkan nilai yang cukup tinggi. Dengan nilai 4639, Asus Zenbook Prime mendapatkan nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan notebook sejenisnya. Sayangnya, pengujian aplikasi 3D yang intensif seperti gaming dan aplikasi produktifitas lainnya kurang optimal berkat penggunaan grafis Intel HD 4000. Dengan nilai 3DMark Vantage dan 3DMark 11 masing-masing pada P3211 dan P669, bermain game dengan grafis yang tinggi tidak disarankan untuk Ultrabook ini, namun Anda sangat disarankan untuk menikmati video Full HD berkat penyertaan layar 1920 x 1080 Pixel pada Zenbook Prime.

Letak perbedaan utama Zenbook Prime dengan Zenbook generasi sebelumnya tidak hanya pada penyertaan USB 3.0 dan prosesor yang lebih baik, namun juga pada penyertaan layar Full HD 1080p, multi touch dengan panel IPS. Dengan resolusi Full HD yang rapat, semua gambar terlihat lebih detil, termasuk ikon Windows 8 yang tampak lebih indah dibandingkan layar dengan resolusi HD biasa. Berkat kepadatan pixel yang tinggi ini, area tampilan pun menjadi lebih luas, meskipun ukuran teks juga menjadi lebih kecil terutama pada aplikasi-aplikasi yang belum didesain dengan tampilan Full HD. Tidak hanya reproduksi warna dan sudut pandang yang sangat baik, Asus juga menyertakan fitur layar sentuh pada Zenbook Prime yang baik. Respons layar sentuh capacitive Zenbook Prime dengan cepat dan akurat dapat membaca semua sentuhan dan gesture Windows 8. Selama pengujian, tidak ada input lag yang berarti.

Di sektor multimedia, Asus juga menyertakan speaker racikan Bang & Olufsen, yang menjadikan Ultrabook besutan Asus ini cukup tangguh saat digunakan sebagai alat multimedia. Reproduksi suara yang jernih dan layar Full HD membuat Anda dapat menikmati film-film Full HD dengan suara yang patut diacungi jempol. Meskipun reproduksi suara bass tidak terlalu terdengar, suara treble dan tinggi dapat didengar dengan cukup jernih. Daya tahan baterai Zenbook Prime sudah dapat diperkirakan. Mengusung konsep Ultrabook, penggunaan prosesor rendah daya, SSD dan baterai berkapasitas tinggi, Ultrabook Asus ini mendaparkan waktu sekitar 7 jam dengan skema pemakaian sebagai berikut: power plan balanced, 50% brightness, Wi-Fi menyala, mengetik dokumen, browsing dan menonton video durasi 1 jam.

Kesimpulan
Penyempurnaan adalah kata yang sangat tepat untuk mendeskripsikan Zenbook Prime. Asus memberikan peningkatan-peningkatan yang signifikan di atas Zenbook seri lawas seperti; prosesor yang lebih cepat, layar sentuh Full HD. Resolusi layar tinggi dengan ketajaman visual yang memukau adalah nilai jual tersendiri untuk Asus Zenbook Prime, cukup mumpuni menemani Anda di perjalanan, namun juga masih memiliki kinerja tinggi untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Jika ada satu ganjalan, semua kecanggihannya harus dibarengi dengan banderol harga yang cukup premium. ASUS memasarkan Zenbook Prime UX31A ini dengan harga US$1549 atau sekitar 15,5 juta rupiah.

SpesifikasiAsus Zenbook Prime UX31A Touch
ProsesorIntel Core i7-3517U
RAM4GB DDR3
SSDSATA III 128GB
GrafisIntel HD4000
TampilanLayar sentuh multi-touch IPS panel berukuran 13,3 inci, 16:9 Full HD 1920×1080 pixel
MultimediaKamera 720p HD dan speaker Bang & Olufsen ICEpower
Share on Facebook
Tweet on Twitter

0 comments:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.